Sosialisasi Program Maluku Lumbung Ikan Nasional di Ternate

15 March 2021 02:33
Sosialisasi Program Maluku Lumbung Ikan Nasional di Ternate
Kementerian Kelautan dan Perikanan sosialisasi program Maluku Lumbung Ikan Nasional berlangsung di Gamalama Ballroom Sahid Bela Hotel Jalan Jati Raya Kota Ternate, Maluku Utara. (Arthur Gj/Trans89.com)
.

TERNATE, TRANS89.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI sosialisasi program Maluku Lumbung Ikan Nasional (M-LIN) berlangsung di Gamalama Ballroom Sahid Bela Hotel Jalan Jati Raya Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), Jumat (12/3/2021).

Hadir digiat tersebut, Sekprov Malut Samsuddin A Kadir, Ketau DPRD Malut Kuntu Daud, Deputi Bidang Kemaritiman Sumber Daya Maritim KKP Safri Burhanuddin, Asisten Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim KKP Ikram Malan Sangadji, Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budi Daya KKP M Rahmat Mulianda, Asisten Deputi Kemaritiman KKP Deddy Miharja.

Sambutan Sekprov Maluku Utara, Samsuddin A Kadir mengatakan, lebih 70% wilayah laut dan 30 wilayah darat Malut.

“Dengan memiliki hal tersebut merupakan anugerah yang sangat luar biasa untuk potensi perikanan, namun pengelolaan potensi tersebut masih dibawah 50%, karena kurangnya sarana dan prasarana di bidang kelautan dan perikanan,” kata Samsuddin.

Menurut dia, melalui Instruksi Presiden (Inpres) nomor 7 tahun 2012, tentang industrialisasi perikanan.

“Akhirnya pemerinta pusat hadir dengan program Maluku lumbung ikan nasional (M-LIN) yang di dalamnya terdapat Provinsi Maluku Utara sebagi salah satu sentra produksi yang akan di bangun sarana dan prasarana di bidang kelautan dan perikanan,” tutur Samsuddin.

Ia meyatakan, sesuai dengan konsep penataan lumbung ikan nasional di Maluku Utara, kami telah memiliki satu Sentra Kawasan Perikanan Terpadu (SKPT) di Morotai.

“Kami ada tiga sentral yang akan diajukan untuk dibangun SKPT, yaitu Sofifi Kota Tidore Kepulauan, Panambuang Bacan Kabupaten Halmahera Selatan, Aini Kabupaten Kepulauan Sula,” ujar Samsuddin.

Asisten Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim KKP, Ikram Sangadji mengatakan, kita harus siapkan sumber daya manusia (SDM) kita, karena Maluku Utara sudah di tunjuk oleh pemerintah pusat sebagai lumbung ikan nasional.

“Sudah waktunya kita membangun negeri kita melalui program M-LIN. Lautan kita penuh dengan sumber daya alam (SDA), pemerintah pusat sudah membuat program agar masyarakat nelayan kita bisa sejahtera dari segi ekonomi dan juga tentunya bagi para pelaku usaha yang ada di Maluku Utara,” kata Ikram.

Dirinya menyampaikan, para nelayan kita akan mendapat bantuan untuk melaut dengan dibuatnya program pengadaan fasilitas untuk penangkapan dan juga tempat penjualan, juga para pelaku usaha juga sudah menyiapkan tempat penampungan.

“Dengan itu kita dapat menjual hasil laut kita sendiri langsung ke luar negeri,” papar Ikram.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim KKP, Safri Burhanudin menyatakan, KKP telah mendanai program M-LIN dalam rapat Komisi IV DPR dan mendukung penuh KKP untuk alokasi dana M-LIN ini.

“DPR sudah mengusulkan alokasi anggaran 2021 sebesar Rp3,4 triliun. Dan untuk LIN Rp3,2 triliun, sisanya program sarana-prasana desa wisata bahari dan pengangkatan barang muatan kapal tenggelam (BMKT) di 100 kawasan,” ujar Safri.

Lanjut Safri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut harus fokus pada pemberdayaan nelayan kecil.

“Langkah pertama harus dilakukan dengan memberikan prioritas penguatan masyarakat wilayah pesisir hingga LIN tak jadi bencana di kemudian hari. Penyiapan dengan memulai dari armada, bongkar muat dan tata niaga,” imbuhnya. (Arthur/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya