Wakili HMP KPI UIN Ar-Raniry Banda Aceh Tingkat Nasional, Afdha Usul Kemah Budaya di Rakernas IMIKI

01 March 2021 00:46
Wakili HMP KPI UIN Ar-Raniry Banda Aceh Tingkat Nasional, Afdha Usul Kemah Budaya di Rakernas IMIKI
Wakili HMP KPI UIN Ar-Raniry Banda Aceh Tingkat Nasional, Afdha Usul Kemah Budaya di Rakernas IMIKI yang dilaksanakan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. (Aljawahir/Trans89.com)
.

MAKASSAR, TRANS89.COM – Rapat kerja nasional (Rakernans) Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (IMIKI) ke X diikuti oleh berapa kampus di Indonesia, mulai dari Aceh, Palembang, Bandung, Samarinda, Mamuju, Sumbawa, Kendari dan Makassar.

Agenda Rakernas tahunan IMIKI ke X berlangsung dari tanggal 25 hingga 28 Februari 2021, mengusung tema, ‘mengarungi samudera informasi, berkarya bersama IMIKI, demi mewujudkan integritas itikad kerja komunikasi’, di laksanakan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pembukaan Rakernas IMIKI (Ilmu Komunikasi) dibuka dari Perwakilan DPA Wilayah 5.

“Disini kita memprioritaskan pembahasan mengenai program-program kerja yang rekan-rekan semua usulkan nantinya,” kata Andis.

Pengurus Pusat (PP) IMIKI menyampaikan program kerjanya masing-masing, mulai dari bidang keorganisasian hingga bidang advokasi dan kajian.

Perwakilan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Komunikasi dan penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menyampaikan usulan program kerjanya disesi forum Rakernas IMIKI ke X Nasional.

“Saya selaku perwakilan HMP KPI mengusung program kerja unggulan tahunan. Nah, saya mencoba menganalisis potensi budaya di Indonesia, karena budaya salah satu jalan mempererat silahturahmi kita bersama. Jadi dengan hadirnya IMIKI dapat berkolaborasi membuat kemah budaya,” papar Afdah.

Ia berharap, nanti seluruh delegasi yang mengikuti kemah budaya ini, baik perwakilan dari wilayah, cabang, PPT, dan HMJ harus mengunakan atribut budaya dan saling menukar isu budaya yang terjadi di masing-masing wilayah.

“Kemah budaya dibalut untuk memperoleh isu-isu aktual yang terjadi, dan kita bisa mengadvokasi isu tersebut ke pihak stackholder Indonesia. Sampai saat ini saya masih melihat angka konflik di suku perwilayah itu sangat besar,” ungkap Afdha mewakili HMP KPI KPI Ar-Raniry Banda Aceh.

Lanjut Afdha, toh dengar hadirnya kemah budaya di program kerja IMIKI, kita bisa mempromosikan budaya Indonesia ke seantero negeri.

“Kita juga meminimalisir konflik di suku masing-masing wilayah dengan kita advokasi bersama, apa sih permasalahan sebenarnya yang terjadi di suku atau budaya tersebut,” sambungnya.

Presidium Sidang IMIKI memasukkan usulan tersebut ke buku agenda Raker, dan hal itu nantinya akan dibahas bersama DPA IMIKI Indonesia.

Prioritas program kerja kemah budaya selalu menjadi alat silahturahmi nasional. Hadirnya program kerja ini dapat membawa nama Indonesia dengan dalih membangun cita-cita semangat nilai juang NKRI,” pungkas Afdah. (Alja/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya