Deklarasi dan Rakorda Front Perjuangan Pemuda Indonesia Pimkot Pasangkayu

13 April 2021 19:17
Deklarasi dan Rakorda Front Perjuangan Pemuda Indonesia Pimkot Pasangkayu
Diskusi dan deklarasi pendirian FPPI Pimkot Pasangkayu berlangsung di aula kantor Bupati Jalan Ir Soekarno Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. (Sarwo Kartika Roni/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Diskusi dan deklarasi pendirian Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Pimpinan Kota (Pimkot) Pasangkayu dihadiri sekitar 100 orang peserta berlangsung di aula kantor Bupati Jalan Ir Soekarno Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Minggu (11/4/2021) malam.

Hadir digiat tersebut Ketua Komda FPPI Sulbar M Ramli, Ketua Panitia Rakorda dan Deklarasi FPPI Pimkot Pasangkayu Tasrun dan narasumber Andi Tahmid.

Tasrun mengatakan, kegiatan ini didasari atas dasar demokrasi kerakyatan dan solidaritas pemuda, dimana pemuda harus berkontribusi diseluruh sektor ruang produktif dan mempunyai target dalam membangun perkembangan bangsa.

“Kegiatan juga sekaligus membentuk Pimkot FPPI Pasangkayu yang sampai saat ini belum terbentuk, karena sulitnya membentuk FPPI Pasangkayu saat ini sudah dilewati dengan adanya kader-kader FPPI Pasangkayu,” kata Tasrun.

Ia menyatakan, FPPI Pasangkayu sebagai awal perjuangan pemuda dalam meningkatkan kualitas diri dan mengisi ruang FPPI di seluruh Indonesia.

“Hampir seluruh kader saat ini merupakan alumni kader dari beberapa wilayah yang sudah matang dan diharapkan dapat membimbing pemuda dalam menghadapi dinamika kehidupan,” ujar Tasrun.

Aktivis FPPI Sulbar dan juga selaku narasumber, Andi Tahmid menyampaikan FPPI merupakan organisasi yang menjunjung tinggi nasionalisme, bukan merupakan golongan kiri dan kanan.

“Maka dari itu, kader-kader FPPI di Kabupaten Pasangkayu harus menjunjung tinggi nasionalisme dalam segala bentuk kegiatan,” papar Tahmid.

Ia menjelaskan, FPPI Pasangkayu harus menaungi beberapa kelompok dari masyarakat yaitu kaum buruh, petani, mahasiswa, pelajar, pemuda, tokoh agamis, pengusaha, pedagang, dan lain-lain.

“Tidak perlu ada ego dari masing-masing kelompok dan harus menjaga solidaritas serta saling berkolaborasi mengisi sektor kehidupan di Kabupaten Pasangkayu,” jelas Tahmid.

Menurutnya, organisasi FPPI harus jauh dari kepentingan politis yang sifatnya praktis, dan bukan juga menjauhi pemerintah daerah.

“FPPI harus mengisi satu sama lain dan berjalan beriringan bersama pemerintah yang sesuai dengan kepentingan rakyat,” tutur Tahmid.

Sementara M Ramli mengatakan, ketika FPPI terbentu, Pimkotnya di Pasangkayu diharapkan berkembang juga di kalangan masyarakat intelektual bukan cuma mahasiswa.

“Tapi harus juga bergerak di bidang masing-masing supaya organisasi tetap berjalan melakukan kaderisasi ini adalah ruang laboratorium untuk mencetak intelektual yang bekerja,” kata Ramli.

Ia harapkan kader-kader menyebar di ruang-ruang strategis sosial politik dan ekonomi, inilah yang nanti akan ke tingkat nasional demokrasi kerakyatan.

“Cita-cita besar dari dewan kota menjadi pimpinan nasional itu bukan hanya mahasiswa, tapi mahasiswa itu menjadi salah satu kekuatan yang mendorong terbentuknya intelektual yang bekerja nanti di organisasi,” harap Ramli.

Dirinya mengungkapkan, dengan konsep perkembangan era hari ini karena kalau bicara struktur penindasan tetap sama, cuma yang berbeda pola penindasan saja bahwa ada neoliberalisme sebagai kekuatan, dan apa bentuk metode kapitalisme melakukan penguasaan terhadap negara dunia itu tetap konteksnya sama.

“Cuma memang ada perubahan-perubahan, situasinya sampai ke bawah perkembangan-perkembangan menuju praksis penindasan seperti model pasar bebas dan macam- macam namanya,” ungkap Ramli.

Kata Ramli, di kampus ini sudah boleh dikatakan disorientasi yang membuat kelompok kritis di kampus, ini semakin terkikis orang agak kesulitan untuk berorganisasi di kampus-kampus hari ini.

“Untuk di wilayah Sulawesi dan Sulbar penyebarannya organisasi ini Alhamdulillah sudah sangat luar biasa, dan potensi penyebaran inilah yang mau kita pertahankan termasuk bicara soal mendorong orientasi pemuda ini tidak hanya bicara politik kekuasaan, tapi potensi setelah menguasai politik kekuasaan,” katanya.

Lanjut Ramli, itu kita akan bicara ke konteks ekonominya, itu salah satu bahan yang akan kita diskusikan di komisi nanti, bahan-bahan inilah yang akan menjadi rekomendasi di forum kita.

“Jadi hal itu nanti apakah untuk rekomendasi kedalam atau kemudian ini untuk rekomendasi ke kongres nasional FPPI,” imbuhnya. (Sarwo/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya