Ditengah Keterbatasan, Para Guru SMK Negeri 1 Mamuju Tetap Semangat Efektifkan PJJ

06 March 2021 22:56
Ditengah Keterbatasan, Para Guru SMK Negeri 1 Mamuju Tetap Semangat Efektifkan PJJ
Para guru SMK Negeri 1 Mamuju tidak mengurangi semangatnya unntuk terus mengefektifkan PJJ di tengah pandemi Covid-19. (Adhy Putra Siregar/Trans89.com)
.

MAMUJU, TRANS89.COM – Para guru SMK Negeri 1 Mamuju tidak mengurangi semangatnya unntuk terus mengefektifkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tengah pandemi Covid-19.

Meskipun tidak bertatap muka langsung dengan metode pembelajaran daring (online) menjadi pilihan langsung untuk menjalin komunikasi antara guru dan siswa.

 

Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Negeri 1 Mamuju, Makhmudi mengatakan, PJJ atau pembelajaran jarak jauh ini tentunya tidak semudah dalam pelaksanaannya.

“Dengan model pembelajaran darurat seperti ini (PJJ), ada banyak hambatan yang terjadi dalam pelaksanaannya,” kata Mahmudi di Mamuju, Sabtu (6/3/2021).

Menurut dia, masalah apapun dalam proses PJJ tentu tidak menyurutkan kami untuk tetap kreatif mencari solusi agar para siswa kami tetap mengikuti pelajaran.

“Kami tetap mencari solusi sesuai dengan keadaan dan kemampuan manajemen sekolah, guru, siswa dan fasilitas pendukung untuk menyelenggarakan layanan pendidikan secara daring yang efektif dengan tidak mengabaikan penguatan karakter siswa di tengah pandemi,” tutur Mahmudi.

Sementara Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kurikulum dan Pengajaran SMK Negeri 1 Mamuju, Nurjayadin menyatakan, proses PJJ atau pembelajaran jarak jauh ini sejak bulan April 2020 hingga saat ini dilakukan melalui internet.

“Jadi PJJ yang dilaksanakan guru datang di sekolah untuk mengajar sesuai itikad guru-guru dengan memanfaatkan fasilitas wifi di sekolah,” ujar Nurjayadin.

Ia menjelaskan, kendala di siswa, pertama tidak semua siswa punya fasilitas misalnya HP android tetapi pulsa datanya tidak ada, atau keduanya tidak ada, atau HP androidnya anak ada tetapi tempat tinggalnya tidak ada signal.

“Termasuk teknisnya kita pembelajaran susah untuk menjelaskan. Siswa sangat susah untuk menerima atau memahami pembelajaran karena keterbatasan. Kita mau zoom pada aplikasi zoom meeting itu butuh banyak data yang harus disiapkan. Guru misalnya punya data, atau pakai wifi sekolah sementara siswanya tidak punya,” jelas Nurjayadin.

Lanjut Nurjayadin, adanya bantuan pemerintah terakhir Bulan Februari dan ini sudah Maret tidak ada lagi, itu pun tidak semua siswa dapat bantuan kouta belajar, ini kendala semua.

“Maka solusinya kita guru-guru diarahkan bergerak untuk bagaimana caranya siswa bisa mengikuti pembelajaran. Misalnya ada anak-anak yang tidak bisa ikut di pembelajaran daring PJJ, maka siswa di arahkan menemui temannya yang punya fasilitas untuk mendapatkan materi pembelajaran,” imbuhnya. (Adhy/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya