Kunjungan Kepala BKPM RI di Smelter PT IWIP Halmahera Tengah

21 February 2021 11:25
Kunjungan Kepala BKPM RI di Smelter PT IWIP Halmahera Tengah
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal RI, Bahlil Lahadalia serta rombongan kunker di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park di Desa Lelilef, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. (Arthur Gj/Trans89.com)
.

HALMAHAERA TENGAH, TRANS88.COM – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahlil Lahadalia serta rombongan kunjungan kerja (kunker) di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Desa Lelilef, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara (Malut), Jumat (19/2/2021).

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia setibanya di bandara PT IWIP langsung menuju smelter PT IWIP untuk lakukan peninjauan di lokasi penambangan dan fase pengembangan PT IWIP.

Kemudian peninjauan di PLTU dan control room serta dermaga Lipe PT IWIP, dilanjutkan pertemuan di ruang info center PT IWIP.

Bahlil Lahadalia ucapkan terima kasih kepada pihak manajemen PT IWIP yang teleh memberikan pelayanan dalam kunkernya di kawasan industri PT IWIP.

“Tujuan saya kemari untuk memastikan seluruh perkembangan investasi dan pembangunan smelter PT IWIP di Kabupaten Halteng, karena catatan BKPM, pembangunan PT IWIP ini progressnya positif,” ucap Bahlil.

Menurut dia, BKPM akan terus mengawal penyelesaian proyek kawasan PT IWIP serta memfasilitasi rencana investasinya.

“Diharapkan dengan berjalannya investasi di PT IWIP, kiranya dapat membantu mewujudkan investasi yang berkualitas melalui pemerataan penyebaran investasi, dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru dalam rangka pemerataan ekonomi,” tutur Bahlil.

Ia mengimbau kepada pemerintah daerah (pemda) agar dapat proaktif dalam memfasilitasi penyelesaian proyek kawasan PT IWIP, karena investasi di kawasan PT IWIP tentunya akan memberikan multiplier effect (efek ganda) dan memberikan kontribusi nyata untuk meningkatkan perekonomian daerah.

“Hal itu dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Halteng sebagai salah satu percontohan pengolahan nikel (smelter) guna mendukung program pemerintah dalam rangka hilirisasi sektor pertambangan,” urai Bahlil.

Dirinya menyatakan, penting dilakukan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, karena Malut menjadi primadona baru tujuan investasi bagi penanaman modal asing (PMA) di wilayah Indonesia timur.

“BKPM berharap, investasi yang masuk dapat melibatkan tenaga kerja daerah secara merata, sehingga di satu sisi bisa menambah pendapatan bagi masyarakat itu sendiri,” ujar Bahlil.

Wakil Presiden Direktur PT IWIP, Mr Kevin menyampaikan profil tentang perencanaan pembangunan kawasan industri PT IWIP serta progres awal dan tahapan mulai pembangunan smelter dan area kawasan industri PT IWIP.

“Kami juga rencana akan menyediakan industri batrei, karena nikel adalah tantangan terbesar untuk batrei volume tinggi dan jarak jauh dan begitupun PT IWIP,” papar Kevin.

Kata Kevin, rencana akan menciptakan lebih dari 25.000 lapangan pekerjaan pada akhir tahun 2021.

“Jadi, setiap tahun PT IWIP akan melakukan perekrutan karyawan dengan rata-rata di atas 10.000 tenaga kerja,” katanya.

Bupati Halmahera Tengah, Edi Langkara mengharapkan pihak PT IWIP ketika melakukan pembebasan lahan agar bisa melibatkan Pemda Kabupaten Halteng, sehingga tidak ada mis komunikasi antara pemda, masyarakat dan pihak PT IWIP.

“Kami meminta kepada pihak PT IWIP untuk memberikan kuota dalam melibatkan pemda untuk bisa mengambil bagian dalam pembangunan investasi di PT IWIP, sehingga bisa mendatangakan pendapatan buat Pemda Kabupaten Halteng,” harapnya. (Arthur/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya