Polres Pasangkayu Ungkap Perdagangan Anak Dibawah Umur, Amankan Dua Pelaku Dari Dua Korban

03 March 2021 17:15
Polres Pasangkayu Ungkap Perdagangan Anak Dibawah Umur, Amankan Dua Pelaku Dari Dua Korban
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM– Polres Pasangkayu melalui Satuan Reskrim mengungkapkan kasus perdagangan anak di salah satu Cafe di lokasi Pantai Salukaili, di Kecamatan Baras. Hal ini disampaikan langsung Wakapolres Kompol Ade Chandra didampingi Kasat Reskrim AKP Pandu Arief Setiawan dalam Press Reliase, di Aula Humas Mapolres Pasangkayu, Rabu 3 Maret.

Pengungkapan diawali dengan adanya laporan polisi bernomor LP B/ 17/1/ 2021 / SPKT / Res. Pasangkayu, pertanggal 18 Februan 2021, diketahui korban masih dibawah umur berisinial Pr. UK (16) dan Pr. F (14) keduanya beralamat KTP Polewali Mandar.

Kompol Ade Chandra mengatakan, pengungkapan kasus dengan jumlah dua orang pelaku berkat kerjasama dengan jajaran Polres Polman untuk ditindaklanjuti. Dan
ini juga merupakan bagian dari program bapak Kapolri terkait dengan presisi, seperti kejahatan terhadap perempuan dan kelompok rentan.

“Saat ini pelaku sudah kita amankan, inisial R kelahiran Bala tahun 2001, Alamat Kelurahan Bala Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar. Dan N, kelahiran Asera 1987, Alamat Lingkungan Pantai Batu Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, sebagai memiliki Cafe di Pantai Salukaili,” jelas Ade Chandra.

Kasat Reskrim AKP Pandu Arief menjelaskan, adapun kronologisnya, awal mula tersangka inisial (R) ini tiba di Polman dan menemui kedua korban tersebut dengan menawarkan pekerjaan disebuah Warkop. Setelah korban mau, tanpa seizin orang tua korban, pelaku inisial (R) membawa kedua korban ke Pasangkayu, diantar ke sebuah kafe dan dipertemukan dengan pemilik kafe. Setelah bertemu, tersangka inisial (R) menerima sejumlah uang atas jasanya dari tersangka inisial (N) Rp. 800.000 perorang.

Kedua korban tersebut masih bersekolah dan itu sudah disampaikan kepada kepada pelaku dan korban sempat menolak untuk bekerja sebagai pelayan di kafe tersebut. Karena korban mengetahui bahwa di kafe itu menjual miras dan melayani tamu. Tapi tersangka (R) ini sempat memaksa dan meminta sejumlah uang jika korban ini mau pulang.

Kedua korban ini tinggal dirumah pemilik Cafe dan bekerja di kafe selama 3 hari dan sempat terjadi praktek prostitusi. Setelah ada laporan dari salah satu orang tua korban, akhirnya penyidik Satreskrim Polres Pasangkayu Unit PPA, melakukan penyelidikan dan benar telah terjadinya tindak pidana perdagangan orang atau Traffikicking dan perdagangan anak di kafe tersebut.

“Nah, berdasarkan hasil penyelidikan itu kami melakukan penangkapan,” urai Pandu.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan baik dari korban maupun tersangka yakni ada dua buah Handphone, uang tunai sisa pembayaran upah untuk mencari korban dari pemilik kafe. Kemudian sisa uang, upah korban setelah melayani tamu di dalam kamar kafe tersebut.

“Jadi telah terjadi praktek prostitusi dan anak ini dipaksa untuk melayani tamu dan membayar sejumlah uang dengan alasan sebagai sewa tempat. Juga ada pakaian serta selimut korban yang kami sita saat di TKP,” sambung Pandu.

Lebih lanjut Pandu menjelaskan, kedua tersangka saat ini disangkakan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 83 junto pasal 76F Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan penjara paling rendah 3 tahun dan maksimal 15 tahun.

“Untuk kedua orang pelaku sudah kami tahan dan sekarang berada di Rutan Polsek Pasangkayu, kami tidak bawa saat ini karena kondisi kesehatannya. Sementara kedua orang korban telah kami kembalikan kepada orang tuanya,” tutup Kasat Reskrim. (Andi).

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya