Partai Gelora Indonesia Ngopi Bareng Bersama Fahri Hamzah di Sleman

30 March 2021 03:00
Partai Gelora Indonesia Ngopi Bareng Bersama Fahri Hamzah di Sleman
Partai Gelora Indonesia gelar Ngopi Gayeng dihadiri para kader Partai Gelora Indonesia di Cengkir Heritage Resto and Coffee Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. (Rafli Hamka/Trans89.com)
.

SLEMAN, TRANS89.COM – Partai Gelora Indonesia gelar Ngopi Gayeng dihadiri para kader Partai Gelora Indonesia di Cengkir Heritage Resto and Coffee Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimwea (DI) Yogyakarta, Minggu (28/3/2021).

Hadir digiat tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah, Sekretaris DPW Partai Gelora Indonesia DI Yogyakarta Setya, Ketua DPD Partai Gelora Indonesia Sleman Adiwinarso.

Kegiatan ngopi gayeng merupakan upaya sosialisasi Partai Gelora kepada masyarakat dan sebagai konsolidasi menuju gelaran pemilu serentak pada tahun 2024.

Setya mengatakan, acara ngopi bareng saat ini bukan sekedar minum kopi, tapi juga bisa membicarakan masalah politik.

“Acara ini juga dapat memberikan pencerahan dan manfaat bagi peserta,” katanya.

Sementara Fahri Hamzah menyampaikan, siklus 20 tahunan yang terjadi di Indonesia sejak reformasi 1998 telah menimbulkan kejadian-kejadian yang merugikan dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Negara Indonesia adalah negara terbesar di dunia, tapi faktanya sistem politik tidak dapat mengakomodir seluruh masyarakat,” papar Fahri.

Menurut dia, terkait dengan melemahnya kapasitas negara, dimana pada saat Soeharto lengser, tetapi institusi negara lainnya masih ada dan tetap berfungsi hingga tingkat bawah, masalahnya institusi ini diperbaharui atau tidak.

“Narkoba setiap hari ada penangkapan baik 1 gram ataupun lebih besar, sehingga kesannya narkoba ini diproduksi atau diimpor,” tutur Fahri.

Ia menjelaskan, kegalauan masyarakat akibat kapasitas pemimpin, sehingga masyarakat alergi terhadap pemimpin.

“Oleh karena itu, proses penggantian pemimpin melalui proses pemilu karena negara kita bukan kerajaan,” jelas Fahri.

Dirinya menyatakan, Partai Gelora Indonesia menjawab kegelisahan masyarakat atas kapasitas pemimpin.

“Partai Gelora lakukan pendaftaran partai dan akan dilakukan pengecekan, namun muncul wabah Covid-19, sehingga pengecekan secara online,” ujar Fahri.

Lanjut Fahri, demokrasi ada dua intinya, salah satunya adalah idealis, tetapi ternyata tidak seperti yang diharapkan sehingga timbul gelombang pikiran atau imajinasi.

“Hal inilah yang menginspirasi berdirinya Partai Gelora dengan lambangnya gelombang laut yang bertujuan untuk menggelorakan gelombang masyarakat. Kalau republik ini mau baik, maka investasinya kepada para pemuda sebagai generasi penerus bangsa,” imbuhnya. (Rafli/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya