Mantan Menteri KKP Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Alat Penangkapan Benih Lobster di Pangandaran

08 April 2021 02:45
Mantan Menteri KKP Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Alat Penangkapan Benih Lobster di Pangandaran
Forkopimda Kabupaten Pangandaran bersama mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti lakukan pemusnahan barang bukti alat penangkapan benih lobster dilapangan Katapang Doyong Jalan Parapat Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. (Dani Setiawan/Trans89.com)
.

PANGANDARAN, TRANS89.COM – Forum Komunikaksi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pangandaran bersama mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti lakukan pemusnahan barang bukti alat penangkapan benih bening lobster (BBL).

Barang bukti alat penangkapan tersebut merupakan hasil penertiban di wilayah perairan Pangandaran berlangsung dilapangan Katapang Doyong Jalan Parapat Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat (Jabar), Selasa (6/4/2021).

Dalam sambutan Susi Pudjiastuti mengatakan, sumber daya alam (SDA) sangat penting bagi Indonesia, dimana pertumbuhan baby lobster semakin bertambah yaitu 1,5 juta pertahun, apalagi di Indonesia sumber daya perikanan dan lautnya pun sangat lebih luas.

“Betapa mudahnya meruksak sumberdaya laut, dan Vietnam adalah pembeli eksport dari indonesia paling terbesar,” kata Susi.

Menurut dia, Indonesia adalah eksport lobster paling besar, dan penyelundupan di bandara juga banyak yang terlibat termasuk oknum polisi dan oknum Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) terlibat, karena memang uangnya paling besar sertan menjanjikan dari lobster tersebut.

“Kalau sekarang masyarakat Pangandaran sadar dan peduli terhadap benih lobster, saya pribadi ucapkan terimakasih serta ucapan terimakasih terhadap kearifan lokal dimana laut kita harus dijaga,” tutur Susi.

Ia menyatakan, betapa pentingnya manfaat atas kekayaan laut kita, jadi diimbau kepada para nelayan jagan sampai mengambil ikan di laut dengan menggunakan portas, dan harap juga hal seperti ini jagan sampai terjadi di Pangandaran.

“Alhamdulillah, Forkopimda Kabupaten Pangandaran mempunyai niat baik dalam mengatasi hal yang selama ini di khawatirkan untuk menstop pengambilan benih lobster khususnya di perairan Pangandaran,” ujar Susi.

Sementara Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata menyampaikan dirinya lahir dari anak nelayan, jadi apa yang disampaikan Ibu Susi itu betul keberadaannya.

“Apa yang menjadi penekanan dan aturan yang telah di lakukan pada saat Ibu Susi menjabat di KKP itu sangat bermanfaat, dan satu satunya bupati yang tidak menandatangi program penangkapan benih lobster ini yaitu Bupati Pangandaran, karena saya sadar, saya anak nelayan,” papar Jejej.

Bupati menjelaskan, kita mulai lebih meningkatkan langkah-langkah program agar penangkapan benih losbter di perairan Pangandaran bisa dihentikan dan benih lobster bisa berkembang biak dengan baik.

“Saya ucapkan kepada Forkopimda telah membantu melancarkan program yang telah kita inginkan dan menjadi program khusus untuk melestarikan alam laut yang kita cintai ini. Mudah-mudahan Kabupaten Pangandaran kedepan bisa lebih bagus dan nelayan semakin bangkit lagi dalam hal-hal yang membangun Pangandaran,” ungkapnya. (Dani/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya