Aksi Lanjutan Warga Lingkar Tambang Meminta Pemda Halmahera Tengah Desak PT IWIP Realisasikan Tuntutannya

05 March 2021 01:57
Aksi Lanjutan Warga Lingkar Tambang Meminta Pemda Halmahera Tengah Desak PT IWIP Realisasikan Tuntutannya
Front Peduli Lelilef dan Aliansi Himpunan Mahasiswa Halmahera Tengah gelar aksi lanjutan keliling di Kota Weda membagikan selebaran dan aksi di kantor Pemda Kabupaten Halteng, Maluku Utara. (Arthur Gj/Trans89.com)
.

HALMAHERA TENGAH, TRANS89.COM – Puluhan massa dari Front Peduli Lelilef dan Aliansi Himpunan Mahasiswa Halmahera Tengah (Halteng) gelar aksi lanjutan menuntut Pememrinta Daerah (Pemda) Kabupaten Halteng dan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang mengabaikan kesejahteraan buruh dan masyarakat lingkar tambang.

Aksi lanjutan dipimpin Boby Trysutrisno dan Fardin Basrah berkeliling di Kota Weda membagikan selebaran dan aksi di kantor Pemda Kabupaten Halteng, Maluku Utara (Malut), Rabu (3/3/2021).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, PT IWIP abaikan kesejahteraan buruh dan masyarakat lingkar tambang.

Tuntutan massa aksi, Boby Trysutrisno meminta transparansi anggaran corporate social responsibility (CSR) atau tanggungjawab sosial perusahaan.

“Kami mendesak kepada Pemda Halteng selamatkan buruh lokal yang di pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh PT IWIP,” pinta Boby.

Ia menyatakan, Pemda Halteng harus memperhatikan masalah lingkungan dan membangun fasilitas umum.

“Kami juga menolak rencana detil tata ruang (RDTR) PT IWIP dan meminta disahkannya rencana tata ruang wilayah (RTRW),” ujar Boby.

Menurut dia, Pemda Halteng harus mengambil kebijakan untuk menutupi keresahan buruh lokal, dan mendesak Pemda Halteng dan PT IWIP hadirkan perpustakaan buku mahasiswa Lelilef di Kota Ternate.

“Kami juga mendesak Pemda Halteng dan PT IWIP hadirkan dua unit mobil pengangkutan di Lelilef, hadirkan beasiswa pendidikan lingkar tambang, dan stop perampasan ruang hidup lingkar tambang,” tutur Boby.

Perwakilan massa aksi sebanyak tiga rang diketuai dipimpin Fardin Basrah lakukan pertemuan dengan Sekda Kabupaten Halteng, Yanto M Asri didampingi para Asisten, Kepala Badan Kesbangpol dan Kasatpol PP Halteng.

Hasil pertemuan tersebut, pihak Pemda Halteng menerima surat tuntutan para pengunjuk rasa, dan pihak Pemda Halteng berjanji untuk membahas tuntutan tersebut dengan Bupati dan Wakil Bupati Halteng, instansi terkait serta akan bertemu dengan pihak perusahaan PT IWIP untuk membahas tuntutan para pengunjuk rasa tersebut.

Selanjutnya penyerahan secara simbolis surat tuntutan pengunjuk rasa dari Fardin Basrah kepada Sekda Kabupaten Halteng, Yanto M Asri di halaman kantor bupati. (Arthur/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya