Lindungi Keluarga dari Bahaya Rokok, Akademisi Dorong IRT Menjadi Garda Terdepan

25 March 2021 00:31
Lindungi Keluarga dari Bahaya Rokok, Akademisi Dorong IRT Menjadi Garda Terdepan
Workshop secara online bertajuk 'Perempuan Cerdas Peduli Pengendalian Tembakau', diselenggarakan lima perguruan tinggi, seperti Unsiyah Kuala Aceh, Universitas Bengkulu, Universitas Islam Bandung, Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta, dan Universitas Udayana Bali. (Aljawahr/Trans89.com)
.

BANDA ACEH, TRANS89.COM – Perempuan khususnya ibu rumah tangga (IRT) memiliki peran penting dalam pengendalian rokok atau tembakau di keluarga. Oleh karena itu, dibutuhkan pemahaman pada IRT untuk menjaga kesehatan anak-anak dan keluarga.

Hal ini terungkap dalam workshop secara online bertajuk ‘Perempuan Cerdas Peduli Pengendalian Tembakau’, diselenggarakan lima perguruan tinggi, seperti Universitas Syiah (Unsiyah) Kuala Aceh, Universitas Bengkulu, Universitas Islam Bandung, Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) Yogyakarta, dan Universitas Udayana Bali, Rabu (24/3/2021).

Workshop ini diprakarsai Institut Komunikasi dan Bisnis London School of Public Relations (LSPR) dengan dukungan Southest Asia Tobacco Alliance (SEATCA).

Program ini mengundang 5 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia untuk berkolaborasi melakukan pengabdian kepada masyarakat lintas kampus pada isu pengendalian tembakau.

Dalam pembukaannya, Wakil Rektor 4 Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, Lestari Nurhajati mengatakan, pengabdian kepada masyarakat lintas kampus ini merupakan langkah awal mendiskusikan pengembangan pengendalian tembakau di Indonesia, khususnya bagi perempuan dan anak-anak. Kegiatan ini mengundang akademisi Ilmu Komunikasi sebagai wujud kontribusi akademisi untuk bersama-sama mengembangkan ide dasar pengendalian tembakau bagi perempuan dan anak-anak.

“Konsumsi tembakau semakin tinggi terutama perempuan dan anak-anak. Pengabdian lintas kampus yang melibatkan perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia ini kami harap dapat meningkatkan upaya pengendalian tembakau bagi perempuan dan anak-anak di seluruh Indonesia,” kata Lestari.

Workshop hari ini diisi oleh dua orang narasumber, yaitu Asnil Bambani (jurnalis dan editor Media Ekonomi Kontan) serta Kiki Soewarso (akademisi Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR).

Workshop kali ini menyasar perempuan muda yang sudah berkeluarga. Hasil dari workshop, para peserta sepakat untuk bergerak aktif melindungi keluarga dari bahaya tembakau dan menjadikan IRT sebagai garda terdepan dalam melindungi keluarga.

Sebelumnya, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR dan SEATCA telah mengundang 10 perguruan tinggi negeri dan swasta lainnya dalam kegiatan serupa.

Lima belas perguruan tinggi tersebut, yaitu Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Moestopo Beragama, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Mulawarman (UNMUL), Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Negeri Surakarta (UNS), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA), ke 15 perguruan tinggi telah diajak untuk berkolaborasi.

Selama ini, upaya pengendalian tembakau di Indonesia masih terfokus pada perokok laki-laki, karena jumlahnya yang sangat tinggi.

Upaya pengendalian tembakau di Indonesia juga kurang melibatkan peran serta kelompok masyarakat rentan, seperti perempuan dan anak-anak.

Padahal menurut World Health Organization (WHO), 600.000 perempuan di dunia menjadi perokok pasif dan 64% kematian perokok pasif berasal dari kaum perempuan.

Di samping itu, perempuan memiliki peran strategis dalam lingkungan keluarga dan masyarakat sebagai agen perubahan dalam mendukung pengendalian tembakau di Indonesia yang jumlahnya makin meningkat. (Alja/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya