Penandatanganan Kesepahaman Ditjen KSDAE KLHK Dengan Bupati Lombok Timur Untuk Pemanfaatan TNGR

24 February 2021 02:31
Penandatanganan Kesepahaman Ditjen KSDAE KLHK Dengan Bupati Lombok Timur Untuk Pemanfaatan TNGR
Penandatanganan kerjasama Balai TNGR dengan Dinas Pariwisata Lotim ditandai penandatanganan nota kesepahaman antara Ditjen KSDAE KLHK dengan Bupati Lotim, berlangsung di Destinasi Wisata Otak Kokok Joben Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (Bayu A/Trans89.com)
.

LOMBOK TIMUR, TRANS89.COM – Penandatanganan perjanjian kerjasama antara Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur (Lotim) ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur Jenderal (Ditjen) Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Wiratno dengan Bupati Lotim, Sukiman Azmy.

Kegiatan Penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut disaksikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Siti Rohmi Djala berlangsung di Destinasi Wisata Otak Kokok Joben Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lotim, NTB, Selasa (23//2/2021).

Hadir digiat tersebut, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rijani Dedy Ariady, Kepala Dinas (Kadis) Pariwista Lotim Mungni, Wakapolres Lotim Kompol Firman, Kadis Lingkunga Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB Zaidar Rohman, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lotim Salmun, Kasatpol PP Lotim Sudirman, Sekretaris Badan Kesbangpoldagri Lotim Zaitul Akmal, Danramil 1615-06 Terara Kapten Inf Asmoro.

Sambutan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Dedy Ariady mengucapkan terimaksih kepara tamu undangan serta pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan acara ini, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pelestarian lingkungan.

“Ada beberapa lokasi yang telah ditinjau oleh Dirjen, dan hari ini dilakukan di Otak Kokok Joben, dimana merupakan wisata tertua di Lombok Timur,” ucap Dedy.

Menurut dia, hari ini kami akan melakukan penandatanganan kerjasma dengan Pememrintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lotim, semoga kedepan kerjasama dengan pemda akan lebih banyak dibidang lingkungan hidup.

“Kerjasama ini diharapkan mampu memberikan manfaat kepada masyarakat dengan dilibatkan dalam pengelolaan pariwisata ini, sehingga masyarakat secara langsung terlibat dalam menjaga lingkungan hidup,” tutur Dedy.

Bupati Lotim, Sukiman Azmy mengatakan, tanggal 27 Januari 2019 lalu, rombongan Pemda Kabupaten Lotim dipasilitasi TNGR berangkat ke Maros, Sulawesi selatan (Sulsel), kami berdiskusi tentang pengelolaan sumber daya alam (SDA) di Maros.

“Setelah setahun sebulan kunjungan itu, baru kami bisa melakukan penandatangan saat ini,” kata Sukiman.

Ia ucapan terimakasih kepada KSDAE, dimana telah menyelesaikan masalah anatara TNGR dengan masyarakat Lotim, karena telah terjadi Konflik dengan masyarakat, dan Alhamdulillah masalah tersebut telah diselesaikan dengan tangan dingin oleh Kepala Balai TNGR.

“Joben ini puluhan tahun menjadi sengketa anatara pemda dengan TNGR, dan sengaketa yang sekian lama bisa diselesaikan dengan sama-sama mengelolahnya,” ucap Sukiman.

Menurut dia, dengan demikian, kolaborasi antara pemda dengan TNGR bisa dilakukan kerjasama, semoga kedepan pendapatan asli daerah (PAD) dapat diterima banyak dengan memberikan keuntungan kepada TNGR.

“Masyarakat yang di Sajang dan Sembalun sangat butuh air bersih, ketika gempa, air yang dari propok rusak, sehingga perlu dilakuakan perbaikan. Saat ini ada pak Dirjen memberikan restu untuk pengelolaan mata air tersebut,” tutur Sukiman.

Dirinya menyatakan, di TNGR bagian Sembalun, ada beberapa lahan yang tidak boleh ditanami, jika menteri berkenan mengijinkan masyarakat untuk melakukan kegiatan bertani untuk melakukan kegiatan pertanian.

“Kami akan dilaksankan kegiatan yaitu satu pintu untuk menuju puncak Rinjani, dan akan dibangun oleh Pemda Kabupaten Lotim, dimana tahun ini dianggarkan Rp1 miliar,” ujar Sukiman.

Sukiman berharap kedepan, pemda bisa mendapat PAD dari Sembalun, dan tahun 2020 kami anggarkan dana untuk pelebaran jalan, namun karena ada pandemi Covid-19, hal tersebut tidak bisa terlaksana.

“Kami mohon bantuan kepada Wakil Gubernur NTB untuk membantu melaksanakan pelebaran jalan, sementara untuk pembebasan lahan biar menjadi urusan Pemda Kabupaten Lotim,” harapnya.

Wakil Gubernur NTB, Siti Rohmi Djala mengatakan, perasaan dirinya saat ini sangat bahagia dan terharu, karena apa yang kita sepakati hari ini memiliki dampak yang sangat besar.

“Hal yang begitu lama mangkrak karena terputusnya komunikasi. Oleh karena itu komunikasi sangat penting dalam penyelesain masalah,” kata Rohmi.

Ia ucapkan Alahamdulillah, Bupati Lotim telah melakukan tugasnya sebagi sebagaimana seorang bupati.

“Saya rasa bukan saya saja yang bangga, namun saya yakin masyarakat Lotim juga sangat bangga dengan pencapaian ini,” ucap Rohmi.

Dirinya menerangkan, kita sama-sama renungkan demi kebaikan masyarat dan alam, mengalahnya kita tidak apa-apanya dibandingkan dampak yang akan ditimbulkan di tahun-tahun mendatang.

“Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam tercapainya kesepakatan ini, semoga memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Lotim,” terang Rohmi.

Ditjen KSDAE KLHK, Wiratno menyatakan kerja cepat tidak pernah ia tunda, Joben ini mohon maaf agak lama menunggu samapai permasalahan Joben ini bisa terselesaiakn.

“Alam ini akan kita wariskan kepada anak cucu kita, atau bisa kita bilang ini merupakan pinjaman dari anak cucu kita yang belum lahir. Ini juga yang membuat iri bangsa asing, mulai dari keanekaragaman kebudayaan alam dan juga lingkungan yang luar biasa,” ujar Wiratno.

Ia menjelaskan, penting untuk kita jaga bersama kebudayaan-kebudayaan yang telah ada, serta alam yang indah ini, karena kalau tidak begitu dapat hilang tergerus oleh budaya yang datang dari luar.

“Saya kira tidak ada hal yang tidak mungkin kalau kita bekerja dengan ikhlas, semua persoalan bisa terselesaikan apabila dilakukan komunikasi. Kami ucapakan terimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam terlaksananya kesepakatan ini,” jelas Wiratno.

Selanjutnya penadatanagan nota kesepamahaman antara Ditjen KSDAE KLHK dengan Bupati Lotim dilanjutkan pendatanganan kerjasama rencana penggunaan dan pembentukan (RPP) wilayah pengelolaan hutan dan rencana kerja tahunan-hutan tanaman (RKT-HT) antara Kepala Balai TN Gunung Rinjani dengan Kadis Pariwisata Lotim. (Bayu/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya