Silaturahmi FKUB Dengan Pimpinan Tokoh Agama dan Ormas di Lombok Timur

13 April 2021 20:29
Silaturahmi FKUB Dengan Pimpinan Tokoh Agama dan Ormas di Lombok Timur
Kemenag Lombok Timur gelar silaturahmi dengan FKUB, tokoh agama dan pimpinan ormas dalam rangka menjaga kerukunan umat beragama ditengah masyarakat di aula kantor Kemenag Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (Bayu A/Trans89.com)
.

LOMBOK TIMUR, TRANS89.COM – Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Timur gelar silaturahmi dengan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), tokoh agama dan pimpinan organisasi masyarakat (ormas) dalam rangka menjaga kerukunan umat beragama ditengah masyarakat di aula kantor Kemenag Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (12/4/2021).

Hadir digiat tersebut, Kepala Kemenag Lotim Sirajudin, Kapolres Lotim AKBP Tunggul Sunatrio, Ketua FKUB Lotim Ali Fikri, Danramil Selong Kapten Inf Zulkarnaen, Kabid PPNK Badan Kesbangpoldagri Lotim Suherman serta tamu undangan lainnya.

Ketua FKUB Lotim, Ali Fikri mengatakan, terkait dengan adanya isu tragedi pengeboman yang terjadi di Makasar kemarin yang mungkin akan terjadi di wilayah kita, itu perlu diantisipasi sejak dini.

“Kaitannya bagaimana menjaga kemamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang bulan Ramadhan sama-sama menjaga kerukunan umat beragama di Lombok Timur,” kata Ali.

Kepala Kemenag Lotim, Sirajudin mengatakan, dalam rangka dialog guna menampung dan menyalurkan aspirasi keagamaan, dan secara umum yang mempengaruhi globalisasi adanya pengaruh-pengaruh ketimuran, inilah kearifan kita untuk mempengaruhi masyarakat kita untuk mengambil yang positif.

“Kemudian pengaruh media sosial yang semakin hari semakin membawa pengaruh negatif terutama pemuda milenial kita. Jadi bagaimana kita bermedsos yang arip dan bijaksana agar selamat dunia dan akhirat,” kata Sirajuddin.

Menurut dia, kita ini adalah negara yang sukses membangun kerukunanan, kebersamaan, kedamaian sehingga kita mampu melaksanakan ibadah.

“Kami berharap tokoh agama terus mengajak umat dengan kebaikan. Semua agama, saya kira memiliki pandangan yang sama. Kami ingin terus bersinergi bersama umat,” tutur Sirajuddin.

Kabid PPNK Badan Kesbangpoldagri Lotim, Suherman mengatakan, sesuai dengan tupoksi bidang kami tentang wawasan kebangsaan dengan mengkampanyekan cinta tanah air.

“Terkait terorisme, sesungguhnya teroris itu tidak beragama hanya membawa-bawa nama agama, bahwa radikal itu secara umum apa-apa yang sudah melenceng dari nilai-nilai kebangsaan, keagamaan dan Pancasila.

“Bagaimana generasi kita diracuni untuk tidak melihat budaya, mulai dari kebijakan politik, sosial budaya dan ekonomi,” kata Suherman.

Ia menjelaskan, melalui forum ini kami memohon kepada tuan guru agar menyempatkan menyampaikan tausiah-tausiah tentang wawasan kebangsaan.

“Saat ini karakter generasi kita sudah jauh dari nilai-nilai kebihinekaan,” jelas Suherman.

Danramil Selong, Kapten Inf Zulkarnaen menyatakan, sesuai dengan bidang kami yaitu keamanan di wilayah kita di Lombok timur, kami rasa keamanan kita di Lotim ini tetap terjaga dan kondusif.

“Melalui komunikasi, koordinasi dan kerjasama kita dengan para tokoh agama untuk menjaga keamaanan bersama. Dan intinya kami membutuhkan informasi dari bapak ibu dengan sama-sama melaksanakan pencegahan dini,” ujar Zulkarnaen.

Penyampaian perwakilan tokoh agama, tentang terorisme, yang terdeteksi dalam hal penanganan yang terganggu adalah psikologisnya, maka obatnya psikolog. Dan disamping itu faktor ekonomi.

“Terkait keamanan, problem kita sekarang adalah perang nasional, proxi war dengan merusak generasi penerus kita melalui berbagai media. Terkait penanggulangan covid, kepada pemerintah mari juga mengintropeksi diri, perlu contoh dari pemerintah agar sesuai dengan apa yang di contohkan agar masyarakat tidak merasakan diskriminasi,” paparnya.

Kapolres Lotim, AKBP Tunggul Sunatrio menyampaikan, pada prinsipnya, adanya ketidak adilan yang dirasakan sebagian masyarakat, kami terus serap dan kami sebagai aparat akan berusaha mengkampanyekan demi kemaslahatan umat.

“Terpesepsi agama Islam dicap pelaku sebagai teroris, definisi radikalisme. Islam adalah rahmatan lilalamin memplopori dengan kegiatan yang positif. Kita harus sadar mengenai adanya perbedaan, kita sepakat yang penting kita aman, tentram, dan damai,” papar Tunggul.

Kapolres mengungkapkan, bangsa luar menginginkan bangsa kita tetap ribut agar nilai mata uang mereka tinggi, namun kita bagaimana rupiah kita harus melebihi dolar.

“Banyak masyarakat yang ingin berkarya, pengen bekerja. Saat ini pemerintah mulai turun kelapangan. Mudah-mudahan dengan adanya forum ini mengkritik pemerintah agar kedepan Lombok Timur bisa lebih maju,” ungkapnya. (Bayu/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya