Lintas Agama danTokoh Deklarasi Damai Dari Tanah Papua

04 April 2021 15:33
Lintas Agama danTokoh Deklarasi Damai Dari Tanah Papua
.

JAYAPURA, TRANS89.COM – Pasca ledakan bom di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), digelar pertemuan tokoh lintas agama dalam rangka deklarasi damai dari tanah Papua.

Deklarasi damai dipimpin Wakapolda Papua, Brigjen Pol Eko Rudi Sudarto berlangsung di kediaman Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua di Komplek Stakin Gidi, Kelurahan Hinekombe, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (3/4/2021).

Hadir digiat tersebut, Danlanud Silas Papare Marsma TNI Budhi Achmadi, Ketua FKUB Papua Pdt Lipius Biniluk, Ketua MUI Papua KH Syaiful Islam Al Payage, Karo Log Polda Papua Kombes Sus Edy Tafif, Dir Lantas Polda Papua Kombes M Nasihin, Dir Pak Obvit Polda Papua Kombes Nicolas Ary Lilipaly, Dir Samapta Polda Papua Kombes Sondang RD Siagian, Kabid Propam Polda Papua Kombes Sances Napitupulu, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Gustav R Urbinas, Wakapolresta Jayapura Kota Kompol Zet Saalino, Danramil 1701 Sentani Mayor Inf Jhon F Dahar, Perwakilan Budha Papua Ponco, Perwakilan Hindu Papua I Komang A Wardana, Sekretaris FKUB Papua TH Pasaribu, Odofolo Kampung Sereh Yanto Eluay, Ketua Pemuda Mandala Trikora Ali Kabiayai.

Sekretaris FKUB Provinsi Papua,  TH Pasaribu mengatakan, kita disini akan menyampaikan pernyataan sikap kita dalam kerukunan antar umat beragama yang ada di Provinsi Papua.

“Kita akan melaksanakan pembacaan tekad deklarasi damai dari tanah Papua, dan ini bukan hanya untuk tokoh agama saja namun untuk semua orang, semua warga masyarakat yang ada di Indonesia khususnya di tanah Papua. Mari kita bersatu untuk menolak kekerasan di manapun berada baik antar umat beragama maupun dalam hal yang lainya,” katanya.

Ketua FKUB Provinsi Papua, Pdt Lipius Biniluk menyatakan, mari kita sama sama mengucapkan salam kerukunan antar umat beragama. Kita disini semuanya sama-sama baru dihubungi untuk menghadiri acara kita pada sore ini, karena kami kemarin sudah melaksanakan diskusi bersama Wakapolda melihat kondisi bangsa yang saat ini sedang diguncang berbagai masalah, baik dalam bidang agama, politik dan yang lainya.

“Memang bangsa kita saat ini dalam kondisi yang aman kelihatannya, namun yang sebenarnya terjadi banyak gejala- gejala yang membuat bangsa kita terkoyak dan semua itu harus dimusnahkan. Kita sebagai bangsa tidak bisa tinggal diam, baik dari pihak TNI/Polri maupun masyarakat, mari kita kumpul bersama, kita deklarasikan bersama untuk Papua aman dan damai,” ujar Lipius.

Menurut dia, tkoh agama, masyarakat, pemuda dan adat yang ada, berdiri disini kita semua mau Papua aman dan damai, hidup rukun sesama suku bangsa dan agama. Ke depan kalau ada yang tidak  sesuai dengan ketentuan yang ada di masyarakat baik dalam bidang agama maupun yang lainya, kita akan duduk bersama dan bicara untuk menyelesaikan masalah yang ada.

“Perlu kita ketahui bersama, bahwa adik kita yaitu Bapak Danlanud Silas Papare adalah orang yang telah membantu kita semua, membantu masyarakat yang ada di Papua, beliau yang telah mendukung keberangkatan dan kepulangan masyarakat yang ada di sini dengan menggunakan pesawat Herkules milik TNI AU secara gratis dan tidak dipungut biaya sepeserpun,” tutur Lipius.

Ia menjelaskan, dngan demikian masyarakat sangat berkesan dan sangat senang, hingga mereka berkata, kalau tidak ada Herkules maka kita semua tidak bisa melaksanakan Natal bersama keluarga.

“Papua ini sangatlah indah, yang mana kita telah menjalin hubungan kerjasama baik antara Islam dan Nasrani dengan sangat baik dan penuh hikmat serta tidak ada yang namanya radikalisme, seperti halnya dengan saya dan Ketua MUI Provinsi Papua yang mana kita sama-sama membangun juga bekerjasama dengan baik,” jelas Lipius.

Dirinya menyebutkan, kami disini betul- betul melarang adanya terorisme di tanah Papua dan kami mengutuk terorisme kalau ada disini.

“Pemerintah harus memberikan ruang kepada tokoh lintas agama untuk sama-sama berdoa dan mengajak masyarakat untuk duduk bersama membicarakan tentang hal ini sebelum semuanya terjadi di tanah Papua. Mari kita duduk bicara dan koordinasi untuk mencegah terorisme sebelum semuanya terjadi,” sebut Lipius.

Wakapolda Papua, Brigjen Pol Eko Rudi Sudarto mengatakan, seperti yang dikatakan Ketua FKUB Papua, kegiatan ini mendadak, tapi dengan itu kita dilatih untuk sigap dan cepat dalam menjalankan sesuatu sebelum terlambat.

“Sekarang kita dengan mudahnya mengakses informasi ditangan kita, dengan melalui jaringan internet yang ada kita bisa mendapatkan informasi dalam hal apapun.

“Saat ini negara kita masih dalam keadaan yang tidak aman, sehingga kita harus menyatakan sikap untuk mencegah adanya teror yang akan timbul di Provinsi Papua,” kata Eko.

Ia menyatakan atas nama pimpinan Polri dan Polda Papua, mengucapkan terimakasih atas kehadirannya untuk bersama-sama mendeklarasikan bahwa Papua aman dan damai.

“Mari bersama-sama membangun Papua, karena masa depan emas yang akan berkembang di Papua ada ditangan kita,” ujar Eko.

Danlanud Silas Papare, Marsma TNI Budhi Achmadi ucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat kepada kita semua untuk hadir disini dan sama-sama mendeklarasikan damai dari tanah Papua.

“Perlu kami sampaikan, walaupun kami hidup di udara, tapi kami sering datang ke rumah Ketua FKUB Provinsi Papua untuk shering dan terbuka guna kemanan di tanah Papua, karena kita sama-sama umat beragama harus saling hormat menghormati,” ucap Budhi.

Ia mengatakan kalau dirinya Islam namun mengutuk terorisme, karena kami di Islam harus bersinergi dan saling menghargai antar umat beragama.

“Ada nilai-nilai yang terkandung didalam Islam dan Islam yang bertindak dalam kekerasan adalah oknum Islam yang ingin memecah belah kerukunan umat beragama,” kata Budhi.

Menurut dia, agama Islam yang asli di Indonesia adalah Islam yang mampu berkolaborasi dengan agama lain. Dan Kalaupun ada nilai-nilai Islam yang menghasilkan kekerasan, kami harap mari kita sama-sama jaga.

“Islam dapat memberikan manfaat kepada kepada agama lain. Dan kami TNI/Polri mengajak kepada semua tokoh-tokoh lintas agama dan masyarakat agar terus memerangi dan mencegah adanya terorisme yang ada di tanah Papua,” tutur Budhi.

Selanjutnya pernyataan sikap deklarasi damai fari tanah Papua, berisikan naskah salam kerukunan. Kami FKUB Provinsi Papua bersama seluruh komponen masyarakat Papua menyatakan sikap atas tragedi serangan terorisme bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan aksi penyerangan di Mabes Polri.

Kami mengutuk keras dan mengecam setiap aksi terorisme bom bunuh diri tersebut.

Kami mengimbau dan mengajak seluruh komponen msyarakat dan umat beragama di Provinsi Papua untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.

Kami bertekad menjadi yang terdepan dan bersama segenap komponen bangsa untuk terus merawat kerukunan beragama femi tetap tegaknya persatuan dan kesatuan bangsa.

Kami mengajak seluruh komponen masyarakat dan umat beragama di Provinsi Papua untuk menolak segala bentuk eksploitasi isu sara, intoleransi, radikalisme dan terorisme. (Ujang/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya