Badan Kesbangpoldagri Gelar Rakor Dengan Forkopincam Se-Kabupaten Lombok Timur

04 May 2021 22:59
Badan Kesbangpoldagri Gelar Rakor Dengan Forkopincam Se-Kabupaten Lombok Timur
Badan Kesbangpoldagri Lombok Timur gelar Rakor dengan Forkopincam se-Kabupaten Lotim, berlangsung di aula Badan Kesbangpoldagri Lombok, Timur Nusa Tenggara Barat. (Bayu A/Trans89.com)
.

LOMBOK TIMUR, TRANS89.COM – Badan Kesbangpoldagri Lombok Timur (Lotim) gelar rapat koordinasi (Rakor) dengan Forkopincam se-Kabupaten Lotim untuk antisipasi penyebaran Covid-19 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriya tahun 2021 masehi.

Hadir digiat tersebut, Kepala Badan Kesbangpoldagri Lotim M Isa, Sekban Kesbangpoldagri Zaitul Akmal, Kabid PNNK Kesbangpoldagri Suherman, Kabid PPFO Kesbangpoldagri Abdullah, Kabid PMS dan PK Kesbangpoldagri Mustain, dan Forkopincam se-Kabupaten Lotim berlangsung di aula Badan Kesbangpoldagri Lombok, Timur Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (4/5/2021).

Kepala Badan Kesbangpoldagri Lotim, M Isa mengatakan, pertemuan ini dalam rangka silaturahmi yang di rangkaikan rakor anggota Forkopincam se-Kabupaten Lombok Timur dengan Badan Kesbangpoldagri dengan tujuan untuk menyamakan suara dalam menyikapi setiap permasalahan di tingkat bawah.

“Pemerintah akan dapat bekerja dengan baik dan kondusif jika terciptanya kondusifitas wilayah dengan keberadaan Forkopincam, karena saat ini keberadaan Forkopincam menjadi perhatian Bupati Lombok Timur,” kata Isa.

Menurut dia, pertemuan ini dilaksanakanĀ degan tetap menerapkan protkol kesehatan (prokes) Covid-19, dan diharapkan Badan Kesbangpoldagri Lombok Timur sebagai contoh dalam pencegahan dan pengurangan pandemi Covid-19 dari pusat sampai daerah.

“Saat ini yang menjadi perhatian kita semua terkait penyebaran virus corona di negara India penyebarannya cukup signifikan. Informasi yang kami dapatkan sampai hari ini sudah puluhan juta terkonfirmasi virus ini, jadi perlu kita waspadai agar tidak menyebar ke negara kita melalui kedatangan imigran yang bekerja diluar negeri,” tutur Isa.

Ia menyatakan, beberapa hal yang perlu kita antisipasi guna mencegah penularan penyakit ini di bulan suci Ramdhan dengan adanya masyarakat kita yang akan melakukan mudik keluar pulau, shalat taraweh di masjid, pelaksanaan takbiran keliling menyambut Hari Raya Idul Fitri, banyaknya kerumunan masa yang pergi ke pusat pertokoan, pasar, dan lapak-lapak yang ada di pinggir jalan.

“Kita sebagai aparat harus tegas menyamakan langkah agar dalam melaksanakan tugas penegakan protokol kesehatan berjalan sesui ketentuan yang berlaku,” ujar Isa.

Dirinya menjelaskan, ada 29 desa di Lombok Timur akan menggelar pelaksanaan pilkades selesai pelaksanaan Bulan Suci Ramdhan, dan ini tentunya sangat rawan dengan kamtibmas, sehingga Forkopincam perlu terus melakukan pemantaun dan kami Badan Kesbangpoldagri mempunyai jejaring di tingkat bawah yakni FKDM yang telah terbentuk melalui SK Bupati Lombok Timur.

“Diharapkan FKDM bisa melakukan koordinasi dengan anggota Forkopincam. Dalam pelaksanaan pilkades ada beberapa hal yang sering muncul di antaranya terkait ijazah bakal calon (Balon) Kades, dan pasca pelaksanaan pilkades, calon Kades tidak bisa menerima kekalahan dan ini yang menyebabkan bentrokan antar pendukung,” jelas Isa mengingatkan.

Dilanjutkan diskusi dengan Forkopincam se-Kabupaten Lombok Timur. (Bayu/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya