Dongkrak Kinerja, Astra Agro Terus Berinovasi Kembangkan Program Digitalisasi

11 February 2021 03:10
Dongkrak Kinerja, Astra Agro Terus Berinovasi Kembangkan Program Digitalisasi
CEO Astra Agro Grup, Santosa. (Humas Astra Agro)
.

JAKARTA, TRANS89.COM – Perjalanan tahun 2020 ditandai dengan pandemi Covid-19 tercatat sebagai periode yang penuh tantangan. Industri kelapa sawit harus menyikapinya dengan langkah-langkah inovatif.

Terkait hal tersebut, CEO Astra Agro Santosa saat acara talk to the CEO, mengatakan pandemi Covid-19 ini harus disikapi dengan sangat serius.

“Perusahaan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat, baik di kebun maupun kantor pusat,” kata Santosa saat acara talk to the ceo melalui virtual (online) di Jakarta, Rabu (10/2/2021).

Menurut dia, karyawan di kebun dibatasi akses keluar kebun, akses pihak luar masuk ke kebun juga dibatasi, karyawan dihimbau beraktivitas hanya di dalam kebun, tidak mudik Lebaran, Natal, dan Tahun Baru serta melakukan tes covid secara rutin. Di kantor pusat, sebagian karyawan melakukan WFH (work from home).

Selain tetap harus disiplin menerapkan protokol kesehatan, menurutnya, pemanfaatan kemajuan teknologi informasi 4.0 sangat membantu dan bisa menjadi jawaban.

“Kami bersyukur jauh sebelum pandemi ini muncul, Astra Agro sudah menerapkan digitalisasi dalam menjalankan operasional perusahaan,” tutur Santosa.

Ia menyatakan, sejak 2017 Astra Agro meluncurkan tiga aplikasi berbasis teknologi informasi yang dirancang untuk mencapai produktivitas yang excellent.

“Ketiga aplikasi itu diberi nama Melli (mills excellent indicator), Dinda (daily indicator of Astra Agro) dan Amanda (aplikasi mandor Astra Agro),” ujat Santosa.

Dirinya menjelaskan, itu sangat bermanfaat dalam mendukung operasional perusahaan, baik dalam pengawasan, koordinasi maupun pengambilan keputusan cepat dan tepat bisa terus berjalan.

“Ini yang membuat operasional perusahaan tidak terlalu terganggu dan relatif berjalan seperti biasa,” jelas Santosa.

Karena itu, kata Santosa, di tahun-tahun mendatang Astra Agro akan terus melanjutkan dan mengembangkan program digitalisasi.

“Kebutuhan untuk terwujudnya inovasi-inovasi baru di bidang teknologi disiapkan melalui satu tim khusus di Astra Agro yang disebut dengan Center of Innovation in Agritech (CIA),” katanya.

Satu inovasi baru yang sudah dioperasikan selain Melli, Dinda dan Amanda adalah GPS tracker, dengan teknologi ini, ia mengungkapkan, lokasi, jalur, luasan kerja karyawan di bagian rawat dapat diketahui secara jelas dan detil.

“Dengan demikian, proses-proses kerja bagian perawatan tanaman dapat berlangsung lebih efektif dan efisien,” ungkap Santosa.

Dalam menghadapi perkembangan teknologi, Santosa menyebutkan, Astra Agro merencanakan akan menggunakan robotik dalam kegiatan industri, baik diperkebunan maupun di pabrik.

“Kenapa harus direncanakan secepat mungkin penggunaan robotik, karena tidak menutup kemungkinan di tahun 2045 mendatang itu masih ada yang mau menjadi karyawan sebagai tukang panen buah kelapa sawit,” sebutnya.

Santosa menyampaikan, ilmu pengetahuan semakin meningkat, anak seorang tukang panen tidak mungkin bercita-cita akan jadi tukang panen juga, paling tidak dia berkeinginan atau ditempatkan sebagai pekerja yang handal berdasarkan latar belakang pendidikannya.

“Sehingga penggunaan robotik sebagai pengganti tenaga manusia kita rencanakan memang dari sekarang ini,” paparnya.

Lanjut Santosa, namun kalau tenaga manusia masih mencukupi dengan kata lain pada tahun 2045 mendatang masih ada yang mau jadi tukang panen, lebih diprioritaskan ketimbang robot.

“Kita pasti lebih utamakan tenaga manusia untuk bekerja dibandingkan menggunakan robot, hal ini sebagai upaya membantu negara untuk mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya. (Par/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya