KKSS Jayapura Tasyakuran dan Ramah Tamah

27 February 2021 17:54
KKSS Jayapura Tasyakuran dan Ramah Tamah
BPD Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Kabupaten Jayapura gelar tasyakuran dan tamah tamah di halaman Masjid Agung Al-Aqsha Jalan Raya Sentani-Hawai, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. (Ujang Karuhun/Trans89.com)
.

JAYAPURA, TRANS89.COM – Tokoh Sulawesi Selatan (Sulsel) di Kabupaten Jayapura Faisal Saleh dan Tri Mulyadi gelar tasyakuran dan tamah tamah dengan Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Jayapura atas keberhasilan studynya meraih gelar doktor, berlangsung di halaman Masjid Agung Al-Aqsha Jalan Raya Sentani-Hawai, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (27/2/2021).

Penyampaian kilas balik pendidikan dua Tokoh Sulawesi Selatan di Kabupaten Jayapura, yaitu Faisal Saleh dan Tri Mulyadi oleh Dosen Pembimbing dan Penguji, Ahmad mengatakan, gelar doktor adalah gelar yang terhormat bagi seseorang, oleh karena itu, ini moralitas dan pertarungan harga diri juga menjadi penting.

“Ini adalah gelar yang terhormat, karena setiap saat kita dipanggil doktor. Menurut saya, dua orang ini sangat gigih dan konsentrasinya penuh, karena itu dibutuhkan sebuah kualitas dan integritas, artinya memang kontinuitas dan kemauan kalau mau sekolah tidak dibayangkan karena kalau mau sekolah harus dikerjakan,” kata Ahmad.

Menurut dia, kami di dalam meeting, pak Saleh dianggap mbalelo oleh promotornya, karena ketika dia di Jayapura, 2 tahun baru balik lagi ke Jogja, sehingga kami ditanya, lalu kami menjelaskan, kalau pak Saleh adalah Sekretaris MUI sehingga banyak aktivitasnya.

“Saya hanya melakukan kilas balik kembali, penting bagi kita mengembangkan aktivitas pendidikan, karena bapak angkat orang Bugis menyekolahkan orang-orang kita, baik pendatang maupun orang asli Papua (OAP) karena bisa membawa semangat integritas,” tutur Ahmad.

Ia menyatakan, itu menjadi bagian penting daripada relaksi kamipun pernah menyekolahkan orang Bugis yang lolos di Universitas Gajah Mada (UGM) Jogja, orang tuanya tidak mampu, namun anaknya sangat cerdas, sekarang dia sudah selesai, kerja dengna membuka les privat dan diterima di farmasi UGM namun dia menolak.

“Kini diterima sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Jayapura. Itu menjadi kebahagiaan bagi kita apabila kita menyekolahkan orang lain bukan saudara kita sampai berhasil. Ini penting untuk kita pikirkan bersama dengan istilah anak angkat, karena kebahagiaan itu lebih berharga lagi,” ujar Ahmad.

Dirinya menyebutkan, perjuangan ini penting, sehingga kita harus mensupport bersama, mudah-mudahan Ketua KKSS kita menjadi visi dan misi serta semua bisa kompak untuk mengangkat anak.

“Artinya sebuah proses kebahagiaan yang menjadi amal jariyah selamanya. Bagi saya, acara tasyakuran ini saya ambil sebagai momentum, karena saya dulu ingat berjuang yang meminta surat miskin dan lainnya, sehingga kilas balik itu yang ingin saya tarik oleh kedua tokoh doktor kita pada siang hari ini,” sebut Ahmad.

Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro ucapkan puji syukur kepada Allah SWT serta shalawat salam bagi Nabi Muhammad SAW.

“Ucapan selamat atas tercapainya gelar doktor kepada bapak Tri dan Faisal, kami memberikan apresiasi yang tinggi, karena kami sendiri tidak mampu gelar tersebut,” ucap Giri.

Ia menyampaikan saran dari dosen pembimbing untuk mengambil anak angkat guna kita sekolahkan, ini sangat baik, maka hal ini kita perlu berlomba-lomba mencapai hal itu, karena hal ini merupakan investasi kebaikan.

“Pengalaman kami pernah kuliah di Manokwari, namun tidak selesai dan pernah jualan bakso di depan Universitas Cenderawasih (Uncen), namun Alhamdulillah saya berhasil membantu kuliah 7 orang, salah satunya ada hadir disini dan sekarang di Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura,” papar Giri.

Sambung Giri, kemudian satu orang lainnya saat ini menjadi Wakil Bupati Keerom, walaupun beliau memiliki cacat fisik namun tidak untuk mental, apalagi kita dapat menjadi ayah angkat bagi putra putri baik dari daerah asal yaitu OAP maupun masyarakat lain, terutama masyarakat Bugis-Makassar itu sendiri.

“Kita bangga di Kabupaten Jayapura yang Bhineka Tunggal Ika, dengan ini semoga Kabupaten Jayapura selalu dalam lindungan ALLAH SWT. Kami titip pesan untuk KKSS, mari kita tingkatkan silaturahmi diantara pengurus, kemudian mari kita besarkan paguyuban maupun Ormas lainnya juga,” harpanya.

Ketua Baznas sekaligus Sekretaris MUI Kabupaten Jayapura, Tri Mulyadi menceritakan kilas balik dirinya, dimana SD di Maribu Dosay, kemudian ingat dulu bagaimana ingin mendapatkan pendidikan yang lebih bagus, sehingga merantau ke Jayapura dan tidak punya tempat tinggal hingga dirinya tinggal di emperan dan ditemukan oleh Kondo Serui dan tinggal dengan beliau sehingga sampai besar kerja serabutan.

“Dulu saya menjadi mahasiswa Uncen tidak melalui tes. Setelah saya lalui, akhirnya saya menikah dan meninggalkan kuliah setelah mendapat anak 1 baru selesai kuliah,” cerita Tri.

Lanjut Tri, sebagai anak adat dan aturan adat sehingga tidak menjadi anggota DPRD namun menghargai sebagai anak adat.

“Kemudian sya mengambil S2, juga cepat 1 tahun 16 hari, sehingga saya bisa melayani bapak/ibu sekalian di Kabupaten Jayapura, kemudian pak Saleh datang ke tempat saya untuk mengajak mengambil gelar doktor dan saya mendapat lulusan terbaik di Universitas Muhammadiyah (Unismuh),” sambung Tri.

Dilanjutkan penyerahan buku dan penghargaan predikat lulusan terbaik S3 Unismuh Yogyakarta oleh Tri Mulyadi kepada Ketua KKSS Kabupaten Jayapura, Wagus Hidayat.

Sekjen MUI Provinsi Papua, Faisal Saleh, menyatakan acara syukuran ini sederhana namun melihat ada spanduk dan lainnya seperti merasa dukungan warga KKSS dalam dukungan tasyakuran ini sangat luar biasa sekali, serta saya ucapkan terima kasih kepada bapak erta pilar-pilar ini adalah doa-doa kepada kami di Kabupaten Jayapura ini bisa bermanfaat.

“Orang besar itu adalah orang yang mampu mengajari anak-anak kecil mengaji walaupun itu di dusun terkecil. Ketika lanjut S3, bagaikan mesin diesel yang sudah dingin, karena kita harus meninggalkan keluarga serta membutuhkan waktu serta pikiran yang banyak. Saya melanjutkan studi S3 karena amanah dari orang tua saya,” ujar Faisal.

Ia bercerita menjalankan amanah orang tua bagaimana bisa mendapatkan gelar, kalau kita mau belajar kita harus melewati 6 tahapan, yaitu giat belajar, rakus kesungguhan dan ketekunan seperti pak Tri, karena dia kami ajak kuliah S3, namun dia lebih duluan promosinya keluar daripada kami dan menjadi inspirasi.

“Tidak ada kita menuntut ilmu itu gratis dan saya bersyukur karena mendapat program biaya dari pemerintah, berteman dengan orang-orang serta orang yang belajar menuntut ilmu itu membutuhkan waktu,” cerita Faisal.

Ketua KKSS Kabupaten Jayapura, Wagus Hidayat mengtakan kegiatan tasyakuran ini sebenarnya sudah direncanakan lama sebelum beliau menjadi doktor, pada saat masih sekolah.

“Sya sempat berbisik kepada Doktor Faisal Saleh, saya katakan nanti kalau selesai sekolahnya kita membuat acara syukuran. Saya tidak menyangka kepada panitia yang membuat acara ini dengan begitu mewahnya, kita beri apresiasi kepada panitia yang dari kemarin sudah bekerja sangat luar biasa,” kata Wagus.

Ia menjelaskan, namun yang kita sayangkan rekan-rekan kita dari Sulawesi Selatan sendiri yang diundang dari ketua-ketua pilar tidak banyak yang hadir.

“Mudah-mudahan bisa menjadi pembelajaran kita kedepannya, karena ini suatu kebanggaan buat kita warga Sulawesi Selatan ada dari kita yang mencapai doktor, ini tidak mudah seperti yang disampaikan dalam kilas balik, mereka ini jatuh bangun dan pendidikan ini sangat penting,” jelas Wagus.

Dirinya mengatakan, kami juga sudah mengecek ke sekolah-sekolah seperti DDI, SDIT, Muhammadiyah, apabila ada warga kami yang kurang mampu sampai menunggak pembayaran uang sekolahnya, kami yang menyelesaikan.

“Mungkin orang tuanya tidak tahu kalau kami yang menyelesaikan, dimana ada beberapa orang yang kami buat seperti itu, dan mudah-mudahan ke depan bisa menjadi program unggulan KKSS Kabupaten Jayapura,” kata Wagus.

Lanjut Wagus, kemudian untuk OAP, secara pribadi kami juga sudah melakukannya, selain itu kami juga menerima mereka menjadi karyawan kami, ada yang menjadi penerbang yang semuanya kami biayai.

“Ke depan, semoga kita bisa belajar lagi, bagaimana konsepnya untuk bisa melaksanakan program yang baik, ini bukan aksi pamer, namun ini adalah merangsang rekan-rekan yang lain,” imbuhnya.

Kemudian dilanjutkan donor darah KKSS bekerjasama dengan PMI Kabupaten Jayapura. (Ujang/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya