05 April 2021 03:14

Silaturahmi Paskah di Gereja Santa Maria Mamuju, FKUB: Tidak Ada Alasan Saling Bermusuhan

Senin, 05 April 2021 03:11
Silaturahmi Paskah di Gereja Santa Maria Mamuju, FKUB: Tidak Ada Alasan Saling Bermusuhan
Silaturahmi FKUB bersama jajaran Forkopimda Sulbar di Gereja Santa Maria Kabupaten Mamuju. (Rahmat/Trans89.com)

MAMUJU, TRANS89.COM – Persaudaraan atas nama kemanusiaan mengungguli segala jenis persaudaraan lainnya. Prinsip ini menerabas segala sekat-sekat perbedaan. Baik perbedaan antar suku, bangsa maupun warna kulit. Tak terkecuali dengan perbedaan berlatar agama.

Dengan alasan kemanusiaan pula, kita berjumpa dengan sekian banyak nilai-nilai keluhuran universal yang diakui oleh seluruh agama di dunia. Inilah yang menjadi alasan kuat betapa pentingnya untuk terus merawat kebersamaan serta menjaga kemajemukan.

Termasuk di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulbar di Gereja Santa Maria Kabupaten Mamuju, Minggu (4/4/2021).

Ketua FKUB Sulbar, Sahabuddin Kasim menyampaikan pesan persaudaraan Ibrahimi. Secara genetika, simpul persaudaraan dapat diurai jejaknya dari kehadiran Nabi Ibrahim yang berketurunan dengan berbagai pilihan masing-masing agama.

“Jika mulai dilihat dari silsilah keturunan Nabi Ibrahim (Abraham), maka umat Islam dan umat Nasrani sesungguhnya bersaudara,” kata kata Sahabuddin dihadapan Jemaat Gereja Santa Maria hadiri acara perayaan Paskah.

Menurut dia, jadi kita ini masih sepupu, hanya mungkin sudah sepupu keseratus sekian, dan tidak ada alasan untuk saling bermusuhan.

“Sehingga apabila ada yang bermusuhan bahkan sampai saling membunuh, maka yang dibunuh itu adalah saudaranya sendiri,” tutur Sahabuddin.

Pernyataan ini disahuti Pastor Paroki Santa Maria Mamuju, Pastor Victor Wiro Patinggi, dalam sambutan silaturahmi Paskah itu lebih banyak menyampaikan pengalaman masa kecilnya yang dihabiskan di tengah mayoritas warga muslim di Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Beliau mengisahkan pergaulan dengan rekan-rekannya yang sebagian besar beragama Islam.

“Namun sama sekali tidak ada masalah. Bahkan saya sendiri ketika itu sering ikut teman mengaji di Masjid. Dan itulah yang membentuk saya hingga dewasa,” terang Pastor Victor.

Sehingga baginya tidak ada masalah dalam hidup bersama dengan saudara-saudara yang berbeda keyakinan.

Terkait adanya pihak atau kelompok radikal yang melakukan aksi terorisme, baik Ketua FKUB Sulbar maupun Pastor Paroki Mamuju sepakat bahwa hal tersebut disebabkan adanya indoktrinasi ajaran agama yg tidak sesuai (sesat).

Bahkan Pastor Viktor lebih tegas menyatakan apabila ada umat Katolik yang memusuhi hingga menyakiti orang lain, maka itu sudah pasti dia tersesat.

“Kenapa, karena tidak ada satu pun ajaran Gereja Katolik yang membenarkan hal seperti itu,” ujar Pastor Viktor.

Ia menyatakan, Yesus sendiri yang harus menjadi teladan beriman kita, yakni tidak membalas orang yang menyakiti bahkan membunuhnya.

“Ia (Yesus) malah mendoakan, mohon pengampunan Allah kepada orang-orang yang menganiaya dia,” pesan Pastor Victor.

Dalam Silaturahmi Paskah itu, turut hadir di antaranya Badan Kesbangpol Sulbar, Perwakilan BIN Daerah, Kepala BNN Sulbar, Kepala Bais Sulbar, Kepala Perwakilan BPKP, Badan Keuangan, Polda Sulbar, dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). (Rahmat/Nis)

Author : Redaksi Trans89

Loading Comment
BERITA LAINNYA
POPULAR

RABU , 21 APRIL 2021