Aksi Solidaritas Jurnalis Kutai Timur Atas Dugaan Kekerasan Terhadap Wartawan di Surabaya

06 April 2021 01:36
Aksi Solidaritas Jurnalis Kutai Timur Atas Dugaan Kekerasan Terhadap Wartawan di Surabaya
Sejumlah wartawan tergabung dalam Jurnalis Kutai Timur gelar aksi solidaritas atas dugaan kekerasan terhadap jurnalis di Surabaya, berlangsung di Simpang Empat Patung Singa Jalan Yos Sudarso II dan Polres Kutim Jalan Bhayangkara, Sangatta, Kabupaten Kutim, Kalimantan Timur. (Hamsyah/Trans89.com)
.

KUTAI TIMUR, TRANS89.COM – Sejumlah wartawan tergabung dalam Jurnalis Kutai Timur gelar aksi solidaritas atas dugaan kekerasan terhadap jurnalis Tempo, Nurhadi di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Aksi dipimpin Eko Muklis Huda berlangsung di Simpang Empat Patung Singa Jalan Yos Sudarso II dan Polres Kutai Timur (Kutim) Jalan Bhayangkara, Sangatta, Kabupaten Kutim, Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (5/4/2021).

Jurnalis Kutai Timur membawa pamflet bertuliskan, kejadian kekerasan terhadap jurnalis di Samarinda sudah terjadi, di Kutim jangan sampai terjadi. Tuntutan Jurnalis Kutim, usut tuntas kekerasan jurnalis, hormati UU jangan halangi kerja jurnalis, jamin kemerdekaan pers sebagai hak jurnalis, lindungi peran kerja pers di Kutim.

Orasi Raimon meminta usut tuntas kasus kekerasan terhadap jurnalis, dan okknum polisi jangan sewenang-wenang terhadap jurnalis.

“Jurnalis adalah rekan polisi, bukan musuh, apalagi memberitakan masalah korupsi,” pinta Raimon.

Orasi Amri mengatakan, jurnalis adalah kuli tinta yang bertugas memberikan informasi kepada masyarakat.

“Apabila pekerjaan Jurnalis sudah di kekang, mau diapakan negara ini,” kata Amri.

Para Jurnalis Kutai Timur diterima langsung Kapolres Kutim, AKBP Welly Djatmoko sangat menyayangkan dan prihatin atas kejadian dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap jurnalis, dan kita sama-sama prihatin atas kejadian yang menimpa rekan kita di Surabaya.

“Saya selaku Kapolres Kutim mewakili rekan kami yang berada di Polres Surabaya meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian tersebut,” ujar Welly.

Ia mendukung sepenuhnya proses yang akan dilakukan oleh satuan Polres Surabaya terhadap pelaku kekerasan yang menimpa rekan jurnalis saudara Nurhadi.

“Saya berharap di Kutim tidak terjadi hal seperti itu, sehingga selalu terjalin keharmonisan antara jurnalis dan pihak kepolisian,” terang Welly.

Lanjut Kapolres, kita sama-sama berharap semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

“Kami dari Polres Kutim akan selalu berupaya untuk mendukung rekan-rekan jurnalis semua dalam setiap pelaksanaan kegiatan,” imbuhnya. (Hamsyah/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya