DPRD Pasangkayu Harap Program Usulan Ke Balai Sungai Terealisasi

22 February 2021 00:39
DPRD Pasangkayu Harap Program Usulan Ke Balai Sungai Terealisasi
Ketua DPRD Pasangkayu, Alwiaty bersama Wakil Ketua DPRD Arwi dan para anggota DPRD Pasangkayu saat berkunjung ke Balai Wilayah Sungai III Palu untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Pasangkayu. (Aspar Sapto/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Wilayah pemukiman dan kebun warga baik yang berbatasan dengan sungai dan pantai di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barfat (Sulbar), mulai tergerus.

Setelah mendapatkan aspirasi saat reses awal tahun 2021 dari konstituennya masing-masing, DPRD Pasangkayu melakukan kunjungan kerja ke Balai Wilayah Sungai (BWS) III Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Pasangkayu pada Jumat, 19 Februari 2021.

Rombongan DPRD Pasangkayu dipimpin langsung Ketua Alwiaty bersama Wakil Ketua Arwi dan para anggota DPRD Pasangkayu.

 

Salah seorang anggota DPRD Pasangkayu yang ikut kunjungan kerja tersebut, Lubis mengatakan, saat lakukan rapat dengan pimpinan Balai, mereka mendapatkan angin segar, bahwa untuk tahun 2021 ini ada proyek penguatan tebing sungai dan tanggul pantai masuk di wilayah Kabupaten Pasangkayu.

“Proyek tersebut di Desa Karya Bersama dan Randomayang untuk pembangunan tembok penahan ombak. Penguatan tebing sungai Lariang, di Desa Lariang,” kata Lubis di Warkop D’japos Jalan Ir Soekarno, Kabupaten Pasangkayu, Minggu (21/2/2021).

Menurut dia, selain itu, juga ada rehabilitas intake dan jaringan transmisi air baku Karobe, pemeliharaan berkala tambak di Kalindu, Desa Lariang serta pemeliharaan berkala tambak di Bambaloka, Kelurahan Baras.

“Untuk pembangunan tembok laut di Desa Karya Bersama, itu hanya sepanjang 350 meter. Menurut kami itu tidak menjangkau sepanjang bibir pantai. Begitupun dengan penguatan tebing sungai Lariang hanya 400 meter. Makanya kami usulkan lagi agar dianggarkan untuk program tahun 2022 mendatang,” tutur Lubis.

Ia menyebutkan, untuk tanggul sungai perbatasan Surumana-Sarjo, pantai Babia, tanggul sungai Lariang, Salukaili sampai tanggul sungai Benggaulu itu, kami usulkan ke Balai agar diprioritaskan tahun 2022, karena sifatnya sangat mendesak.

“Abrasi pantai Desa Bambakoro juga saya usulkan karena beberapa warga yang telah rusak rumahnya dihantam ombak. Pada intinya, kita menginginkan semua wilayah yang potensi longsor, banjir dan abrasi pantai bisa segera di tindaklanjuti pihak Balai,” sebutnya. (Par/Nis)

 

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya