Rasdiani Akui Langgar Prokes Saat Jumpa Fans di Pantai Koa-koa Pasangkayu

24 April 2021 18:08
Rasdiani Akui Langgar Prokes Saat Jumpa Fans di Pantai Koa-koa Pasangkayu
Salah satu peserta Lida tahun 2021, yang menjadi perwakilan Provinsi Sulawesi Barat asal Kabupaten Pasangkayu namun sudah tereliminasi, Rasdiani menjadi terlapor atas dugaan pelanggaran prokes Covid-19 dengan adanya kegiatan jumpa fans Rasdiani di Pantai Koa-Koa Dusun Kayumaloa, Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu beberapa waktu lalu. (Ocha Cz/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Salah satu peserta Liga Dangdut Indonesia (Lida) tahun 2021, yang menjadi perwakilan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) asal Kabupaten Pasangkayu namun sudah tereliminasi, Rasdiani menjadi terlapor atas dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Rasdiani menjadi terlapor dugaan pelanggar prokes Covid-19 dengan terlapor lainnya yakni Irham, Kasdir, Andri, Ambo Takko, Baharuddin Bakri dan Albar dengan adanya kegiatan jumpa fans Rasdiani di Pantai Koa-Koa Dusun Kayumaloa, Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu beberapa waktu lalu.

Para terlapor diminta kalraifikasinya oleh pihak Polres Pasangkayu terkait dugaan pelanggaran prokes dengan adanya jumpa fans Rasdiani tersebut.

“Pada pasal 7 ayat (1) pasal 112 ayat (1) dan ayat (2), dan pasal 186 KUHAP, Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan, sehinga dilakukan pemanggilan kepara pihak terlapor,” kata Kasat Reskrim Polres Pasangkayu, AKP Pandu Arief Setiawan di aula Satreskrim Polres Pasangkayu.

Ia menyebutkan, dalam laporan polisi nomor LP-A 22 IVI 2021/SPKT /Res.Pasangkayu, tanggal 1 April 2021, tentang adanya kegiatan jumpa fans saudari Rasdiani di Pantai Koa-Koa Dusun Kayumaloa, Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu yang menimbulkan kerumunan.

“Surat Perintah Penyidikan Nomor: Sp.Sidik/41/V/2021/Reskim, tanggal 17 April 2021, sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 ayat (1) UU nomor 4 tahun 1984, tentang wabah penyakit dan atau pasal 93 UU nomor 6 tahun 2018, tentang kekarantinaan kesehatan dan atau Pasal 216 KUHPIdana, yang terjadi pada hari Minggu 11 April 2021, sekitar jam 10.00 Wita hingga jam 14.55 Wita di Pantal Koa-koa Dusun Kayumaloa Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu,” sebut Pandu.

Rerlapor Rasdiana mengakui dan sangat menyesali kesalahan yang telah dilakukan yang mengakibatkan massa berkumpul tanpa mematuhi prokes.

“Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Kabupaten Pasangkayu terkhusus bagi Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 atas perbuatan Saya yang telah membuat kegiatan yang mengakibatkan massa berkumpul tanpa mematuhi prokes,” terang Rasdiana.

Ia berjanji tidak akan lagi melakukan perbuatan dan membuat kegiatan yang dapat mengakibatkan berkumpulnya massa dimasa pandemi Covid-19.

“Saya bersedia membuat video permintaan maaf kepada semua masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Pasangkayu, dan akan memposting video permintaan maaf tersebut di akun sosial media saya selama 7 hari,” janji Radiana.

Rasdiana menyatakan apabila tidak menepati pernyataannya tersebut, dirinya bersedia diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun melainkan atas dasar kesadaran sendiri,” imbuhnya.

Selanjutnya penandatanganan surat perjanjian bagi para pihak terlapor.

Hadir di mediasi tersebut, Danramil 1427-02 Randomayang Kapten Inf Ismail, Kaolsek Bambalamotu AKP Muh Nur, Satgas Covid-19 Pasangakyu M Hatta, Mulyadi dan dr Willy, Camat Bambalamotu Darwin dan Kepala Desa (Kades) Polewali Mujais. (Ocha/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya