Menparekraf Ingin Event Skala Nasional Lebih Banyak Digelar di Badung Untuk Mendongkrak Pariwisata

14 February 2021 01:52
Menparekraf Ingin Event Skala Nasional Lebih Banyak Digelar di Badung Untuk Mendongkrak Pariwisata
Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno bersama Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, dan Ketua DPRD Kabupaten Badung I Putu Parwata saat mengunjungi Balai Budaya 'Giri Nata Mandala' di kawasan pusat Pemkab Badung, Bali. (Humas Kemenparekraf)
.

BADUNG, TRANS89.COM – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menginginkan agar lebih banyak event berskala nasional hingga internasional digelar di Kabupaten Badung, Bali.

“Hal itu sebagai salah satu upaya untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya di Badung dan Bali pada umumnya,” kata Sandiaga di hari kedua kegiatannya yang saat ini berkantor di Bali, Jumat (12/2/2021).

Sandiaga juga mengunjungi Balai Budaya ‘Giri Nata Mandala’ di kawasan pusat Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Badung. Menparekraf mengapresiasi Giri Nata Mandala sebagai gedung pertunjukan dengan standardisasi internasional yang dibangun oleh Pemkab Badung.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, dan Ketua DPRD Kabupaten Badung I Putu Parwata.

“Saya takjub melihat balai budaya di pusat Pemkab Badung ini. Kalau bicara tingkatan, ini standardisasinya sudah kelas dunia. Oleh karena itu, saya ingin gerak cepat, inovasi, yaitu event-event berskala nasional bisa kita tingkatkan di sini,” ujar Sandiaga.

Keberadaan Balai Budaya tidak hanya menjadi ruang kreasi dan apresiasi terhadap seni budaya, tapi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan.

“Pak Bupati minta dukungan untuk fasilitasi agar testing baik rapid antigen maupun genose itu dipermudah untuk wisatawan,” terang Sandiaga.

Menparekraf juga mendapat laporan tentang dampak pandemi terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Badung yang menjadi penopang pendapatan asli daerah (PAD), bahwa PAD Kabupaten Badung menurun hingga 90%.

“Ini kita akan cari solusi, tidak bisa tidak harus gerak cepat, gerak bersama, dan garap semua potensi lapangan kerja, supaya Kabupaten Badung ini mampu bertahan di tengah pandemi,” urai Sandiaga.

Caranya, kata Sandiaga, selain penyelenggaraan event, juga melalui program-program stimulus yang telah dan akan disiapkan pemerintah, diantaranya program dana hibah pariwisata.

“Sudah berjalan tahun lalu (dana hibah pariwisata), tapi ada sedikit yang tersisa dan akan kita upayakan tereksekusi tahun ini. Juga ditingkatkan dan diperluas jangkauannya, serta juga program padat karya dan desa wisata,” kata Menparekraf.

Selain itu, ia mengungkapkan ada satu solusi program yang juga ditawarkan Bupati Badung dan mereka siap untuk menjalankannya, yakni vaccine based tourism (pariwisata berbasi vaksin).

“Hal ini memungkinkan wisatawan mendapatkan vaksin Covid-19 sambil berwisata di Kabupaten Badung dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat,” ungkap Sandiaga.

Vaccine based tourism ini, kata Sandiaga, diwacanakan dijalankan setelah program vaksinasi dari pemerintah dan vaksin mandiri berjalan.

“Pemkab dan juga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali beserta kami di pemerintah pusat akan mencanangkan program, salah satunya pariwisata berbasis vaksin,” katanya.
Menurut Sandiaga, kita semua siap bergandengan tangan dengan program pemulihan ekonomi nasional, dan Insya Allah kami akan susun.

“Dengan bergandengan tangan, kita bisa bangkitkan kembali pariwisata di Kabupaten Badung dan Bali pada umumnya,” tuturnya.

Sementara Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta mengatakan, pandemi Covid-19 memang memberikan dampak ekonomi di wilayahnya, karena sumber terbesar dalam PAD melalui pajak hotel dan restoran.

“Untuk itu, saya berharap berbagai program yang dicanangkan pemerintah dapat segera berjalan. Kami akan tetap berupaya semaksimal mungkin bagaimana darurat pandemi Covid-19 dan darurat ekonomi ini bisa teratasi,” kata Giri.

Pod Bali Chocolate Factory

Usai melakukan pertemuan dengan Bupati Badung, Menparekraf Sandiaga melanjutkan kegiatannya dengan mengunjungi pod Bali chocolate factory (pabrik coklat pod Bali), edutourism yang mengenalkan tentang cokelat mulai dari hulu ke hilir.

“Indonesia adalah negara penghasil biji kakao (biji cokelat) ketiga terbesar di dunia, dan ini merupakan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata. Ini bukti ecotourism juga bisa menjadi pasar yang kuat bagi wisatawan,” imbuhnya. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya