Pasca Bom Bunuh Diri, Polisi Amankan Lima Bom Aktif dan Tangkap 13 Terduga Teroris di Jakarta-Makassar-Mataram

30 March 2021 05:08
Pasca Bom Bunuh Diri, Polisi Amankan Lima Bom Aktif dan Tangkap 13 Terduga Teroris di Jakarta-Makassar-Mataram
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers pasca bom buuh diri depan Gereja Katedral Makassar berlangsung di Polda Sulawesi Selatan. (Dok. Divisi Humas Polri)
.

MAKASSAR, TRANS89.COM – Polri melalui tim Detasemen Khusus (Densus) 88 bergerak cepat usai peristiwa bom bunuh diri depan Gereja Katedral, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (28/3/2021).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan jajaranya itu menangkap beberapa terduga teroris. Di Makassar, Densus menangkap empat orang yaitu AS, SAS, MR dan AA.

“Mereka berperan bersama L dan YSM (keduanya pelaku bom bunuh diri) yakni bersama-sama dalam satu kelompok kajian Villa Mutiara,” kata Kapolri dalam keterangan tertulisnya di Makassar, Senin (29/3/2021).

Menurut dia, keempat terduga teroris yang ditangkap di Makassar ini, berperan memberikan doktrin dan mempersiapkan rencana jihad serta membeli bahan-bahan peledak untuk disiapkan bom bunuh diri.

“Bersamaan dengan itu, tim Densus juga bergerak melakukan penggeledahan dan penangkapan di dua wilayah yakni Condet Jakarta Timur dan Bekasi Jawa Barat,” tutur Sigit.

Ia menjelaskan, empat terduga teroris diamankan yakni A, AH, AJ dan BS berikut barang bukti (bb) bom dan bahan peledak lainnya.

“Polisi temukan lima bom aktif. Jenis bom sumbu, 5 toples besar berisi bahan kimia peledak, sulfur, flashfolder dan termometer. Bahan-bahan ini akan diolah menjadi bahan peledak Jumlahnya 4 kg, kemudian ditemukan bahan peledak lain dengan Jumlah 1,5 kg,” jelas Kapolri.

Sigit mengungkapkan, kemudian hasil operasi penangkapan di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Densus 88 mengamankan lima terduga teroris dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“Total lima pelaku telah diamankan, serta terus dikembangkan, dan dalam waktu dekat dapat diamankan,” ungkapnya.

Untuk itu, Kapolri meminta agar masyarakat di Jakarta, Makassar, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk melakukan aktivitas seperti biasa dan tetap tenang jangan panik.

Sambung Kapolri memastikan bahwa jajarannya terus mengejar kelompok-kelompok teroris dan mengusut tuntas peristiwa bom bunuh diri ini.

“Saya imbau masyarakat tetap tenang, tidak usah panik, terkait masalah teroris merupakan tugas kami untuk mengusut tuntas,” imbuhnya. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya