HPMM Desak Kapolda Maluku Utara Usut Dugaan Tindakan Represif Oknum di Polres Halsel

17 February 2021 03:45
HPMM Desak Kapolda Maluku Utara Usut Dugaan Tindakan Represif Oknum di Polres Halsel
HPMM menuntut Kapolda Maluku Utara mengusut tuntas dugaan tindakan represif oknum polisi yang bertugas di Polres Halsel terhadap masyarakat Desa Marabose lakukan aksi depan kantor Bank BI, Kelurahan Maliaro, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Malut. (Arthur Gj/Trans89.com)
.

TERNATE, TRANS89.COM – Sejumlah massa dari Forum aksi Himpunan Pemuda dan Pelajar Mahasiswa Marabose (HPMM) menuntut Kapolda Maluku Utara (Malut) mengusut tuntas dugaan tindakan represif oknum polisi yang bertugas di Polres Halmahera Selatan (Halsel) terhadap masyarakat Desa Marabose.

Aksi dipimpin Sarwan Muhammad berlangsung depan kantor Bank Indonesia (BI), Kelurahan Maliaro, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Malut, Senin (15/2/2021).

Orasi Sarwan Muhammad mengatakan, kami yang tergabung dalam Forum aksi HPMM meminta Kapolda Maluku Utara mengusut tuntas dugaan tindakan represif oknum aparat kepolisian di Marabose pada tanggal 24 Januari 2021.

“Pada tanggal 25 Januari 2021, dua orang pelajar yang masih duduk di bangku SMA datang untuk meminta alat sound sistem yang akan di pakai pada acara pernikahan, malah di aniaya oleh oknum Satgas Covid-19,” kata Sarwan.

Menurut dia, paska kejadian bentrok antara warga dengan tim satgas, setelah meninggalkan lokasi kejadian, tim satgas yang tergabung dari Pol PP dan anggota TNI/Polri menemukan dua orang pemuda yang tidak tahu menahu dengan kejadian bentrok antara tim satgas Covid dengan masyarakat yang sedang berbelanja di warung.

“Keduanya kemudian di amanakan dengan melakukan tindak kekerasan sampai kedua pemuda tersebut babak belur,” tutur Sarwan.

Ia menjelaskan, pada tanggal 8 Februari 2021, salah satu pemuda asal Desa Marabose dengan di dampingi aparat desa menyerahkan diri untuk di proses secara hukum, malah mendapat perlakuan tidak sepantasnya dari oknum aparat kepolisian hingga alami cedera pada bagian tangan.

“Berdasarkan pasal 13 Undang-undang (UU) nomor 2 tahun 2002, tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (UU 2/2002), tugas pokok kepolisian adalah memelihara keamanan, ketertiban masyarakat, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, pengayom dan pelayan kepada masyarakat,” jelas Sarwan.

Dirinya menyatakan, dalam melaksanakan tugas pokoknya, kepolisian bertugas dalam point satu menjelaskan, melindungi keselamatan jiwa raga, harta benda masyarakat dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan/bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM).

“Maka dengan ini kami meminta kepada Kapolda Maluku Utara segera pecat Kapolres Halsel, Kapolres Halsel segera proses oknum kepolisian, Bupati Halsel segera bertanggungjawab. Polres Halsel segera bebaskan pemuda dan pelajar yang di tahan tanpa syarat. Apabila tuntutan kami tidak diakomodir, maka akan terjadi pemboikotan besar-besaran di Polres Halsel,” ancam Sarwan.

Massa aksi di temui Kasat Intel Polres Kota Ternate, Iptu Hendri menyampaikan agar aksi di bubarkan.

“Apabila ada penyampaian, petunjuk Bapak Kapolda agar cukup dengan menyurat,” paparnya. (Arthur/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya