Aksi Kamisan Tegal Suarakan Penggusuran Untuk Pembangunan Islamic Center Batang

12 March 2021 02:57
Aksi Kamisan Tegal Suarakan Penggusuran Untuk Pembangunan Islamic Center Batang
Kelompok Aksi Kamisan Tegal unjuk rasa menyikapi pembangunan Islamic Center Kabupaten Batang, berlangsung di Alun-alun Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan Mangkukusuman, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah. (Muhammad Husni Thamrin/Trans89.com)
.

TEGAL, TRANS89.COM – Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Aksi Kamisan Tegal dipimpin Ricky Ricardo Itlay unjuk rasa menyikapi pembangunan Islamic Center Kabupaten Batang, berlangsung di Alun-alun Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan Mangkukusuman, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (11/3/2021).

Mass aksi membawa spanduk bertuliskan, Aksi Kamisan Tegal. Sementara poster bertuliskan, panjang umur akal sehat kemanusiaan dan kebangsaan, panjang umur perlawanan, panjang umur hal baik. Everything will be ok keep on fighting for freedom and justice (semuanya akan baik-baik saja, terus berjuang untuk kebebasan dan keadilan).

Kemudian bertuliskan, Munir tetap hidup dalam jiwamu yang melawan, pemerintah jangan anti kritik, siaga gusur paksa solidaritas untuk Batang, tuntaskan kasus pelanggaran HAM, lawan impunitas, hidup korban, jangan diam lawan. Tolak penggusuran Pemkab Batang.

Tuntutan Ricky Ricardo Itlay mengatakan, pembangunan Islamic Center oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang yang merampas hak warga RT03/RW03 Petamanan Kawasan Pangkalan Truk Banyuputih, Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang memasuki babak baru.

“Sejak awal penolakan sudah disuarakan oleh masyarakat kebanyakan. Karena sejatinya telah melanggar hak asasi manusia (HAM), seperti hak atas tempat tinggal, pekerjaan, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya,” kata Ricky.

Menurut dia, rencana pembangunan Islamic Center terbukti melahirkan diskriminasi dengan terjadinya pengukuran rumah warga pada Senin 8 Maret 2021.

“Padahal disaat yang sama, tengah berlangsung mediasi antara Gubernur Jawa Tengah, Bupati Batang dan Kompas HAM,” tutur Ricky.

Ia menyatakan, bupati secara arahan tidak menghormati proses yang sedang berlangsung, bahkan salah satu mahasiswa diamankan oleh aparat, sebelumnya warga juga sudah berjaga di sekitar kawasan tersebut.

“Pengukuran untuk pembangunan Islam Cenderung tidak sesuai dengan semangat penanggulangan pandemi Covid-19. Seharusnya Pemkab Batang menangani pandemi karena keselamatan rakyat harus menjadi prioritas dan menjadi hukum yang tertinggi, mengingat kasus Covid-19 cukup tinggi,” ujar Ricky.

Ironisnya, kata Ricky, penggusuran dilakukan pada saat peringatan Hari Internasional Women Day (IWD)/Hari Perempuan Internasional (HPI) yang seharusnya dijadikan sebagai memendam untuk melawan diskriminasi terhadap warganya.

“Berdasarkan hal itu, sudah seharusnya seluruh elemen masyarakat bersatu padu menyiapkan barisan untuk ikut membersamai warga yang terdampak dalam menyuarakan penolakan terhadap pengukuran dan perampasan ruang hidup serta segala bentuk diskriminasi yang melanggar HAM,” katanya.

Aksi Kamisan Tegal digelar Mahasiswa Universitas Pancasakti (UPS) Kota Tegal dan baru kali ini dilakukan di Kota Tegal. (Husni/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya