Samurai dan PMII Tuntut Kinerja Rektor dan Transparansi Anggaran Universitas Pasifik Pulau Morotai

19 February 2021 03:42
Samurai dan PMII Tuntut Kinerja Rektor dan Transparansi Anggaran Universitas Pasifik Pulau Morotai
Samurai dan PMII Pulau Morotai menuntut peningkatan kinerja rektor dan transparansi anggaran kampus Universitas Pasifik berlangsung di gedung Rektorat Unipas di Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. (Arthur Gj/Trans89.com)
.

PULAU MIOROTAI, TRANS89.COM – Massa kelompok Samurai dan PMII Pulau Morotai menuntut peningkatan kinerja rektor dan transparansi anggaran kampus Universitas Pasifik (Unipas).

Aksi dipimpin Kasim Bungan di gedung Rektorat Unipas di Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut), Rabu (17/2/2021).

Orasi Azwan Kharie mengatakan, keberadaan kampus Universitas Pasifik sebagai satu-satunya perguruan tinggi (PT) di Kabupaten Pulau Morotai mulai minim perhatian dalam hal pengembangannya.

“Keberadaan Rektor Universitas Pasifik, Sulami Sibua tidak berada di Kabupaten Pulau Morotai melainkan di Kota Ternate, karena statusnya merupakan dosen tetap di Universitas Khairun (Unkhair) Ternate,” kata Azwan.

Menurut dia, kondisi tersebut diperparah dengan minimnya upaya transparansi pengelolaan anggaran hibah yang diberikan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai kepada pihak kampus dengan besaran sekitar Rp6,5 miliar.

“Selain itu, diberlakukannya kenaikan tarif pembayaran kegiatan KBM (Kuliah Berkarya Bersama Masyarakat) dan ditetapkannya pembayaran KP (Kuliah Kerja Praktik) bagi mahasiswa semester akhir pada tahun ini yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,” tutur Azwan.

Ia menyatakan, adapun penetapan kebijakan pembayaran kegiatan KBM dan KP dengan besaran Rp1.750.000 untuk KBM dan Rp750.000 untuk KP dirasa memberatkan mahasiswa karena faktor ketidaktersediaan anggaran yang dimiliki mahasiswa.

“Kami ingin agar kebijakan tersebut dievaluasi kembali agar meringankan beban mahasiswa terutama yang telah mencapai tahapan semester akhir,” ujar Azwan.

Lanjut Azwab, kami mendesak Rektor Universitas Pasifik agar menetap di Morotai, dan mendesak Ketua Yayasan Kampus agar memperjelas status kampus, serta transparansi anggaran dana hibah kampus dari Pemda Kabupaten Pulau Morotai.

“Meminta Rektor memanggil panitia KBM-Wisuda, mendesak Rektor memperjelas pembangunan gedung rektorat kampus, dan mendesak pihak pengurus yayasan kampus untuk aktif membangun fasilitas kampus,” imbuhnya. (Arthur/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya