Buruh Tranporatsi Pelabuhan Aksi di PT Trimaxindo Intl Indonesia, Ini Tuntutannya

17 April 2021 03:07
Buruh Tranporatsi Pelabuhan Aksi di PT Trimaxindo Intl Indonesia, Ini Tuntutannya
Federasi Buruh Tranporatsi Pelabuhan lndonesia unjuk rasa di PT Trimaxindo Intl Indonesia Komplek Perkantoran Latumenten Indah, Jelambar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. (Rian Hidayat/Trans89.com)
.

JAKARTA, TRANS89.COM – Massa dari Federasi Buruh Tranporatsi Pelabuhan lndonesia dipimpin M Haerullandri unjuk rasa di PT Trimaxindo Intl Indonesia Komplek Perkantoran Latumenten Indah, Jelambar Baru, Grogol Petamburan (Gropet), Jakarta Barat, Senin (12/4/2021).

Massa aksi membawa spanduk dan poster bertuliskan, Buruh bersatu tak bisa di kalahkan, bangkit lawan dan hancurkan tirani.

Orasi Haerullandri mengatakan, inilah kenyataan gambaran kegagalan dari sistim ekonomi kapitalisme. Sistim ini hidup dan berkembang dengan cara yang kuat selalu menghisap dan mengorbankan yang lemah.

“Program Jamsostek BPJS adalah beberapa rentetan persoalan yang terjadi belum terselesaiksn hingga saat ini. Berserikat hingga turunnya pencatatan serikat pekerja di bulan September 2020, pihak perusahan jelas-jelas menolak adanya serikat buruh pekerja,” kata Haerullandri.

Menurut dia, hal itu terbukti satu persatu dari pengurus hingga anggotanya dipanggil diintimidasi dan tidak diperbolehkan bekerja.

“Absen fingler print sidik jari di blokir, sampai saat bulan ini semua anggota yang berserikat sudah tidak ada yang berkerja lagi, semua di PHK (pemutusan hubungan kerja) sepihak dan tidak adapun surat PHK dari perusahaan,” tutur Haerullandri.

Ia menyatakan, kita disini meminta kawan-kawan di pekerjakan kembali dan atas perjanjian di kedua belah pihak harus mempertanggungjawabkan.

“Kami disini berharap pengusaha PT Trimaxindo untuk mempertanggung jawabkan atas upah kurang yang masih belum di bayarkan. Kami meminta hak-hak kawan kawan kami dan menuntut PT Trimaxindo atas dugaan pelanggaran hukum,” ujar Haerullandri.

Dirinya menuntut agar pekerjakan kembali 18 orang karyawan yang dirumahkan, dan bayarkan upah kurang dari tahun 2012 hingga 2021.

“Bayarkan upah 18 orang karyawan selama dirumahkan. Berikan kebebasan berorganisasi atau berserikat di PT Trimaxindo Intl Indonesia. Dan Aktifkan kembali BPJS Ketenagakerjaan,” tegas Haerullandri.

Massa aksi tidak mendapat tanggapan dari pihak manejemen PT Trimaxindo Intl Indonesia, dan tak lam kemudian membubarkan diri. (Rian/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya