Polres Serdang Bedagai Ciduk Lima Tersangka Pemerkosa Siswi SMP

01 March 2021 00:50
Polres Serdang Bedagai Ciduk Lima Tersangka Pemerkosa Siswi SMP
Satuan Reskrim Polres Serdang Bedagai menangkap lima tersangka pelaku pemerkosaan terhadap korban seorang siswi SMP. (Humas Polres Sergai)
.

SERDANG BEDAGAI, TRANS89.COM – Satuan Reskrim Polres Serdang Bedagai menangkap lima tersangka pelaku pemerkosaan terhadap korban seorang siswi SMP.

Kelima tersangka adalah KR alias Bodong (18), MF alias Frank (20), MRA alias Roma (19), AK alias Kurik (23) dan EK alias Edo (19), dimana ke-limanya menetap di Desa Ujung Negeri Lahan, Kecamatan Bintang Bayu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut).

Wakapolres Serdang Bedagai, Kompol Sofyan didampingi Kasatreskrim AKP Pandu Winata, Kasubbag Humas AKP Sopyan SPd dalam konferensi persnya di halaman Mapolres Sergai mengungkapkan kronologis kasus tersebut.

Sofyan mengungkapkan, kasus pemerkosaan yang digilir kelima tersangka terhadap korbannya NF (14) setelah sepupunya CA (15) menceritakan kejadian tersebut kepada ibu korban, Sariani (28) di kediamannya di Desa Klambir Lima, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumut.

“Mengetahui peristiwa itu, ibu korban langsung melaporkannya ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak PPA Satreskrim Polres Sergai pada Minggu 17 Januari 2021,” ungkap Sofyan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/2/2021).

Menurut dia, CA mengungkapkan bahwa mereka berdua mengenal para tersangka pada acara hajatan pesta perkawinan dengan hiburan keyboard di Dusun III, Desa Silau Rakyat, Kecamatan Sei Rampah pada Kamis 7 Januari 2021 malam.

“Setelah berkenalan dengan menumpang sepeda motor tersangka, keduanya dibawa melihat balap liar di Jalinsum SEI Bamban, dan hingga Jumat 8 Januari 2021 pukul 02.00 WIB,” tutur Sofyan.

Ia menyebutkan, selanjutnya kedua korban meminta kepada para tersangka untuk mengantarkan pulang ke rumah nenek CA di daerah Perbaungan, akan tetapi di tengah perjalanan persisnya di tengah gelapnya rerimbunan perkebunan kelapa sawit, korban dipaksa tersangka untuk membuka baju dan celana.

“Karena terpaksa, NF menuruti kemauan tersangka, namun CA menolaknya. Akhirnya NF diperkosa dengan cara digiliri, dimulai tersangka K alias Bodong, lalu MF alias Frank, kemudian AK alias Kurik, selanjutnya EK alias Edo, dan mendapat jatah terakhir MRA alias Roma,” sebut Sofyan.

Setelah dilaporkan ibu korban, lanjut Wakapolres, Senin 15 Februari 2021 sekitar pukul 14.00 WIB, petugas Opsnal Satreskrim melakukan penyelidikan.

“Informasi dari ibu korban bahwa tersangka EK alias Edo melakukan chatting (whatsapp) dengan CA,” ujar Sofyan.

Dirnya menjelaskan, CA diminta untuk chatting dengan EK alias Edo meminta untuk bertemu dan dijemput.

“Merasa menang banyak, tanpa sadar tersangka sudah masuk target polisi. Akhirnya tersangka menjumpai CA di lokasi yang telah disepakati. Di TKP (tempat kejadian perkara) tersangka Edo langsung ditangkap,” jelas Sofyan.

Selanjutnya, kata Wakapolres, petugas mengundang ke empat temannya untuk bergabung untuk ‘menggarap’ CA di lokasi yang telah dijanjikan.

“Pada pukul 19.00 WIB, hanya tersangka MF alias Frank yang datang di Stadion Dolok Masihul. Di lokasi ini langsung saja tersangka Frank diciduk. Namun ketiga rekannya yang diundang untuk bertemu di Stadion Dolok Masihul tidak bisa hadir,” kata Sofyan.

Lalu, masih Sofyan, kembali disepakati pertemuan dengan chatting dari CA untuk bertemu di Titi Bapel Kampung Dilam yang tak jauh dari rumah tersangka AK alias Kurik.

“Ketiga tersangka datang bersama ke lokasi (TKP), yaitu AK alias Kurik, MRA alias Roma dan K alias Bodong,” sambung Wakapolres.

Wakapolres menyampaikan, diduga hawa nafsu untuk kembali beraksi untuk ‘menggiliri’ dengan sasaran CA melumpuhkan otak nalar kelima tersangka.

“Dengan sigap petugas Satreskrim menciduk ketiganya untuk bergabung dengan dua rekannya. Kelima tersangka selanjutnya diboyong ke Unit PPA Satreskrim Polres Sergai guna diproses lebih lanjut,” papar Sofyan.

Sofyan menyatakan, para tersangka dijerat Pasal 81 ayat 1,2,3 jo Pasal 76 d subs Pasal 82 ayat 1,2 Jo Pasal 76 e dari Undang-undang (UU) RI Nomor 17 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak.

“Ancamannya 15 tahun penjara, karena dilakukan secara bersama-sama ditamba sepertiga dari ancaman, sehingga menjadi 20 tahun penjara. Selain itu, turut diamankan barang bukti (BB) 3 unit sepeda motor, 1 potong jaket sweater, 1 potong kaos merah dan 1 potong celana jeans biru,” pungkas Wakapolres. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya