Pusat Perkumpulan Swadaya Masyarakat Rantau Melayu Aksi di Kementerian Luar Negeri, Ini Penyampaiannya

16 February 2021 17:34
Pusat Perkumpulan Swadaya Masyarakat Rantau Melayu Aksi di Kementerian Luar Negeri, Ini Penyampaiannya
Pengurus Pusat Perkumpulan Swadaya Masyarakat Rantau Melayu dipimpin Mahyarudin unjuk rasa di kantor Kemenlu Jalan Pejambon, Senen, Jakarta Pusat. (Irvan Akmal/Trans89.com)
.

JAKARTA, TRANS89.COM – Pengurus Pusat Perkumpulan Swadaya Masyarakat Rantau Melayu dipimpin Mahyarudin unjuk rasa di kantor Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Jalan Pejambon, Senen, Jakarta Pusat, Senin (15/2/2021).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, ‘Dan kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka, dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka ( Qs. Al A’raaf 7:37)’.

Peserta aksi hanya membacakan tuntutan statment oleh Mahyarudin, menyampaikan Negara Republik Indonesia tercinta untuk membuka diplomasi dengan Negara Israil, Negara Republik Indonesia tercinta untuk membuka Kedutaan Besarnya di Israil, serta mengakui Jerussalem sebagai Ibukota Israil.

“Kami menekankan kepada Negara Israil untuk segera membuka pintu gerbang timur (golden gate/gerbang emas), sebagai suatu tindakan yang benar dalam penyambutan kedatangan Messiah (AL Mahdi Al Munthazhar Ismuhu Al Jaabir Muhammad Zubir bin Amir Abdullah),” papar Mahyarudin.

Ia ucapkan terima kasih kepada Negara Uni Emirat Arab dan Bahrain yang telah membuka diplomatik dengan Negara Israil, dan kami berharap negara-negara OKI )organisasi negara Islam) mengikuti hal yang sama.

“Kami sangat menyayangkan sikap Negara Republik Indonesia yang belum bisa untuk membuka diri kepada Israil, padahal sekuat dan semaksimal mungkin untuk menolak yang demikian itu tidak akan berjalan dengan lama, karena Negeri Bani Israil itu sudah merupakan ketetapan mutlak dari Allah SWT atas kesabaran mereka,” ucap Mahyarudin.

Dirinya meminta restu kepada Negara Iran agar membuka kembali pintu gerbang timur (golden gate) Jerussalem sebab Salahuddin ALAvubi telah mengatakan benar disebabkan dimasa kepemimpinannya telah menutup gerbang dimaksud.

“Kami meminta kepada Negara Turki untuk memfasilitasi dengan kekuatan diplomatiknya untuk membantu dalam membuka pintu gerbang timur, serta ikut serta membantu perjuangan Imam Mahdi dalam mewujudkan perdamaian dunia,” pinta Mahyarudin.

Menurut dia, kepada Negara Arab Saudi jangan terlalu lama untuk menyombongkan diri, kami khawatir pada akhirnya kamu menjadi malu atas perbuatan itu.

“Saat ini kamu menjadi kiblat banyaknya orang Islam dalam beribadah, akan tetapi kamu bertindak dengan mengingkari ketetapan Al Qur’an (Kalam Allah SWT) itu sendiri. Semakin lama kamu bertahan maka semakin hina kamu di mata Allah,” tutur Mahyarudin.

Lanjut Mahyarudin, kami juga meminta kepada seluruh negara-negara Islam untuk selalu membuka hubungan diplomatik kepada Negara Israil.

“Meminta membuka pintu gerbang timur Jerusalem menyambut kedatangan Imam Mahdi (Mesiah) di akhir zaman ini,” imbuhnya. (Irvan/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya