DPRD Polewali Mandar Reses Awal Tahun, Fariduddin: Pertanggungjawaban Moral dan Politis Ke Konstituen

14 February 2021 00:16
DPRD Polewali Mandar Reses Awal Tahun, Fariduddin: Pertanggungjawaban Moral dan Politis Ke Konstituen
Anggota DPRD Kabupaten Polman, Fariduddin Wahid gelar reses awal tahun di dapilnya untuk menyerap aspirasi konstituennya di tiga tempat berbeda, yakni di Kelurahan Matakali, Desa Kunyi dan Tapango, Kabupaten Polman, Sulbar. (Enis/Trans89.com)
.

POLEWALI MANDAR, TRANS89.COM – Dalam setahun sidang dan waktu kerja anggota DPRD Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), dibagi menjadi tiga masa persidangan terdiri dari masa sidang dan masa reses anggota DPRD.

Reses para anggota DPRD Polman mendapatkan kesempatan mengumpulkan konstituen atau masyarakat untuk menyerap informasi dan aspirasi warga di daerah pemilihan-nya (dapil) masing-masing.

Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Polman, M Fariduddin Wahid gelar reses awal tahun di dapilnya untuk menyerap aspirasi konstituennya di tiga tempat berbeda, yakni di Kelurahan Matakali, Desa Kunyi dan Tapango.

“Reses ini merupakan komunikasi dua arah antara legislatif dengan konstituen melalui kunjungan kerja (kunker) secara berkala merupakan kewajiban anggota DPRD untuk bertemu dengan konstituen setiap masa reses,” kata Farid disela-sela resesnya di Polman, Sabtu (13/2/2021).

Menurut dia, masa reses adalah masa kegiatan DPRD di luar kegiatan masa sidang di luar gedung, dimana masa reses mengikuti masa persidangan yang dilakukan sebanyak tiga kali dalam setahun atau 14 kali reses dalam periode 5 tahun masa jabatan DPRD.

“Tujuan dari reses ini untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen guna memberikan pertanggungjawaban moral dan politis kepada konstituen di dapil saya sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam pemerintahan,” tutur Farid politisi Partai Golkar ini.

Ia menyatakan, dalam pelaksanaan reses ini, kami difasilitasi oleh Sekretariat Dewan (Setwan), dimana reses ini melibatkan seluruh elemen masyarakat di tiga titik pada hari ini.

“Kegiatan reses di dapil saya guna menampung aspirasi masyarakat yang akan dimasukan dalam pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD untuk penyusunan anggaran perubahan 2020 atau anggaran2021,” ujar Farid.

Dirinya menyampaikan, hasil reses merupakan aspirasi dari warga dan sudah dirangkum menjadi pokir DPRD akan dilaporkan dalam sidang paripurna mendatang untuk selanjutnya diserahkan kepada eksekutif sebagai bahan penyusunan APBD perubahan 2020 atau penyusunan anggaran tahun 2021.

“Ditiga titik tempat reses saya hari ini, warga Desa Kunyi meminta pembangunan drainase dan perbaikan jalan desa antar dusun dapat di benahi,” papar Farid.

Sementara di Desa Tapango, kata Farid, konstituen meminta agar kelangkaan pupuk petani dapat teratasi, begitu juga untuk sarana produksi pertanian (saprodi) yakni pengadaan bibit padi, handtraktor (dompeng) termasuk bibit coklat (kakao).

“Di Keluarahan Matakali, masyarakat harapkan adanya pemasangan lampu jalan dan kelangkaan pupuk di petani diatasi, pengerukan (normalisasi) sungai karena terjadinya pendangkalan di muara sungai,” katanya.

Lanjut Farid, agenda resesnya masih ada di beberapa tempat di dapilnya, dan rencananya akan melanjutkannya besok hari.

“Agenda reses saya masih ada, dan akan saya gelar besok hari untuk merampungkan masa reses awal tahun ini,” imbuhnya. (Nis)

 

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya