Masyarakat Rantau Pandan di Bungo Tolak Aktivitas Tambang Batuabara PT KBPC Grup

09 April 2021 16:18
Masyarakat Rantau Pandan di Bungo Tolak Aktivitas Tambang Batuabara PT KBPC Grup
Ratusan masyarakat Rantau Pandan unjuk rasa dengan adanya aktivitas penambangan batubara PT KBPC Grup berlangsung di jalan kecamatan Kampung Sungai Pandan Desa Pandan, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, Jambi. (Tony Wijaya/Trans89.com)
.

BUNGO, TRANS89.COM – Ratusan masyarakat Rantau Pandan unjuk rasa menuntut keadilan atas ketidak nyamanan masyarakat dengan adanya aktivitas penambangan batubara PT Karya Bungo Pantai Ceria (KBPC) Grup.

Aksi dipimpin Husaini alias Cik Joku dan Kketua RT Rantau Pandan Nenek Mamak di jalan kecamatan Kampung Sungai Pandan Desa Pandan, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, Jambi, Kamis (8/4/2021).

Mass aksi membawa spanduk betuliskan, Syamsudin kebal hukum, banyak kerugian negara hanya meninggalkan penyakit buat kami. Pak Presiden tolong kami masyarakat Dusun Rantau Pandan, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Pak Hotman Paris tolong kami masyarakat Dusun Rantau Pandan.

Orasi Husaini alias Cik Joku mengatakan, kami masyarakat Rantau Pandan sudah resah dengan adanya aktivitas penambangan batubara yang di lakukan oleh Syamsudin (PT KBPC).

“Banyak sawah masyarakat yang gagal panen, rumah-rumah masyarakat retak karena getaran alat berat dan tidak memberikan dampak positif untuk menunjang perekonomian masyarakat, semetara tempat dia bekerja di kampung kami,” kata Husaini.

Menurut dia, tanah masyarakat habis di serobot Syamsudin (PT KBPC), patok-patoknya masuk ke kebun masyarakat tanpa sepengetahuan pemilik kebun. Dan kami sudah membuat laporan polisi tapi tidak pernah di tanggapi.

“Aktivitas penambangan yang di lakukan oleh Syamsudin (PT KBPC) diduga tidak memiliki izin yang sah menurut Undang-Undang (UU) mineral dan batubara (Minerba), serta aktivitas tersebut termasuk ilegal mining,” tutur Husaini.

Ia menyatakan, UU negara memang benar tanah, air dan udara semua milik negara, akan tetapi sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat, tapi apa yang kami rasakan sekarang, keberadaan PT KBPC Gruo tidak memberikan manfaat buat masyarakat sekitarnya. Keberadaan tambang batubara Syamsudin hanya di nikmati oleh segelintir orang.

“Kami atas nama masyarakat Rantau Pandan meminta kepada Presiden Jokowi, KPK RI, Panglima TNI, Kapolri, Kementrian ESDM, Kementrian KLH, Serta BPKP, Walhi, KKI Warsi, untuk segera menghentikan aktivitas penambangan batubara ilegal tersebut yang jelas-jelas merugikan negara dan masyarakat,” ujar Husaini.

Sementara Kabag Ops Polres Bungo, AKP Sandy Muttaqin mengimbau masyarakat agar jangan anarkis dalam menyampaikan pendapat di muka umum, dan apabila hal ini terjadi, maka kami akan ambil alih situasi.

“Buat laporan masyarakat nanti akan kami tindak lanjuti, karena tidak ada suatu permasalahan yang tidak ada jalan keluarnya,” imbau Sandy.

Tak lama kemudian, Dandim 0416 Bute Letkol lnf Arianto Maskare Subagio dan Kapolres Bungo AKBP Mukhamad Lutfi tiba di lokasi dan melakukan koordinasi dengan Ketua Adat Rantau Pandan, Camat Rantau Pandan, Danramil 416-01 Rantau Pandan dan Kapolsek Rantau Pandan, meminta agar masyarakat membubarkan diri dengan tertib menuju rumah masing-masing.

Ketua Adat Rantau Pandan, Hasan Ibrahim ucapkan Alhamdulillah puji syukur penyampaian atau keinginan masyarakat Dusun Rantau Pandan sudah di dengarkan oleh Forkopimda dalam hal ini Dandim dan Kapolres.

“Saya atas nama lembaga adat Kecamatan Rantau Pandan memohon kepada masyarakat, mari kita serahkan permasalahan ini kepada Forkopimda dan Fokopimca, karena tidak ada air keruh yang tidak bisa di jernihkan, dan tida ada benang yang kusut tidak di luruskan. Mengingat hari sudah siang dan mengijak waktu Dzuhur mari kita membubarkan diri dengan tertib,” pintanya. (Tony/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya