Menteri KKP Lepas Ekspor Ikan Tuna 53,6 Ton Atau Senilai 513.151 US$

07 February 2021 00:58
Menteri KKP Lepas Ekspor Ikan Tuna 53,6 Ton Atau Senilai 513.151 US$
Menteri Kelautan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono didampingi Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Murad Ismail melepas ekspor ikan tuna dengan menggunakan pesawat Batik Air nomor penerbangan ID-6171, berlangsung di terminal cargo Bandara Internasional Pattimura Jalan Provinsi, Kota Ambon, Maluku. (Rian Cakra/Trans89.com)
.

AMBON, TRANS89.COM – Menteri Kelautan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono didampingi Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Murad Ismail melepas ekspor ikan tuna dengan menggunakan pesawat Batik Air nomor penerbangan ID-6171.

Tujuan ekspor ikan tuna dari Maluku itu dengan tujuan Negara Jepang, Amerika Serikat dan Vietnam, berlangsung di terminal cargo Bandara Internasional Pattimura Jalan Provinsi, Kota Ambon, Maluku, Sabtu (6/2/2021).

Perusahaan yang beergerak di bidang perikanan dan kelautan yang mengekspor ikan tuna, yakni PT Maluku Prima Makmur tujuan ke Amerika Serikat dengan jumlah 17,9 ton dengan nilai 178.359 US$.

PT Maluku Prima Sukses tujuan ekspor ke Amerika Serikat dengan jumlah 17,5 ton dengan nilai 246.596 US$. PT Harta Samudera tujuan ekspor ke Vietnam dengan jumlah sebesar 12 ton dengan nilai 49.778 US$

Kemudian PT Peduli Laut Maluku tujuan ekspor ke Jepang dengan jumlah sebesar 6,2 ton dengan nilai 38.418 US$. Total keseluruhan ekspor sebesar 53,6 ton dengan nilai 513.151 US$.

“Mudah-mudahan ini kontinu dan semakin besar ekspornya dari sini. Artinya kalau semakin besar, implikasinya ke belakang juga besar,” ujar Trenggono saat melepas ekspor 6.2 ton ikan tuna ke Jepang di Bandara Pattimura, Ambon, Sabtu (6/2/2021).

Menteri Sakti meminta jajarannya di Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Ambon untuk memastikan dan menjamin tidak ada lagi kasus penolakan produk perikanan Indonesia di negara tujuan.

“Hal itu perlu dilakukan pembinaaan secara rutin kepada pelaku usaha, mulai dari hulu sampai dengan hilir agar produk perikanan kita tidak ditolak di negara tujuan,” pintanya.

Menurut dia, langkah tersebut juga sebagai upaya meningkatkan kepercayaan pasar dunia terhadap produk perikanan Indonesia.

“Kita perlu optimistis ekspor perikanan dari Maluku dapat terus tumbuh,” tutur Sakti.

Sementara Gubernur Maluku, Murad Ismail menyampaikan ekspor perikanan terus tumbuh selama pandemi Covid-19. Dan total ekspor sepanjang tahun lalu mencapai 7.735 ton dengan nilai Rp630.6 miliar atau meningkat 261% dari tahun sebelumnya.

“Jadi kita patut berbangga, selama masa pendemi justru ekspor produk perikanan terus tumbuh,” papar Murad.

Ia menerangkan, sejumlah negara yang menjadi pelanggan setia produk perikanan Maluku yakni Negara China, Jepang, Amerika Serikat, Vietnam, Hongkong, Singapura, Thailand, hingga Malaysia dan Srilanka.

“Komoditas yang diminati adalah udang vaname, ikan tuna, kerapu hidup, serta kepiting bakau,” terang Murad.

Dirinya mengungkapkan, pertumbuhan ekspor ini sebagai dorongan untuk terus meningkatkan produktivitas perikanan tangkap.

“Laut Maluku termasuk dalam tiga wilayah pengelolaan perikanan (WPP) dengan potensi tangkapan lestari mencapai 1.3 juta ton per tahun,” ungkap Murad.

Selanjutnya pelepasan ekspor ikan tuna oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Gubernur Maluku menuju Jakarta di tandai dengan pemasangan kertas segel oleh Menteri Kelauatan dan Periakanan RI dan Gubernur Maluku. (Rian/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya