Dandim dan Kapolres Hadiri Rakor Masa Mudik dan Pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri di Pasangkayu

05 May 2021 02:56
Dandim dan Kapolres Hadiri Rakor Masa Mudik dan Pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri di Pasangkayu
Forkopimda Kabupaten Pasangkayu rakor pencegahan penyebaran Covid-19 di masa mudik dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah tahun 2021 masehi, berlangsung di ruang rapat kantor bupati Jalan Ir Soekarno Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. (Uchon/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TARNS89.COM – Forkopimda Kabupaten Pasangkayu rapat koordiansi (rakor) dengan agenda pencegahan penyebaran Covid-19 di masa mudik dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah tahun 2021 masehi, berlangsung di ruang rapat kantor bupati Jalan Ir Soekarno Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (4/5/2021).

Bupati Pasangkayu, Yaumil Ambo Djiwa mengatakan, bahwa pelaksanaan shalat Idul Fitri tidak di laksanakan di lapangan terbuka untuk mencegah penyebaran penularan Covid-19, namun pelaksanaan shalat id akan dilaksanakan di masjid dan mushalla yang ada.

“Untuk di daerah perbatasan, dalam pemeriksaan orang yang lewat (mudik), baik itu yang menggunakan kendaraan roda dua maupu empat, truk dan bis diperbatasan harus sesuai dengan peraturan yang ada yaitu protokol kesehatan (prokes) Covid-19,” kata Yaumil.

Sementara Dandim 1427 Pasangkayu, Letkol Inf Novyaldi menyampaikan, kami dari Kodim 1427 Pasangkayu menyarankan untuk shalat Idul Fitri1442 Hijriah, sebaiknya di laksanakan di masjid dan mushallah, karena di masjid atau musholla sudah ada batas atau jarak yang telah di tentukan,” papar Novyaldi.

Menurut dia, apabila shalat Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah di laksanakan dilapangan, bisa berpengaruh akan mengganggu fasilitas umum seperti jalan dengan adanya penumpukan kendaraan.

“Hal ini susah dihindari terjadinya kerumunan, tetapi kalau di masjid atau musholla sudah disiapkan batas dan jarak sesuai standar prokes Covid-19,” tutur Novyaldi.

Kapolres Pasangkayu, AKBP Leo H Siagian menyatakan, untuk di daerah perbatasan yang boleh lewat ibu hamil, orang sakit dan mobil logistik serta yang bekerja sebagai buruh antar provinsi.

“Aturan di perbatasan akan di perketat sesuai dengan aturan yang di keluarkan oleh pemerintah seperti dengan membawa surat rapid tes yang boleh lewat,” ujar Leo.

Ia menjelaskan, untuk pelaksanaan shalat Id sesuai dengan anjuran pemerintah di perbolehkan di lapangan terbuka, tetapi menurut keputusan bupati di laksanakan di masjid.

“Walaupun pelaksanaan shalat Id di laksanakan di masjid, tetapi harus tetap mematuhi prokes sesuai dengan anjuran pemerintah pusat maupun daerah,” jelas Leo.

Kapolres berharap kepada masyarakat, pada saat kita diberikan kelonggaran tetapi harus tetap mematuhi prokes Covid-19.

“Kami meminta kepada pemerintah daerah harus diinstruksikan kepada camat dan kepala desa (kades) agar pelaksanaan shalat Idul Fitri di laksanakan di masjid dan musholla,” harapnya. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya