Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Mamuju Tengah Geruduk Kantor Polres, Ini Masalahnya

05 March 2021 10:37
Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Mamuju Tengah Geruduk Kantor Polres, Ini Masalahnya
Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Mamuju Tengah unjuk rasa di halaman kantor Polres Mateng di Benteng, Kabupaten Mateng, Sulawesi Barat. (Uchon/Trans89.com)
.

MAMUJU TENGAH, TRANS89.COM – Puluhan massa mengatasnamakan dirinya Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Mamuju Tengah unjuk rasa terkait adanya dugaan pemukulan terhadap masyarakat Mamuju Tengah (Mateng) oleh oknum polisi.

Aksi itu melatarbelakangi adanya postingan di sosial media (sosmed) akun facebook (FB) yang menyebutkan diduga terjadi tindak pemukulan terhadap salah satu kurir oleh oknum aparat kepolisian.

Menilai hal tersebut, massa dipimpin Nirwan lakukan aksinya di halaman kantor Polres Mateng di Benteng, Kabupaten Mateng, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (4/3/2021).

Nirwan mengatakan, jauh sebelum adanya kantor Polres Mateng, kami sangat menginginkan kantor tersebut berada di tengah-tengah kami, agar aktivitas hari-hari kami berjalan dengan baik dan aman sebagaimana mestinya.

“Dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, pasal 30 ayat (4), dijelaskan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum,” kata Nirwan.

Menurut dia, dengan adanya dugaan tindakan represif oknum kepolisian yang kami anggap bermental preman, sangat menyengsarakan masyarakat.

“Segenap kepercayaan kami kepada kepolisian seakan menipis. Untuk memperbaiki nama institusi (kepolisian), maka kami menganggap perlu adanya perbaikan internal kepolisian Polres Mateng,” tutur Nirwan.

Ia meminta jalankan aturan perundang-undangan sebagaimana mestinya, dan copot oknum yang merusak nama baik institusi.

“Jika hal ini tidak diindahkan, maka kami atas nama masyarakat Mateng akan melayangkan surat ke Kapolda Sulbra untuk segera memindahkan Kapolres Mateng yang kami anggap kurang tegas terhadap anggotanya,” pinta Nirwan.

Sementara Sahdan Husen menyatakan, kami turun aksi karena melihat banyaknya kasus yang sering dilakukan oleh oknum kepolisian yang dapat meresahkan masyarakat Mateng.

“Kalau ada oknum polisi yang ingin merusak nama baik kepolisian di Mateng, kami harap ditindak dan dipindah dari Mateng, karena kami anggap oknum tersebut sudah bersifat preman dan kami pemuda Mateng tidak membutuhkannya,” ujar Sahdan.

Tanggapan Kapolres Mateng, AKBP Muh Zakiy menyampaikan, terkait insiden dugaan pemukulan yang terjadi beberapa waktu yang lalu, pihaknya telah menindak lanjutinya.

“Kasus pemukulan anggota PDAM kemarin kita sudah sidang dan telah ditahan (sel) selama 14 hari. Selain itu, sangsi lainnya penundaan pangkat satu periode dan penundaan berkala satu periode,” papar Zakiy.

Kapolres mengungkapkan, untuk kasus dugaan pemukulan yang dilakukan oknum polisi yang berinisial E terhadap kurir itu tidak terbukti, namun kami tetap tindaki dengan di sel atau ditahan.

“Kami malu, walaupun tidak dilakukan tetap kami malu. Berikan saya waktu untuk membinanya, kalau tidak bisa, berikan ke Kasi Propam untuk dipindahkan kemana saja,” ungkap Zakiy.

Selaku Kapolres, Zaky siap dicopot dari jabatan kalau memang sudah tidak disenangi oleh masyarakat Mateng.

“Saya sebagai kapolres sudah melaksanakan tugas sesuai UU dan aturan yang berlaku. Dan kami sudah melakukan sanksi terhadap anggota kepolisian Polres Mateng bagi yang melanggar aturan,” pungkasnya. (Uchon/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya