Forum Pensiunan BUMN Nasabah Jiwasraya Desak Dihentikannya Restrukturisasi Pemotongan Dana Pensiun Hingga 75%

01 May 2021 19:26
Forum Pensiunan BUMN Nasabah Jiwasraya Desak Dihentikannya Restrukturisasi Pemotongan Dana Pensiun Hingga 75%
Forum Pensiunan BUMN RI Nasabah Jiwasraya dipimpin Syahrul B Tahir unjuk rasa depan kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat. (Irvan Akmal/Trans89.com)
.

JAKARTA, TRANS89.COM – Puluhan massa tergabung dalam Forum Pensiunan BUMN RI Nasabah Jiwasraya dipimpin Syahrul B Tahir unjuk rasa depan kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (29/4/2021).

Aksi keprihatinan ini sebagian besar merupakan purnabhakti PT Garuda Indonesia mereka mewakili jutaan pensiunan BUMN lainnya yang menuntut agar polis anuitas dana pensiun dapat dihilangkan dari restrukturisasi Jiwasraya.

Syahrul B Tahir mengatakan, aksi kami ini menyikapi keprihatinan terhadap 2,4 juta pensiunan korban Jiwasraya.

“Kepada yang terhotmat Pak Jokowi dan Pak Erick, restrukturisasi Jiwasraya bukanlah prestasi kalau puluhan ribu pensiun lanjut usia (lansia) terzolimi,” kata Syahrul.

Ia meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri BUMN Erick Tohir untuk hentikan pemotongan uang pensiun warga lanjut usia sampai 75% dengan dalih restrukturisasi Jiwasraya.

“Yang terhormat Bapak Jokowi dan Bapak Erick, jaminan pensiun itu seumur hidup dan tetap tidak boleh dìpotong berdasarkan Undang-Undang (UU) nomor 11 tahun 1992, tentang dana pensiun,” pinta Syahrul.

Dirinya meminta Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Erick Tohir untuk hentikan restrùkturisasi Jiwasraya karena melanggar UU dan merampas hak pensiun kami selaku warga lansia.

“Yang terhormat Bapak Jokowi dan Pak Erick, tolong hentikan pemotongan uang pensiun sampai 75% dengan dalih rekstrurisasi Jiwaraya,” terang Syahrul.

Kata Syahrul, Bapak Jokowi dan Bapak Erick tolong hentikan restrukturisasi Jiwasraya karena melanggar UU dan merampas hak pensiun kami dari warga lansia.

“Bapak Jokowi dan Bapak Erick, restrukturisasi Jiwaraya bukanlah prestasi kalau puluan ribu pensiun lanjut usia terzolimi,” katanya.

Syahrul menyatakan, jelas kami kecewa, karena tanggal 5 April lalu kami pernah bersurat ke Kementerian BUMN perihal aspirasi restrukturisasi polis tradisional PT Asuransi Jiwasraya bagi pensiunan BUMN dan surat yang dikirim melalui kurir tidak juga masuk dan hasilnya nihil.

“Kami sebenarnya kirim juga pakai surat elektronik, dan juga pada tanggal 12 April kami datangi langsung Kementerian BUMN tetapi tidak bisa bertemu dengan pejabat Kementerian BUMN. Sekarang kami lakukan aksi demo pun tuntut pemotongan polis anuitas dana pensiun, tidak ada tanggapan dari pejabat Kementerian BUMN,” ujar Syahrul.

Syahrul berharap hasil pertemuan dengan staf Humas Kementerian BUMN dapat disampaikan sebelum tenggat waktu penyelesaian restrukturisasi pada bulan Mei mendatang.

“Kami mengharapkan Kementerian BUMN, Direksi Jiwasraya mengundang dalam satu pertemuan guna membahas penyelesaian masalah restrukturisasi secara adil,” harapnya.

Lanjut Syahrul, terdapat 12 dana pensiun BUMN yang menolak skema restrukturisasi Jiwasraya.

“Kami para pensiunan menganggap skema Jiwasraya merugikan serta melanggar aturan soal manfaat dana pasti yang mereka terima,” imbuhnya.

Massa aksi tidak ditemui dan tidak mendapat tanggapan dari pihak Kementerian BUMN, tak lama kemudian membubarkan diri. (Irvan/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya