PPMI Desak Kejagung Usust Tuntas Dugaan Korupsi Rp43 Triliun BPJS Ketenagakerjaan

19 February 2021 03:53
PPMI Desak Kejagung Usust Tuntas Dugaan Korupsi Rp43 Triliun BPJS Ketenagakerjaan
DPP PPMI unjuk rasa menuntut usut tuntas dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan, berlangsung depan kantor Kejagung RI Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Rian Hidayat/Trans89.com)
.

JAKARTA, TRANS89 COM – Puluhan massa dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) unjuk rasa menuntut usut tuntas dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan.

Aksi dipimpin Wahidin, Zulfikhar dan Arief Kusnadi berlangsung depan kantor Kejaksaan Agung (Kejagung) RI Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/2/2021).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, Aliansi Rakyat dan Buruh Indonesia, korupsi dana BPJS itu sangat biadab, Kejaksaan Agung usut tuntas korupsi di BPJS Ketenagakerjaan, usut tuntas mega korupsi dan Bansos-BPJS-Asabri-Jiwasraya.

Sementara poster bertuliskan, kembalikan uang buruh, koruptor maling berdasi, hukum mati koruptor.

Orasi Wahidin mengatakan, kepada tuan rumah para pejabat Kejagung, kami atas nama buruh Indonesia diwakili oleh DPP PPMI, ini baru aksi permulaan skaligus memberi dukungan moral kepada Kejagung agar mengusut dugaan korupsi dana BPJS sebesar Rp43 triliun.

“Tangkap pelaku korupsi dana BPJS, Bansos, Asabri dan Jiwasraya,” kata Wahidin.

Menurut dia, koruptor adalah musuh kita bersama, kami minta Kejagung untuk menghukum seberat-beratnya, bila perlu hukum mati.

“Kepada Kejagung yang terhormat tolng usut tuntas kasus ini, apabila tidak, maka kami akan datang kembali kesini,” tutur Wahidin.

Wahiding mengungkapkan, musuh kita adalah para koruptor bukan polisi, kita minta para penyidik jangan takut untuk mengusut setuntas-tuntasnya kasus korupsi.

“Jangan takut mengusut kasus korupsi karena para pelaku sudah biadab dengan menggelapkan uang rakyat,” ungkapnya.

Kemudian 7 orang perwakilan PPMI diterima Kepala Bidang Humas dan Media Massa Kejagung, M Mikroj. Perwakilan PPPMI yakni Wahidin, Zulfikar, Hambali, Elioneti, Irfan M, M Rahman dan Ato.

Pernyataan Presidium DPP PPMI, Wahidin meminta usut tuntas dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan dan sejauh maana penanganan kasus tersebut.

“DPP PPMI mendukung penuh pihak Kejagung RI untuk mengust tuntas kasus dugaan korupsi dan BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Wahidin.

Advokasi DPP PPMI, Elioneti menyatakan, buruh harus diangkat derajatnya untuk kemakmurannya dan disejahterakan, dimana Kejagung pasti bisa mengusut tuntas kasus ini.

“PPMI mengapresiasi Kejagung. Mahasiawa dan buruh akan selalu datang ke Kejagung untuk meminta usut tuntas kasus dugaan korupsi BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Elioneti.

Selanjutnya perwakilan DP PPMI memberikan pernyataan sikap sebagaimana statemen orasi PPMI kepada Kejagung RI. (Rian/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya