Senjata Baru Pindad Tembakan Peluru 700 Butir Permenit, Digunakan Latihan Detasemen Kawal Khusus Kemenhan

05 March 2021 02:05
Senjata Baru Pindad Tembakan Peluru 700 Butir Permenit, Digunakan Latihan Detasemen Kawal Khusus Kemenhan
Senjata produksi Pindad keluaran terbaru SS2-V5 A1 digunakan di latihan tembak Detasemen Kawal Khusus Kemenhan di Pusdiklat Kopassus, Batujajar, Bandung Barat, Jawa Barat. (Humas Pindad)
.

BANDUNG, TRANS89.COM – Senjata buatan Pindad yang digunakan dalam program pelatihan Detasemen Kawal Khusus Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI lakukan latihan menembak dan koreksi senjata adalah SS2-V5 A1 dan pistol G2 Combat.

Detasemen kawal khusus Kemhan gelar latihan menembak dan koreksi senjata berlangsung di Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Kopassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar).

Kegiatan Detasemen kawal khusus Kemenhan ini dimulai dari tanggal 27 Januari 202, dan rencanana kegiatan akan dilaksanakan selama 40 hari kedepan.

Sekretaris Perusahaan PT Pindad Krisna Cahyadianus mengatakan, senjata SS2-V5 A1 merupakan salah satu varian SS2 terbaru, memiliki desain yang ergonomis, tahan terhadap kelembaban tinggi, memiliki beban yang lebih ringan, dan dapat menambah kenyamanan pengguna.

“SS2-V5 A1 ini merupakan versi terbaru dari SS2-V5, dimana desain yang paling kontras terdapat pada popor lipat SS2-V5 yang diganti menjadi popor dengan model teleskopik,” kata Krisna dalam siaran persnya baru-baru ini.

Menurut dia, senjata SS2-V5 A1 hadir untuk memenuhi kebutuhan operasi pada aspek kecepatan tembakan dan bidikan, dilengkapi dengan fasilitas picatiny rail, baik pada bagian samping maupun atas yang berfungsi untuk lasser point maupun senter.

“Hal ini efektif pada pertempuran dalam ruangan yang minim cahaya,” tutur Krisna.

Ia menyebutkan, kaliber peluru yang digunakan pada SS2-V5 A1 adalah standar NATO yaitu 5.56 x 45 mm dengan rata-rata tembakan peluru 700 butir/menit.

“Kecepatan peluru dapat mencapai hingga 720 m/detik dengan jarak tembakan efektif sejauh 200,” sebut Krisna.

Selain menggunakan senjata SS2-V5 A1, Krisna mengungkapkan, kegiatan latihan menembak Detasemen Kawal Khusus Kementerian Pertahanan RI juga menggunakan G2 Combat Pistol.

“Latihan menembak ini juga dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah. Seluruh instruktur serta peserta diwajibkan untuk menggunakan masker, hingga mengatur jumlah peserta yang melaksanakan kegiatan,” ungkapnya. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya