Ratusan Buruh Aksi di PT Borwita Citra Prima Jember, Ini Tuntutannya

15 April 2021 03:55
Ratusan Buruh Aksi di PT Borwita Citra Prima Jember, Ini Tuntutannya
Ratusan buruh dari Sarburmusi Cabang Jember aksi di kompleks pergudangan A.11-12 PT Borwita Citra Prima di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur. (Awin D/Trans89.com)
.

JEMBER, TRANS89.COM – Ratusan buruh tergabung dalam Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarburmusi) Cabang Jember aksi menyikapi adanya beberapa karyawan PT Borwita Citra Prima Jember yang di mutasi ke daerah lain dan dianggap cacat prosedur oleh Sarburmusi Jember.

Aksi dipimpin Luki Prihantari Eko Putro dan Umar Faruk berlangsung di kompleks pergudangan A.11-12 PT Borwita Citra Prima di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), Senin (12/4/2021).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, keluarga besar Sarburmusi Jember dengan jelas dan tegas menolak RUU HIP/PIP/BPIP dan Omnibus Law. Saatnya buruh dan rakyat sejahtera.

Orasi Umar Faruk mengatakan, kita sepakat aksi kita akan dilaksanakan secara damai, dan tidak ada aksi anarkis.

“Niatan kita jangan dikotori dengan Undang-Undang (UU) yang berlaku, dan harus tunduk dengan syariat agama Islam,” kata Umar.

Menurut dia, kami disini tetap digaris perjuangan untuk membela anggota kita yang terdzolimi, mereka boleh mencibir kita, namun hanya Allah SWT yang tahu dan bisa menilai.

“Kami tidak menerima kesewenangan atau otoriter perusahaan, dimana ada pegawai yang dimutasi jauh, salah satunya adalah wanita. Wanita adalah orang yang mengandung kita, namun perusahaan tidak punya peri kemanusiaan,” tutur Umar.

Ia menyatakan, perusahaan melakukan mutasi tidak objektif, padahal ini sebenarnya adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dibungkus dengan mutasi.

“Anggota kami juga diturunkan jabatannya tidak berdasarkan PP (peraturan pemerintah), padahal selama ini perusahaan selalu berlindung dibawah PP, namun nyatanya mereka sendiri yang melanggar,” ujar Umar.

Dirinya menyebutkan, dulu di PT Borwita Citra Prima ada karyawan yang bekerja lebih dari 10 tahun dan telah di PHK serta tidak diberi pesangon.

“Ada juga karyawan dari PT Borwita yang dialihkan ke PT lain guna menghindari pembayaran hak karyawan,” sebut Umar.

Orasi Imam Taufik menerangkan, dulu dirinya sebagai supervisor wilayah Tapal Kuda, pada bulan Januari 2021 dimutasi ke Madiun, hak-hak yang diberikan perusahaan tidak jelas.

“Atas mutasi tersebut, saya mengajukan keberatan karena ingin tetap di Jember sebagai posisi apapun, namun saya menerima surat di demosi atau diturunkan jabatan ke sales,” terang Imam.

Ia mengatkan, setelah surat demosi, turun SP (surat peringatan) 1, SP 2 dan SP 3 dalam kurun waktu 1 bulan, dan setelah itu di PHK tanggal 8 April 2021.

“Dengan di PHK saya terima, namun berikan hak-hak sesuai aturan yang ada. Korban selain saya adalah Devi (Sales) yang dimutasi dan juga di PHK. Jika tidak ada solusi terbaik, maka saya akan rapatkan barisan dan turunkan kekuatan 100%,” ancam Imam.

Kembali Umar Faruk mengatakan, kita hari akan mengakhiri kegiatan aksi, dan ucapkan banyak terima kasih kepada rekan yang masih semangat mengikuti aksi.

“Untuk besok kita konsolidasi dan dilanjutkan aksi pada tanggal 14 April 2021, karena kita tetap akan memperjuangkan rekan kita, semoga permasalahan tersebut cepat mendapatkan penyelesaian,” katanya.

Massa aksi tidak mendapat tanggapan dari pihak manejemen PT Borwita Citra Prima. (Awin/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya