Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Akan Dibangun di Barru

22 February 2021 00:18
Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Akan Dibangun di Barru
PT Mitra Hijau Asia lakukan peletakan batu pertama pembangunan tempat pengelolaan limbah B3 di Jalan Andi Matalatta, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. (Andri S/Trans89.com)
.

BARRU, TRANS89.COM – PT Mitra Hijau Asia (MHA) gelar peletakan batu pertama pembangunan tempat pengelolaan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) di Jalan Andi Matalatta, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (20/2/2021).

Hadir digiat tersebut, Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rosa Vivin Fatmawati, Tenaga Ahli KLHK Ilyas Assad, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan P3E KLHK Darmansyah, Pelaksanaharian (Plh) Bupati Barru Abustan.

Selanjutnya Kepala Dinas (Kadis) Pengelolaan Lingkungan Hidup (LH) Sulawesi Selatan (Sulslel) Andi Hasdullah, Kepala Balai Gakkum LKH Sulsel Dodi Kurniawan, Kadis Kesehatan Sulsel Muhammad Ichsan, Direktur PT MHA Andi Gabriel Oddang dan Andi Akbar Oddang, Dandim 1405 Mallusetasi Letkol Czi Arianto Aribowo dan Kapolres Barru AKBP Lilik Tribhawono.

Sambutan Direktur PT MHA, Andi Gabriel Oddang mengatakan, peletakan batu pertama ini adalah wujud dorongan dari Dirjen dan untuk membantu pemerintah dalam mengatasi limbah.

“Pembangunan pengelohan limbah B3 adalah wujud penanganan limbah di Indonesia Timur,” katanya.

Plh Bupati Barru, Abustan menyatakan, untuk mendapatkan analisis mengeani dampak lingkungan (Amdal) ini tidak gampang apa yang kita bayangkan, sehingga pada hari ini sudah dapat dilakukan peletakan batu pertama.

“Limbah B3 yang akan di olah oleh PT Mitra Hijau Asia adalah limbah yang berasal dari rumah sakit (RS), Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan lain-lain,” ujar Abustan.

Menurut dia, semua limba nantinya akan masuk ke Kabupaten Barru termasuk yang dari luar provinsi.

“Pembuangan limbah B3 nantinya tidak lagi sembarangan dan akan tertata dengan baik,” tutur Abustan.

Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun KLHK, Rosa Vivin Fatmawati menjelaskan, kehadiran PT Mitra Hijau Asia di Barru kami sangat mendukung dan pemerintah daerah (pemda) punya minat dalam pengelolaan limbah sampah.

“Kehadiran PT Mitra Hijau Asia adalah investasi yang masih langka,” jelas Rosa.

Lanjut Rosa, industri pengelolaan limbah medis di Indonesia baru 20 unit, dan kehadiran PT MHA sangat membantu Pemda Kabupaten Barru dalam mengatasi limbah sampah.

“Limbah B3 ini beracun dan sangat berbahaya, sehingga harus betul-betul diolah dan dihancurkan,” pungkasnya. (Andri/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya