Gerakan Mudà Peduli Nusantara DKI Jakarta Unjuk Rasa di PT Kalbe Farma, Ini Tuntutannya

28 February 2021 16:00
Gerakan Mudà Peduli Nusantara DKI Jakarta Unjuk Rasa di PT Kalbe Farma, Ini Tuntutannya
Gerakan Mudà Peduli Nusantara DKI Jakarta unjuk rasa di kantor PT Kalbe Farma Jalan Letjen Soeprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. (Bagus Prasetyo/Trans89.com)
.

JAKARTA, TRANS89.COM – Sejumlah massa dari Gerakan Mudà Peduli Nusantara DKI Jakarta dipimpin Afandi Tamagola unjuk rasa di kantor PT Kalbe Farma Jalan Letjen Soeprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (26/2/2021).

Massa aksi membawa spanduk dan poster bertuliskan, usut tuntas dugaaan suap dan kongkalikong Kalbe Farma terhadap dokter, #tutupkalbefarma.

Orasi Afandi Tamagola mengatakan, Indonesia sebagai negara hukum dan hukum harus dijunjung tinggi oleh semua orang agar tercipta kehidupan yang adil dan merata bagi setiap masyarakat.

“Terkait dengan kasus dugaan pemberian grafitikasi oleh perusahaan farmasi dalam hal ini PT Kalbe Farma Tbk kepada para dokter jelas sangat merugikan para pasien,” kata Afandi.

Menurut dia, hal tersebut sangat mengancam dunia kesehatan di Indonesia, khususnya terhadap pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Tentunya kasus dugaan pemberian gratifikasi oleh perusahaan farmasi kepada para dokter jelas merugikan pasien,” tutur Afandi.

Ia menyebutkan, tak halnya kantong pasien terkuras lebih dalam, keselematan pasien pun terancam karena obat asli tapi palsu alias aspal pun marak beredar akibat harga obat generik bermerek yang selangit.

“Kalangan masyarakat miskin lebih percaya pada obat aspal ketimbang obat generik. Dalam kondisi tersebut, persaingan antar produsen obat generik bermerek pun kian tajam, sehingga mereka tak segan memberi gratifikasi kepada para dokter agar meresepkan obat pabrikannya kepada pasien,” sebut Afandi.

Dirinya menyatakan, selain itu, PT Kalber Farma juga mengguyur dokter dengan komisi, bonus, dan berbagai fasilitas agar meresepkan obat yang diproduksi mereka.

“Akibat praktek kotor produsen dan ulah sebagian dokter rakus, nyawa pasien bias melayang, pasien harus diselamatkan dari konspirasi kejahatan kerah putih ini,” ujar Afandi.

Lanjut Afandi, Kementrian Kesehatan (Kemenkes), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Asosisasi Perusahaan Farmasi dan KPK harus bekerja serius untuk mengungkap borok yang telah lama tersimpan ini.

“Aib dunia kesehatan ini mesti dibongkar hingga ke akar-akarnya,” imbuhnya.

Massa aksi tidak mendapatkan tanggapan dari pihak manejemen PT Kalbe Farma. (Bagus/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya