Pertemuan Persatuan Pedagang Pasar Kota Bahas Penempatan Pedagang Pasca Kebakaran Pasar Induk Banjarnegara

19 March 2021 03:02
Pertemuan Persatuan Pedagang Pasar Kota Bahas Penempatan Pedagang Pasca Kebakaran Pasar Induk Banjarnegara
Musyawarah para perwakilan pedagang pasar pasca terbakarnya pasar Induk Banjarnegara dikediaman Ketua Timbangan Sayur Pasar Induk Banjarnegara, Arif Sujai di Timur Pasar RT 02/05 Kelurahan Krandegan, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. (Muhammad Husni/Trans89.com)
.

BANJARNEGARA, TRANS89.COM – Pasca kebakaran pasar Induk Banjarnegara, para pedagang sayur kususnya menolak untuk direlokasi ke area depan stadion Soemitro Kolopaking Kabupaten Banjarnegara karena dianggap tidak strategis.

Sejumlah peadagang gelar musyawarah persatuan pedagang pasar kota dihadiri perwakilan dari pedagang sayur, sembako dan gerabah yang terdampak kebakaran pasar Induk Banjarnegara.

Musyawarah para perwakilan pedagang tersebut berlangsung dikediaman Ketua Timbangan Sayur Pasar Induk Banjarnegara, Arif Sujai di Timur Pasar RT 02/05 Kelurahan Krandegan, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (16/3/2021).

Hadir dipertemuan tersebut Ketua Timbangan Sayur Arif Sujai, pedagang gerabah Aziz, pedagang sayur Hail Bambang dan Sumeh, pedagang sembako Endri dan koordinatorp angkalan sayur Sigit.

Hasil dari pertemuan tersebut, Arif Sujai, mengatakan tanggal 17 Maret 2021, direncanakan akan bertemu dengan Ketua DPRD Kabupaten Banjarnegara beserta Komisi terkait untuk membahas kelanjutan aspirasi yang sudah disampaikan pasca kejadian kebakaran pasar Induk Banjarnegara.

“Dilanjutkan ke kantor Disperindakop dan UMKM Banjarnegara untuk meminta kejelasan dalam berdagang dipasar Induk Banjarnegara,” kata Arif.

Ia menyebutkan, pada pertemuan dengan Ketua DPRD dan Disperindakop dan UMKM Banjarnegara besok melalui Ketua Persatuan Pedagang Pasar Kota Banjarnegara (PPPKB), Rosyid.

Sementara Rosyid menginginkan dua hal, menolak penempatan pedagang di area depan stadion Soemitro Kolopaking Banjarnegara karena dianggap tidak strategis.

“Meminta tetap bisa berdagang diluar area pasar Induk Banjarnegara yang terbakar karena mempertimbangkan pelanggan dan akses sebab akan memasuki bulan suci Ramadhan, para pedagang ingin bisa berdagang” pinta Rosyid.

Lanjut Rosyid, rombongan pedagang nantinya akan mengajukan permohonan agar penataan nanti teknisnya diputuskan PPPKB.

“Penataan tersebut dengan dasar data dari Disperindakop dan UMKM Banjarnegara tentang jumlah pedagang yang aktif berjualan di pasar Induk Banjarnegara, agar tidak terjadi kecemburuan sosial,” imbuhnya. (Husni/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya