Anggota DPRD Gresik Dapatkan Asimilasi, GMPK Geruduk Rumah Tahan

27 February 2021 03:32
Anggota DPRD Gresik Dapatkan Asimilasi, GMPK Geruduk Rumah Tahan
Gerakan Masyarakat Peduli Keadilan Gresik unjuk rasa di Rutan Kelas IIB Gresik Jalan Raya Banjarsari, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. (Awin D/Trans89.com)
.

GRESIK, TRANS89.COM – Puluhan massa dari Gerakan Masyarakat Peduli Keadilan (GMPK) Gresik dipimpin Imam Muslim unjuk rasa di rumah tahan (Rutan) Kelas IIB Gresik Jalan Raya Banjarsari, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim), Rabu (24/2/2021).

Orasi Abdullah Safii menanyakan nasib salah satu wakil rakyat yang sudah berstatus tersangka namun masih bisa beraktivitas seperti biasa, dan masih aktif mengikuti kegiatan rapat dan sebagainya.

“Kami menuntut keadilan, jangan tebang pilih, harus memperlakukan hak dan kwajiban yang sama di Lembaga Pemsyarakatn (Lapas). Apabila orang miskin dilakukan penahanan setelah putusan Pengadilan, maka hal tersebut juga berlaku bagi orang kaya. Bongkar ketidakadilan di Rutan Kelas IIB Gresik, dan pidanakan kembali oknum anggota DPRD yang berstatus tersangka,” ujar Safii.

Empat orang perwakilan massa aksi yakni Umi Khulsum, Abdullah Safii, Imam Muslim dan Agung Khusni diterima oleh Kepala Lapas Kelas IIB Gresik, Aris didampingi Anis dan Zulfikar.

Aris menyampaikan bahwa Mahmud berstatus narapidana dengan ppidana 1 tahun penjara akibat melanggar pasal 378 KUHP.

“Yang bersangkutan mendapatkan asimilasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19, dimana hal ini berlaku di semua Lapas atau Rutan diseluruh Indonesia,” papar Aris.

Abdullah Syafii menyatakan, yang menjadikan beban dan unek-unek kita yaitu Mahmud, kapan saat dilakukan asimilasi dan mohon perlakuan yang diberikan kepada pejabat daerah berlaku juga buat para petani dan rakyat kecil.

“Saat mendapatkan asimilasi, hal-hal apa saja yang tidak boleh dilakukan, sementara Mahmud masih sering melakukan perjalanan keluar daerah. Dari 12 orang yang mendapatkan asimilas, kapan pengajuan asimilasi tersebut diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham),” tanya Safii.

Tanggapan Aris, warga binaan yang memenuhi syarat mendapatkan asimilasi, kebetulah hari ini lapas tingkat (Kelas) 2B Gresik telah memberikan asimilasi sebanyak 12 orang.

“Pihak Lapas tingkat 2B tidak memberikan perlakuan khusus terhadap Mahmud. Dalam penegakan hukum, kami tak pernah tebang pilih dalam perlakuannya, baik itu pejabat daerah sampai dengan kuli bangunan semua kami berlakukan sama,” terang Aris.

Ia mengungkapkan, selama mendapatkan ijin dari pihak Lapas dan tidak ada pelanggaran pidana kembali, maka hal tersebut tidak bermasalah.

“Apa yang dilakukan oleh Mahmud sudah sesuai dengan aturan,” ungkap Aris. (Awin/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya