DPRD Langkat Gelar RDP Konflik Lahan Kelompok Tani Dengan PT Amal Tani

18 February 2021 06:00
DPRD Langkat Gelar RDP Konflik Lahan Kelompok Tani Dengan PT Amal Tani
DPRD Langkat RDP terkait konflik lahan perkebunan antara Kelompok Tani Sumber Rezeki Desa Sumber Jaya, Kecamatan Serapit dengan pihak perusahaan perkebunan PT Amal Tani di kantor DPRD Jalan T Amir Hamzah, Stabat, Kabupate Langkat, Sumatera Utara. (Mansyur Arya/Trans89.com)
.

LANGKAT, TRANS89.COM – Ketua Komisi A DPRD Langkat, Dedek Pradea pimpin rapat dengar pendapat (RDP) terkait konflik lahan perkebunan antara Kelompok Tani Sumber Rezeki Desa Sumber Jaya, Kecamatan Serapit dengan pihak perusahaan perkebunan PT Amal Tani di kantor DPRD Jalan T Amir Hamzah, Stabat, Kabupate Langkat, Sumatera Utara (Sumut).

Hadir di giat tersebut, Wakil Ketua Komisi A DPRD Langkat Dedi, anggota Komisi A DPRD Langkat Pimanta Ginting, Danramil 05/Salapian Kapten Inf Joni Siagian, Humas PT Amal Tani Darul Uman Hutabarat, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Langkat Ikhwan Hidayat, Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki Said, Kepala Desa (Kades) Sumber Jaya Khiatno, Senin (15/2/2021).

Ketua Kelompk Tani Sumber Rezeki, Saidi meminta agar penyelesaian lahan masyarakat dengan PT Amal Tani sesuai dengan petunjuk Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Pusat, yakni menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat agar segera membentuk tim terpadu yang hingga saat ini belum terealisasikan.

“Agar obyek sengketa lahan seluas 600 hektar (ha) dapat dikeluarkan dari hak guna usaha (HGU), karena pihak PT Amal Tani sudah menyatakan tidak keberatan,” pinta Saidi.

Ia menyatakan, terkait permasalahan hukum terhadap 7 orang petani yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Langkat dan sudah P21, dimana kasus ini sudah diteruskan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat.

“Adapun ketujuh warga tersebut, yakni Saidi, Salman, Tambar Malem Sembiring, Ramli Pasaribu, Untung, Kasmidi dan Nurdin. Sementara jumlah petani yang dianggap sebagai penggarap di lahan PT Amal Tani di Desa Perkebunan Tanjung Putri, Kecamatan Sirapit, Langkat, sekitar 300 orang,” ujar Saidi.

Humas PT Amal Tani, Darul Uman Hutabarat, mengatakan PT Amal Tani adalah perusahaan perkebunan asli pribumi dengan menghormati segala budaya dan masyarakat sekitar, sehingga semua usaha untuk mempererat silaturahmi dengan mendirikan sekolah serta santunan kepada masyarakat sudah dilakukan.

“Akan tetapi ada celah untuk memprovokasi pihak-pihak tertentu untuk menjadikan masalah. Terkait dengan permasalahan hukum, pihak PT Amal Tani sepenuhnya menyerahkan kepada pihak penegak hukum,” katanya.

Ketua Komisi A DPRD Kabupate Langkat, Dedek Pradesa menyarankan agar kedua belah pihak berdamai untuk meringankan permasalahan hukum yang ada saat ini.

“Ini tak lain agar tidak ada polemik dikemudian hari antara masyarakat Desa Sumber Jaya dengan PT Amal Tani, sehingga hidup dengan rukun dan tenang,” sarannya.

Sementara Kades Sumber Jaya, Khiatno memohon PT Amal Tani dan Kelompok Tani Sumber Rezeki agar sepakat berdamai.

“Hal ini supaya permasalahan hukun dapat juga diseleasaikan dengan kekeluargaan,” imbuhnya. (Mansyur/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya