Polda Aceh Ungkap Penyelundupan Sabu 50 Kg dan Ganja 194 Kg Dengan 13 Tersangka

09 April 2021 01:29
Polda Aceh Ungkap Penyelundupan Sabu 50 Kg dan Ganja 194 Kg Dengan 13 Tersangka
Konferensi pers dipimpin Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada engungkapan kasus penyelundupan narkotika jenis sabu dan ganja berlangsung di lapangan tengah Mapolda Aceh Jalan T Nyak Arief Kota Banda Aceh. (Ramzah Hasan/Trans89.com)
.

BANDA ACEH, TRANS89.COM – Polda Aceh konferensi pers pengungkapan kasus penyelundupan narkotika jenis sabu jaringan internasional sebanyak 50 kilogram (kg) dan narkotika jenis ganja jaringan nasional sebanyak 194 kg.

Pengungkapan tersebut hasil kerjasama Dit Tippid Narkoba Bareskrim Polri dengan Dit Res Narkoba Polda Aceh, Polresta Banda Aceh,Polres Aceh Timur serta Kantor Bea Cukai Wilayan Aceh.

Konferensi pers dipimpin Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol Raden Purwodadi, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, Dir Resnarkoba Polda Aceh Kombes Ade Sapari, Kabid Propam Polda Aceh Kombes Iskandar, Kakanwil Bea Cukai Aceh Safuadi berlangsung di lapangan tengah Mapolda Aceh Jalan T Nyak Arief Kota Banda Aceh, Rabu (7/4/2021).

Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada mengatakan, upaya-upaya penangangan terhadap narkoba terus dilakukan termasuk upaya penegakan hukum, selanjutnya pengungkapan kasus narkoba ini berkat adanya laporan masyarakat kemudian ditindaklanjuti dan dilakukan penanganan secara kolaborasi, konsistensi dan keuletan petugas di lapangan.

“Pengungkapan kasus sabu oleh tim gabungan berhasil mengamankan 4 tersangka di sebuah kapal di perairan Aceh, dengan mengamankan barang bukti sabu 2 karung goni berwarna putih yang telah dibungkus dengan merek quing shan seberat 50 kg. Sementara kasus ganja, tim gabungan berhasil mengamankan 9 tersangka dengan barang bukti ganja seberat 194 kg,” kata Wahyu.

Ia menjelaskan kronologis penangkapan narkoba jenis sabu, berawal dari personel gabungan yang mendapat informasi tentang adanya jaringan internasional pelaku narkoba via laut pada bulan Maret, tim gabungan melakukan pengejaran terhadap kapal yang dicurigai membawa narkoba diperairan Aceh.

“Petugas berhasil menangkap 4 orang dengan inisial AN, ZK, KR, ZK dan Zr. Adapun barang bukti 2 karung goni berwarna putih 25 bungkus dengan merek bertuliskan quing shan dengan jumlah total sebanyak 50 kg. Kapal digunakan dengan mesin bot 30 GT,” jelas Wahyu.

Menurut dia, ZK berperan sebagai pemantau jalan ditangkap di Desa Bagok Nurussalam Aceh Timur, KR berperan sebagai pemantau situasi didarat ditangkap di Idi Tenong Aceh Timur, ZK berperan sebagai Tekong Bot ditangkap di depan Polsek Idi Rayeuk Aceh Timur, sedangkan ZR berperan sebagai pemantau jalan ditangkap depan Polsek Idi Rayeuk Aceh Timur.

“Pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat 2 sub pasal 112 ayat 2 sub pasal 132 ayat 1 dari UU nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat pidana penjara 5 tahun, paling lama 20 tahun dan terberat pidana mati,” tutur Wahyu.

Selanjutnya kata Kapolda, untuk kronologis penangkapan narkotika jenis ganja, berawal dari informasi masyarakat adanya pengiriman ganja via jasa ekspedisi ke Palembang dan Jakarta.

Lanjut Wahyu, maka dilakukan pemeriksaan terhadap barang yang dicurigai ganja oleh tim gabungan (Dittipid Narkoba Bareskrim Polri, Ditresnarkoba dan Polresta Banda Aceh). Ditemukan 90 kg jenis ganja dilakukan penangkapan tersangka HM, dan SR di Banda Aceh. Dari pengembangan didapat tersangka SH dengan jumlah barang bukti 8 kg di Pidie.

“Diperoleh informasi jaringan nasional narkotika jenis ganja Aceh-Palembang-Jakarta-Bogor sudah pernah mengirimkan 800 kg Ganja. Selanjutnya dilakukan pengejaran didapat tersangka 6 orang dengan inisial MH, NA, IH, MJ, AK dan IL dengan jumlah BB 96 kg. Total tersangka sebanyak 9 orang dengan total barang bukti 194 kg,” katanya.

Kapolda mengungkapkan, identitas tersangka SA berperan sebagai kurir ditangkap di Padang Tiji Pidie, HM berperan sebagai kurir di tangkap di Krueng Raya Aceh Besar, FT berperan sebagai pemilik ditangkap di Desa Ie Seum Aceh Besar, AK sebagai pemesan ganja/pemilik ditangkap di Banda Aceh, NA peran membantu rencana ditangkap di Medan, IH dan MJ sebagai pengirim pengantar ganja ditangkap di Lhokseumawe, MH berperan sebagai pengangkut lansir ditangkap di Aceh Besar, IL sebagai pemilik dam penyedia ganja ditangkap di Banda Aceh.

“Dari barang bukti yang dikumpulkan 96 kg, 90 kg dan 8 kg ganja dengan keseluruhan 194 kg, kemudian pelaku juga dijerat dengan pasal 111 ayat 2 sub pasal 115 ayat 2 dari Undang-undang (UU) nomot 35 tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat pidana penjara 5 tahun, paling lama 20 tahun, terberat hukuman mati,” ungkapnya. (Ramzah/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya