Vaksinasi Berjalan di Mamasa Namun Anggaran Operasional Belum Cair, Ini Penjelasan Kabid P2P Dinkes

12 February 2021 16:52
Vaksinasi Berjalan di Mamasa Namun Anggaran Operasional Belum Cair, Ini Penjelasan Kabid P2P Dinkes
Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Mamasa, Into Harahap. (Andi Waris Tala/Trans89.com)
.

MAMASA, TRANS89.COM – Anggaran biaya operasional pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di 17 puskesmas dan 2 rumah sakit (RS) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), belum cair, namun tenaga kesehatan (nakes) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa tetap konsisten jalankan tugas selaku tenaga medis di masing-masing wilayah kerjanya.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamasa, Into Harahap mdelalui telpon celularnya mengatakan, belum turunnya anggaran biaya operasional para nakes di kegiatan vaksinasi Covid-19, para nakes tetap berjibaku dan antusias menjalankan tugas.

“Vaksinasi adalah program pemerintah. Wajib hukumnya dilaksanakan sesuai petunjuk teknis (Juknis) dan petunjuk pelaksanaan (Juklak) yang menjadi pedoman pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini,” kata Into. Jumat (12/2/2021).

Menurut dia, kami telah menyelesaikan beberapa tahap vaksinasi, tahap pertama sebanyak 10 pejabat daerah Kabupaten Mamasa mulai dari wakil bupati sampai tokoh masyarakat yang telah di vaksin.

“Untuk tahap dua, kami juga telah laksanakan vaksinasi bagi nakes di seluruh puskesmas dan RS di Kabupaten Mamasa. Dan tahap selanjutnya diperkirakan akhir Februari atau awal Maret nanti, dengan sasaran vaksinasi ke instansi vertikal TNI/Polri serta para kepala desa (kades) dan perangkatnya,” tutur Into.

Selain itu, kata Into, vaksinasi juga akan di berikan kepada organisasi masyarakat (ormas) di Kabupaten Mamasa serta target akhir ke seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Mamasa.

“Kami mengimbau kepada segenap masyarakat Kabupaten Mamasa, agar tidak perlu takut di vaksin. Vaksin jenis sinovac ini aman dan halal,” katanya.

Disinggung soal anggaran yang belum cair, Into menyatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Mamasa dalam hal ini bupati dan segenap Satgas Kabupaten Mamasa.

“Sekaitan dana operasional tersebut, hasil komunikasi yang dibangun dengan pihak Satgas Covid-19 Kabupaten Mamasa telah menemui titik terang,” ujar Into.

Ia mengungkapkan, kami telah diarahkan untuk menyusun rencana kebutuhan anggaran (RKA) sekaitan dengan pelaksanaan vaksin Covid-19.

“Untuk itu sesuai perintah pimpinan, kami P2P dalam waktu dekat akan mengajukan draf RKA tersebut,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Into, agar segenap nakes tetap bersabar dalam menjalankan tugas pelayanan ke masyarakat.

“Intinya, soal anggaran kita tetap berupaya. Mengenai anggaran yang kita usulkan, jumlah pastinya yang akan di setuji kita belum tahu,” pungkasnya. (AWT/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya