Organisasi Khilafatul Muslim di Lombok Timur, Irwadi: Tidak Berafiliasi Dengan ISIS

16 February 2021 02:15
Organisasi Khilafatul Muslim di Lombok Timur, Irwadi: Tidak Berafiliasi Dengan ISIS
Pimpinan Khilafatul Muslim Kabupaten Lombok Timur, Irwadi (jaket hijau). (Bayu A/Trans89.com)
.

LOMBOK TIMUR, TRANS89.COM – Beberapa waktu lalu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Zaidi Abdad gelar rapat koordinasi (rakor) perkembangan struktur organisasi baru dan kelompok anti Pancasila dilansir di laman Kanwil Kemenag NTB, ntb.kemenag.go.id.

Dalam rakor tersebut, Zaidi Abdad mengajak para petinggi yang ada di NTB guna mencari solusi menangani bersama adanya organisasi baru yang ada di NTB, yaitu kegiatan kelompok anti Pancasila.

Oleh karenanya, Zaidi Abdad mengajak secara bersama sama melakukan pendekatan dengan cara yang baik, juga melakukan pembinaan, sehingga bisa menghasilkan yang baik agar tidak menebarkan hal-hal yang tidak baik di masyarakat serta untuk mengantisipasi dan waspada terhadap adanya organisasi ‘anti Pancasila dan anti hormat bendera’ yang kini hampir ada di seluruh kabupaten/kota di NTB.

“Organisasi Khilafatul Muslimin adalah organisasi turunan dari orang-orang yang bersebelahan dengan pemerintah atau orang-orang garis keras,” ungkap Kabinda NTB, Wahyudu Adisiswanto.

Ditemui Pimpinan Khilafatul Muslim Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Irwadi terkait perkembangan organisasi dipimpinnya, mengatakan saat ini jumlah jamaah Khilafatul Muslim berjumlah 40 orang.

“Kami menjalankan ibadah agama sesuai aturan syariat Islam, dan apa yang kami jalankan tidak ada yang menyimpang dari ajaran Islam dan semua masih sesuai dengan ayariat agama,” kata Irwadi di kediamannya Jalan Patimura, Seruni Selong, Kabupaten Lotim, Senin (15/2/2021).

Menurut dia, seharusnya umat Islam bersatu, kekhalifahan adalah sistim yang diajarkan dalam agama Islam, namun penerapannya belum berjalan, dan masyarakat kita belum memahami apa itu arti Khilafah, sehingga banyak yang menyalah artikannya, dianggapnya kelompok aliran sesat atau teroris oleh masyarakat.

“Hal ini pernah terjadi saat melakukan pengajian sesama jamaah, kami kelompok Khilafatul Muslim dianggap aliran sesat seperti Ahmadiyah, padahal kita ingin menegakkan Khilafah dan kita tidak menyimpang dari ajaran agama,” tutur Irwadi.

Ia menjelaskan, Khilafatul Muslimin adalah kelompok yang ingin menegakan Khilafah dan tidak berafiliasi dengan ISIS, dan masyarakat yang belum memahami, dimana tidak tahu dan sering menduga serta menyalah artikan apa itu Khilafah, sehingga terjadi salah paham karena dianggapnya ajaran Khilafah itu bertentangan dengan ajaran Islam.

“Pernah terjadi penolakan yang dilakukan oleh Tuan Guru setempat, tapi setelah kita beri penjelasan dan berbicara berdasarkan ilmu, akhirnya mereka juga bisa menerima serta memahami, dan mengatakan bahwa Islam itu memang harus bersatu dengan melakukan silaturahmi, mengadakan majelis taklim, tahfidz, dan mengutamakan persatuan jamaah,” jelas Irwadi.

Lanjut Irwadi, Khilafatul muslim memiliki tujuan yaitu menegakkan Khilafah dengan mempersatukan umat.

“Kami bukan kelompok aliran sesat seperti Ahmadiyah atau kelompok teroris yang ajaranya menyesatkan, dan pernyataan ini pernah disampaikan oleh Tuan Guru, makanya masyarakat mengusir keberadaan kelompok Ahmadiyah dari Lombok Timur,” imbuhnya. (Bayu/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya