Tiga Tersangka Korupsi Makan Minum Hafiz Tahun 2019 Rp3,7 Miliar Ditahan Polres Gayo Lues

28 April 2021 22:37
Tiga Tersangka Korupsi Makan Minum Hafiz Tahun 2019 Rp3,7 Miliar Ditahan Polres Gayo Lues
Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustaman saat konfrensi pers terhadap tiga tersangka kasus makan minum karantina Hafiz tahun 2019 diperkirakan berjumlah Rp3,7 miliar di Dinas Syari'at Islam Kabuaten Gaya Lues. (Bayu A/Trans89.com)
.

GAYO LUES, TRANS89.COM – Pengungkapan kasus makan minum karantina Hafiz tahun 2019 diperkirakan berjumlah Rp3,7 miliar di Dinas Syari’at Islam Kabuaten Gaya Lues, Aceh, berhasil diungkap Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Unit III Satreskrim Polres Gayo Lues, dan telah menetapkan tiga orang tersangka terkait korupsi dana┬ákarantina Hafizh tahun anggaran 2019 tersebut.

Adapun ketiga tersangka tersebut, berinisial LM selaku rekanan HS sebagai mantan PPTK dan HM sebagai mantan Kadis Dinas Syariat Islam Kabupaten Gayo Lues.

“Penetapan status ketiga tersangka itu berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan oleh Polres Gayo Lues dengan bukti kuat terhadap dugaan tipikor yang dilakukan ketiganya,” kata Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustaman di Polres Gayo Lues, Rabu (28/4/2021).

Menurut dia, akibat perbuatan ketiga tersangka tersebut, negara dirugikan sekitar kurang lebih sebesar Rp3,7 miliar.

“Untuk kelancaran dan mempermudah dalam penyidikan, pihak Polres Gayo Lues untuk sementara telah melakukan penahanan terhadap ketiga orang tersangka dan berkas perkara kasus ini akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gayo Lues,” tutur Carlie.

Ia menyatakan, pada tahun 2019 Dinas Syariat Islam Kabupaten Gayo Lues mengelola anggaran sebesar Rp12,5 miliar yang mana sebesar Rp9,6 miliar diperuntukkan untuk kegiatan makan minum karantina Hafizh.

“Dalam melaksanakan kegiatan tersebut, diduga kuat terjadi pemotongan anggaran, dimana pagu yang harusnya dibayarkan untuk persekali makan Rp19.500, namun yang dibayarkan kepihak pengelola kegiatan hanya Rp10.000. Informasi yang diterima langsung dari pengelolah, bahwa ada dugaan pemotongan anggaran terhadap pengadaan makan minum yang dilakukan oleh Dinas Syariat Islam,” ujar Carlie.

Dugaan korupsi yang dilakukan oleh Dinas Syari’at Islam Kabupaten Gayo Lues sebelumnya pernah ditangani dimasa kepemimpinan AKBP Rudi Setiawan, dan dituntaskan dimasa kepemimpinan AKBP Charlie Syahputra Bustaman.

Praktisi hukum Kabupaten Gayo Lues, M Purba mengapresiasi kinerja Unit Tipikor Satreskrim Polres Gayo Lues yang sudah maksimal dalam penanganan kasus dugaan korupsi tersebut.

“Kasus dugaan korupsi Dinas Syari’at Islam Kabupaten Gayo Lues adalah perkara khusus serta mendapatkan atensi yang sangat tinggi dari publik. Untuk itu, harus segera ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan,” imbuhnya. (Bayu/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya