Puan Maharani Bersama Presiden Panen Raya di Malang dan Minta Pemerintah Pastikan Ketersediaan Pupuk

29 April 2021 22:22
Puan Maharani Bersama Presiden Panen Raya di Malang dan Minta Pemerintah Pastikan Ketersediaan Pupuk
Ketua DPR RI Puan Maharani Soekarnoputri dampingi Presiden Joko Widodo hadiri panen raya di Kanigoro Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (Humas DPR RI)
.

MALANG, TRANS89.COM – Ketua DPR RI Puan Maharani Soekarnoputri hadiri panen raya di Kanigoro Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim).

Puan hadir mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekaligus untuk bertemu dan berdialog dengan warga petani di lokasi tersebut.

Sebelum tiba di lokasi panen raya, Puan turut mendampingi Jokowi bersilaturahmi dan memberi bantuan pada keluarga awak kapal selam KRI Nanggala-402 di Kota Surabaya.

Setelah acara itu, Puan dan Presiden Jokowi menuju Malang menggunakan mobil yang sama.

Puan mengatakan, kegiatan bertani memerlukan ketekunan, kesabaran, pengetahuan, dan kerja keras sampai akhirnya tiba masa panen.

“Karena itu, saat masa panen tiba maka semangatnya adalah bersyukur dan merayakan,” kata Puan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/4/2021).

Ia menyatakan, kita merayakan hasil kerja keras petani yang bisa membawa kesejahteraan bagi keluarga petani dan menghadirkan pangan bagi banyak orang.

Di lokasi panen raya, legislator PDI Perjuangan dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah (Jateng) 5 tersebut mengajak semua pihak untuk berterima kasih kepada para petani yang dia nilai sebagai profesi mulia.

“Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk bergotong royong membantu mewujudkan kesejahteraan petani dan melancarkan proses regenerasi profesi petani,” terang Puan.

Menurut dia, pertanian adalah urusan hidup matinya sebuah bangsa. Jangan sampai profesi petani di Indonesia makin ke depan makin tidak dilirik generasi muda dan akhirnya malah punah.

“Berdasarkan aspirasi yang dia serap dari para perhatian yang harus diberikan kepada para petani adalah mengatasi persoalan kelangkaan pupuk non subsidi, keterbatasan pupuk subsidi, dan rendahnya harga gabah petani,” tutur Puan.

Dirinya mengungkapkan, rendahnya harga gabah sering terjadi saat musim hujan, karena mutunya menurun lantaran banyak petani tidak memiliki pengering.

“Kita perlu juga mempercepat proses adaptasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian yang ujungnya bisa meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia,” ungkap Puan.

Kata Puan, bagian lain yang perlu diperhatikan adalah keseluruhan supply chain (rantai pasok) mulai dari petani sampai ke konsumen.

“Jangan sampai rantai pasok malah menjadi beban dari sektor pertanian, padahal harusnya rantai pasok itu memberi kemudahan,” katanya.

Lanjut Puan, DPR-RI akan terus memaksimalkan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran untuk bersinergi dengan pemerintah.

“Hal itu tak lain agar sektor pertanian kita maju dan petani kita sejahtera,” imbuhnya. (Adhy/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya