Pelantikan PW dan PC Serikat Nelayan Nahdatul Ulama Se-Provinsi Kalimantan Barat

15 February 2021 02:39
Pelantikan PW dan PC Serikat Nelayan Nahdatul Ulama Se-Provinsi Kalimantan Barat
Pelantikan PW beserta PC SNNU Provinsi Kalimantan Barat, berlangsung di Lantai 2 Ruang Takalar Hotel Grand Mahkota Jalan Sidas, Kota Pontianak, Kalbar. (Indra Batra/Trans89.com)
.

PONTIANAK, TRANS89.COM – Pelantikan pengurus pimpinan wilayah (PW) beserta pimpinan cabang (PC) Serikat Nelayan Nahdatul Ulama (SNNU) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), berlangsung di Lantai 2 Ruang Takalar Hotel Grand Mahkota Jalan Sidas, Kota Pontianak, Kalbar, Sabtu (13/2/2021).

Hadir di giat tersebut, Gubernur Kalbar Sutarmidji, Kapolda Kalbar diwakili Wadirairud AKBP Irfan, Danlantamal diwakili Aspotmar Lantamal XII Pontianak Kolonel Marinir Agustiawarman, Ketua PW SNNU Kalbar Asbullah, Ketua Panitia Edi Gunawan, PLH PWNU Kalbar KH Kahrudin, Kepala Dinas (Kadis) Kelautan dan Perikanan Kalbar Herti Herawati.

Sambutan Ketua Panitia, Edi Gunawan menyampaikan laporan yang berkenaan dengan kegiatan ini pelantikan dan rapat kerja wilayah (rakerwil) Provinsi Kalbar dilaksanakan berdasarkan peraturan dasar dan peraturan rumah tangga disebutkan nelayan NU.

“Termasuk melaporkan surat keputusan (SK) pimpinan pusat (PP) Serikat Nelayan NU, tentang pengesahan pengurus PW dan PC provinsi kabupaten/kota se Kalimantan Barat masa hikmah tahun 2020-2025,” papar Edi.

Ia menjelaskan, sebagai wadah yang masih muda yang merupakan bagian dari NU dibentuk dengan tujuan untuk mewujudkan nelayan pelaku usaha kelautan dan kemaritiman.

“Sehingga masyarakat pesisir yang sejahtera, berdaulat, berwawasan kebangsaan dan berkomitmen melaksanakan syariat Islam Ahlussunnah Wal Jamaah berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar (UUD) 1945 dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” jelas Edi.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, kata Edi, maka serikat nelayan akan melakukan berbagai upaya, yaitu penghimpunan pembinaan pemberdayaan penguatan kapasitas perluasan skala usaha atau modal penerapan teknologi advokasi kebijakan publik secara integral, serta membangun komunikasi kerjasama dengan institusi organisasi badan usaha dan pihak terkait lainnya

“Kegiatan pelantikan yang dirangkaikan dengan rakerwil sebagai forum permusyawaratan yang akan membahas program kerja rencana aksi sosialisasi penguatan kompetensi dan sekaligus sebagai wadah koordinasi konsultasi dan sinkronisasi ini, dilaksanakan selama dua hari, tanggal 13 dan 14 Februari tahun 2021,” katanya.

Ketua PW SNNU Provinsi Kalbar, Asbullah, menyatakan Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau sekitar kurang lebih 17.540.

“Selain itu, Indonesia juga memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia, namun seperti yang kita ketahui, di masa orde baru pemerintah hanya berkonsentrasi terhadap pembangunan wilayah,” ujar Hasbullah.

Menurut dia, dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) namun dalam hal ini tidak menyentuh sama sekali ataupun belum tersentuh sama sekali untuk mengelola kelautan ataupun laut nusantara itu sendiri, di era perintahan Kyai Abdurrahman Wahid atau Gusdur, sektor kelautan dan perikanan mulai diperhatikan.

“Pada tanggal 26 Oktober 1999, Presiden Abdurrahman Wahid membentuk departemen eksplorasi laut dengan tujuan untuk mengelola dan mengembangkan potensi laut Indonesia,” tutur Hasbullah.

Untuk itu, kata Hasbullah, saatnya kini kita bangkitkan semangat kelautan dan perikanan untuk mewujudkan visi dan misi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Mari kita jadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Kita tahu tidak semudah membalikkan telapak tangan, kita harus ada langkah-langkah konkrit yang harus dilakukan,” katanya.

Oleh karena itu, Hasbullah menjelaskan, atas dasar pemikiran para Kyai NU serta meneruskan cita-cita mulia almarhum almaghfurlah Gus Dur, maka pada Muktamar NU ke 33 di Jombang, NU melebarkan sayapnya dengan membentuk badan otonom yang bernama Serikat Nelayan NU atau yang dibentuk ataupun yang disingkat dengan sebutan SNNU.

“Ini merupakan organisasi profesi yang bertugas membantu melaksanakan kebijakan NU di bidang pemberdayaan nelayan, pengembangan sektor perikanan dan kelautan untuk mensejahterakan warga ataupun nelayan di Indonesia,” jelasnya.

Hasbullah menuturkan, untuk semua yang baru saja dilantik sumpah dan janji sudah disampaikan dan disaksikan oleh para ulama dan disaksikan oleh Allah SWT, oleh karena itu bekerjalah untuk NU, mengabdilah untuk bangsa Indonesia, bukan untuk kepentingan sendiri.

“Yakinlah kawan-kawanku, sahabat-sahabatku, ketika kepedulian itu kalian kedepankan, Insya Allah keuntungan dan kebahagiaan akan menjadi rahmat dalam kehidupan kita, dan kita bisa menjadi orang yang disebut sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” tuturnya

Gubernur Kalbar, Sutarmidji menyambut baik SNNU untuk meningkatkan nilai tukar nelayan Kalbar, dimana nilai tukar nelayan tidak pernah sampai 100% di bandingkan petani, biaya produksi yang dikeluarkan lebih mahal.

“Berbicara tentang garam industri Kalbar sangat sulit, yang harus dikedepankan ditingkatkan adalah kualitas budidaya dan hasil tangkapan nelayan dan nilai pasarnya semakin baik,” urai Sutarmidji.

Suatarmidji berharap, kehadiran SNNU meningkatkan nilai perolehan nelayan dan jaminan keselamatan untuk para nelayan di Kalbar.

“Permasalahan garam industri 3,7 ton pertahun bisa hancur jika tidak dikelola dengan baik. Kalbar mempunyai garis pantai yang sangat luas, bagaimana kualitas produk garam kita bisa kurang sedangkan wilayah kita sangat luas,” imbuhnya. (Indra/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya