Anggap Gagal Pimpin Sulawesi Barat, GMNI Minta Ali Baal Masdar Turun Dari Jabatannya

22 April 2021 01:14
Anggap Gagal Pimpin Sulawesi Barat, GMNI Minta Ali Baal Masdar Turun Dari Jabatannya
GMNI Sulawesi Barat saat aksi di Bandara Tampa Padang Mamuju dan menilai Pemprov Sulbar kurang serius menanggapi pembebasan lahan Bandara, minta Gubernur Ali Baal Masdar turun dari jabtannya. (Sarwo Kartika Roni/Trans89.com)
.

MAMUJU, TRANS89.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulawesi Barat (Sulbar) menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar kurang serius menanggapi pembebasan lahan Bandara Tampa Padang Mamuju.

“Sampai hari ini tidak ada kejelasan terkait informasi dari hasil aksi kemarin. Kita sepakati bersama akan mengadakan forum bersama Pemprov dan DPRD Sulbar bersama masyarakat, tapi sampai hari ini belum ada konfirmasi,” terang Ketua DPD GMNI Sulbar, Baharuddin Bayu di Mamuju, Selasa (20/4/2021)

Ia menyatakan, kami ingin mendengar penjelasan langsung dari Gubernur Sulbar, kalau sampai Minggu ini belum ada informasi terkait pembayaran rumah masyarakat, Ali Baal Masdar (ABM) harus turun dari jabatannya selaku gubernur Sulbar.

“Yang jelas tentunya kami akan konsolidasi kepada seluruh Cabang GMNI se-Sulbar dan masyarakat untuk bersama-sama aksi jilid II di Bandara Tampa Padang, sekaligus akan menutup sementara Bandara,” ujar Bayu.

Menurut dia, kami akan aksi kembali karena kebobrokan Pemprov Sulbar, dan kami menganggap DPRD Sulbar tidak serius menyelesaikan pembayaran lahan masyarakat.

“Setelah regulasi berubah, dimana sebelumnya pembebasan lahan ditangani Biro Tata Pemerintahan (Tapem) Sekretariat Provinsi (Setprov) Sulbar bergeser ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) sampai saat ini juga sulit di konfirmasi,” tutur Bayu.

Dirinya meminta agar tuntutan segera dilaksanakan, karena tuntutan dari GMNI sudah disampaikan sejak akhir tahun 2020 lalu.

“Saat itu kami meminta agar Biro Tapem untuk transparansi dalam penyelesaian pembayaran lahan masyarakat di area Bandara Tampa Padang Mamuju dengan membuat peta dan data-data terhadap pembebasan lahan warga,” pinta Bayu.

Bayu mengungkapkan, kami telah salah memilih pemimpin dan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar telah gagal memimpin Provinsi Sulbar.

“Kalau tidak mampu silahkan turun dari jabatannya pak, kami tidak mau dipimpin sama orang goblok, karena kami sangat kecewa atas kerja-kerja pemerintahan (Sulbar) saat ini dan juga lembaga legislatifnya yaitu DPRD Sulbar yang lebih banyak tidur daripada mengurusi masyarakatnya,” ungkap Bayu.

Lanjut Bayu, intinya kami akan aksi dalam waktu dekat ini bersama Cabang GMNI se-Sulbar dan masyarakat Tampa Padang.

“Biar nasional mengetahui bahwa Pemprov Sulbar di bawah kepemimpinan Bapak Ali Baal Masdar telah gagal memimpin Sulbar,” cetus Bayu.

Sebelumnya, GMNI Sulbar lakukan aksi di Bandara Tampa Padang Mamuju dan ditemui perwakilan Dinas Perkim Pemprov Sulbar menyampaikan penyelesaian lahan pemerintah akan selesaikan lahan yang di Labuang yaitu Bandara yang baru, kemudian kita lanjutkan di Sinyonyoi Selatan di area bandara lama.

“Kami meminta untuk di berikan waktu 1 bulan untuk membuat peta atau ploting pembayaran lahan atau rumah warga,” paparnya.

Sementara Anggota Komisi III DPRD Sulbar, Firman mengatakan, apa yang disuarakan oleh GMNI cukup bagus memperjuangkan apa yang telah menjadi permasalahan masyarakat.

“Saat ini kita dibenturkan dengan anggaran, karena saat ini sedang masa pandemi yang menyerap banyak anggaran,” kata Firman.

Firman menyatakan, kewenangan penyelesaian lahan bukan lagi dibawah tanggung jawab Biro Tapem namun saat ini kewenangan dari Perkim.

“Kami sebagai wakil rakyat akan membantu menyuarakan aspirasi dari masyarakat. Persoalan penyelesaian lahan ini menjadi hal yang serius dan harus di tindaklanjuti,” ujar Firman kala itu. (Sarwo/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya