Jalan Poros Tabone-Nosu-Pana’ di Mamasa Dianggarkan Rp110 Miliar, Ini Kata Obed

08 February 2021 18:19
Jalan Poros Tabone-Nosu-Pana’ di Mamasa Dianggarkan Rp110 Miliar, Ini Kata Obed
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat dapil Mamasa, Obednego Depparinding saat reses di Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa. (Andi Waris Tala/Trans89.com)
.

MAMASA, TRANS89.COM – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) daerah pemilihan (dapil) Mamasa, Obednego Depparinding, magatakan khusus tahun 2021 ini program yang menjadi skala prioritas yakni pembangunan infrastruktur jalan penghubung kabupaten ke kecamatan.

“Jalan penghubung kabupaten ke kecamatan itu adalah jalanpPoros Tabone, Nosu dan Pana, dimana jalan tersebut merupakan jalan provinsi yang menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar,” kata Obed di Mamasa saat lakukan reses di Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Senin (8/2/2021).

Menurut dia, jalan itu menghubungkan tiga kecamatan bertetangga, Kecamatan Nosu, Pana’ dan Tabang, terkhusus akses menuju Kecamatan Tabang dapat di tempuh melalui akses jalan negara yakni jalan Mamasa-Tabang dan jalan provinsi Pana’-Tabang.

“Untuk pembangunan peningkatan jalan poros Tabone-Nosu-Pana’, akan dilaksanakan secara bertahap. Khusus tahun 2021 ini, Pemprov Sulbar mengalokasikan anggaran sebesar Rp110 miliar,” tutur Obed politikus Partai Perindo ini.

Ia menjelaskan, anggaran itu Rp10 miliar bersumber dari APBD Provinsi Sulbar tahun 2021 (final) dan Rp100 miliar merupakan dana pinjaman Pemprov Sulbar dimana saat ini dalam tahap proses pengurusan.

“Anggaran Rp110 miliar untuk jalan poros Tabone-Nosu-Pana’ tersebut telah dibahas dengan Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar. Intinya, peningkatan jalan di Kabupaten Mamasa tetap kita perjuangkan sesuai kondisi keuangan Pemprov Sulbar,” jelas Obed mantan Ketua DPRD dan Bupati Mamasa ini.

Selain memperhitungkan kondisi APBD Sulbar, kata Obed, tentu kita juga harus mengikuti mekanisme yang berlaku, dimana tidak semua akses jalan dalam satu wilayah ini tanggung jawab DPRD provinsi.

“Ada beberapa ruas jalan di wilayah Kabupaten Mamasa yang tidak masuk ranahkKebijakan DPRD Provinsi Sulbar, namun demikian kita tetap berupaya menyampaikan ke pemerintah pusat melalui kementerian terkait atau melalui wakil rakyat Sulbar yang duduk di parlemen Senayan (DPR-RI),” katanya.

Dirinya menyatakan, untuk pecepatan pembangunan ekonomi masyarakat Kabupaten Mamasa dapat terwujud jika infrastruktur jalan sudah memadai.

“Termasuk sektor lainnya juga tak kalah penting, namun paling memprihatinkan di sektor transportasi penghubung kabupaten ke kecamatan,” ujar Obed.

Obed mengungkapkan, jika jalan-jalan penghubung ini di benahi, maka dengan sendirinya kantong-kantong produksi untuk meningkatkan perekonomian rakyat akan terbuka luas apabila transportasi lancar.

“Pada intinya, infrastruktur jalan ini yang perlu dibenahi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, agar akses ke pelosok daerah di wialayah Mamasa terbuka,” ungkapnya

Hadir di giat tersebut, tokoh masyarakat dan pemuda, pemerintah desa dan kalangan pendidik serta warga setempat. Berbagai usulan serta aspirasi bermunculan dari peserta reses.

Reses Komisi IV DPRD Sulbar, Obednego Depparinding di Kecamatan Sumarorong dipusatkan di tiga titik, yakni di Desa Rantekamase, Kelurahan Sumarorong dan Desa Sasakan. (AWT/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya